Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius.

Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal di Sulawesi Utara.

Seiring pemekaran Provinsi Gorontalo tahun 2000, Bank Sulut membuka ruang bagi partisipasi Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota di Gorontalo sebagai pemegang saham. Tahun 2016, nama bank ini resmi berubah menjadi Bank SulutGo (PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo) sebagai simbol penguatan peran Gorontalo dalam kepemilikan dan operasional bank.

Apalagi, komposisi kepemilikan saham di Bank SulutGo selama ini seringkali menjadi sorotan. Sebagai bank milik pemerintah daerah, porsi saham terbesar memang dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Namun, menariknya, pemegang saham terbesar kedua justru berasal dari sektor swasta, yakni PT. Mega Corpora — perusahaan milik konglomerasi Chairul Tanjung.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh kabupaten/kota di wilayahnya justru berada dalam posisi pemegang saham minoritas, dengan kepemilikan berkisar 10-12% saja.

Fakta ini memunculkan kekhawatiran tersendiri: sejauh mana Bank SulutGo mampu berpihak kepada kepentingan ekonomi masyarakat Gorontalo jika posisi pemegang sahamnya memang tidak dominan?

Membaca Peluang dan Tantangan Pendirian Bank Gorontalo

Persoalannya, mendirikan bank baru — khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) — bukan perkara mudah. Ada regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang harus dipenuhi, terutama terkait persyaratan permodalan.

Sejak diberlakukannya POJK No. 12/POJK.03/2020, modal inti minimum untuk pendirian bank umum baru, termasuk BPD, ditetapkan sebesar Rp3 triliun.

Di sisi lain, tantangan lain seperti ketersediaan SDM profesional, kesiapan infrastruktur teknologi, serta strategi bisnis yang kuat, menjadi faktor penentu kelayakan pembentukan Bank Gorontalo.

Belajar dari Pengalaman Daerah Lain

Langkah Gorontalo untuk memisahkan diri dari Bank SulutGo sebenarnya bukan hal baru dalam dinamika BPD di Indonesia.

Beberapa daerah pernah mencoba hal serupa. Bank Banten misalnya, resmi pisah dari Bank BJB pada 2016. Namun, setelah resmi berdiri, Bank Banten justru sempat mengalami krisis likuiditas, dan akhirnya harus mendapat suntikan modal besar dari APBD Provinsi Banten.

Bangka Belitung juga pernah menggagas pendirian BPD sendiri, namun hingga kini belum terwujud karena pertimbangan kesiapan modal dan kelayakan bisnis.

Papua Barat bahkan sudah menyiapkan dokumen studi kelayakan untuk pendirian BPD sendiri, tetapi sampai saat ini belum bisa terealisasi, salah satunya karena persoalan skala ekonomi yang belum ideal.

Apa yang Harus Dipersiapkan Gorontalo?

Jika Gorontalo serius ingin mendirikan bank sendiri, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan:

  1. Penyusunan kajian kelayakan secara komprehensif.
  2. Penyiapan modal inti minimal Rp3 triliun, dengan opsi dukungan dari APBD, swasta, atau pola kerjasama strategis.
  3. Perencanaan roadmap bisnis dan kelembagaan.
  4. Penguatan kapasitas SDM perbankan lokal.
  5. Pembangunan infrastruktur digital banking yang kompetitif.

Yang tidak kalah penting adalah mitigasi risiko, terutama menghindari jebakan bahwa bank daerah hanya menjadi alat kepentingan politik tanpa arah bisnis yang jelas.

Realistis atau Sekadar Gagasan?

Mendirikan Bank Gorontalo adalah pilihan strategis — tetapi bukan tanpa resiko. Keputusan ini tidak bisa hanya didorong oleh sentimen identitas, ambisi politik atau kebanggaan daerah, tetapi harus berbasis pada perhitungan bisnis yang rasional, visi ekonomi jangka panjang dan keberlanjutan ekonomi.

Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan adalah memperkuat posisi Gorontalo di Bank SulutGo melalui penambahan saham, atau mengupayakan peningkatan peran Gorontalo dalam kebijakan operasional bank.

Namun jika kajian menunjukkan potensi dan peluang pembentukan Bank Gorontalo cukup kuat, maka inilah saat yang tepat untuk memulai langkah bersejarah itu — tentu saja dengan perhitungan yang sangat matang.

Jika Gorontalo serius ingin melangkah ke arah itu, maka langkah pertama yang paling mendesak adalah penyusunan feasibility study (studi kelayakan) secara mendalam, melibatkan ahli perbankan, akademisi, dan praktisi bisnis.

Mimpi Bank Gorontalo tetap mungkin diwujudkan. Namun jalan menuju kesana memerlukan komitmen, kecermatan, dan keberanian mengambil keputusan besar — dengan segala konsekuensinya.

Pada akhirnya, pertanyaan besarnya adalah: apakah Gorontalo sudah cukup siap?

Oleh: Dr. Endi Rahman, SE., MM., CTFAIA – (Akademisi dan Pemerhati Perbankan)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Duta Besar Australia Mr. Rod Brazier melakukan penanaman jagung untuk program Direct Aid Project (DAP) di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (22/10/2025). Penanaman jagung dilaksanakan di kebun percontohan penerapan metode Sloping Agricultural Land Technique (SALT) atau teknik pertanian di lahan miring. Program DAP adalah hibah dari pemerintah Australia […]

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

  • Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 108
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros –  Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Pallantikang, Maryam, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan permasalahan pendataan penerima bantuan dan isu pemungutan biaya administrasi bantuan sosial. Klarifikasi ini disampaikan secara terbuka sebagai upaya meredam polemik yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat. Maryam menegaskan bahwa proses pendataan penerima manfaat […]

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026) sore. Berbeda dari kunjungan resmi pada umumnya, Presiden datang tanpa didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu secara tiba-tiba langsung menyedot perhatian warga, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran […]

  • Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sepanjang pembacaan saya atas karya-karya Prof. Yusril, beberapa di antaranya: Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), ditambah delapan buku barunya dirilis pada 2026 yang merangkum 50 tahun pemikirannya, serta melihat dari perjalanan panjang beliau dalam panggung politik nasional, saya menangkap satu kesan bahwa beliau bukan sekadar seorang […]

expand_less