Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 252
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius.

Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal di Sulawesi Utara.

Seiring pemekaran Provinsi Gorontalo tahun 2000, Bank Sulut membuka ruang bagi partisipasi Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota di Gorontalo sebagai pemegang saham. Tahun 2016, nama bank ini resmi berubah menjadi Bank SulutGo (PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo) sebagai simbol penguatan peran Gorontalo dalam kepemilikan dan operasional bank.

Apalagi, komposisi kepemilikan saham di Bank SulutGo selama ini seringkali menjadi sorotan. Sebagai bank milik pemerintah daerah, porsi saham terbesar memang dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Namun, menariknya, pemegang saham terbesar kedua justru berasal dari sektor swasta, yakni PT. Mega Corpora — perusahaan milik konglomerasi Chairul Tanjung.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh kabupaten/kota di wilayahnya justru berada dalam posisi pemegang saham minoritas, dengan kepemilikan berkisar 10-12% saja.

Fakta ini memunculkan kekhawatiran tersendiri: sejauh mana Bank SulutGo mampu berpihak kepada kepentingan ekonomi masyarakat Gorontalo jika posisi pemegang sahamnya memang tidak dominan?

Membaca Peluang dan Tantangan Pendirian Bank Gorontalo

Persoalannya, mendirikan bank baru — khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) — bukan perkara mudah. Ada regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang harus dipenuhi, terutama terkait persyaratan permodalan.

Sejak diberlakukannya POJK No. 12/POJK.03/2020, modal inti minimum untuk pendirian bank umum baru, termasuk BPD, ditetapkan sebesar Rp3 triliun.

Di sisi lain, tantangan lain seperti ketersediaan SDM profesional, kesiapan infrastruktur teknologi, serta strategi bisnis yang kuat, menjadi faktor penentu kelayakan pembentukan Bank Gorontalo.

Belajar dari Pengalaman Daerah Lain

Langkah Gorontalo untuk memisahkan diri dari Bank SulutGo sebenarnya bukan hal baru dalam dinamika BPD di Indonesia.

Beberapa daerah pernah mencoba hal serupa. Bank Banten misalnya, resmi pisah dari Bank BJB pada 2016. Namun, setelah resmi berdiri, Bank Banten justru sempat mengalami krisis likuiditas, dan akhirnya harus mendapat suntikan modal besar dari APBD Provinsi Banten.

Bangka Belitung juga pernah menggagas pendirian BPD sendiri, namun hingga kini belum terwujud karena pertimbangan kesiapan modal dan kelayakan bisnis.

Papua Barat bahkan sudah menyiapkan dokumen studi kelayakan untuk pendirian BPD sendiri, tetapi sampai saat ini belum bisa terealisasi, salah satunya karena persoalan skala ekonomi yang belum ideal.

Apa yang Harus Dipersiapkan Gorontalo?

Jika Gorontalo serius ingin mendirikan bank sendiri, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan:

  1. Penyusunan kajian kelayakan secara komprehensif.
  2. Penyiapan modal inti minimal Rp3 triliun, dengan opsi dukungan dari APBD, swasta, atau pola kerjasama strategis.
  3. Perencanaan roadmap bisnis dan kelembagaan.
  4. Penguatan kapasitas SDM perbankan lokal.
  5. Pembangunan infrastruktur digital banking yang kompetitif.

Yang tidak kalah penting adalah mitigasi risiko, terutama menghindari jebakan bahwa bank daerah hanya menjadi alat kepentingan politik tanpa arah bisnis yang jelas.

Realistis atau Sekadar Gagasan?

Mendirikan Bank Gorontalo adalah pilihan strategis — tetapi bukan tanpa resiko. Keputusan ini tidak bisa hanya didorong oleh sentimen identitas, ambisi politik atau kebanggaan daerah, tetapi harus berbasis pada perhitungan bisnis yang rasional, visi ekonomi jangka panjang dan keberlanjutan ekonomi.

Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan adalah memperkuat posisi Gorontalo di Bank SulutGo melalui penambahan saham, atau mengupayakan peningkatan peran Gorontalo dalam kebijakan operasional bank.

Namun jika kajian menunjukkan potensi dan peluang pembentukan Bank Gorontalo cukup kuat, maka inilah saat yang tepat untuk memulai langkah bersejarah itu — tentu saja dengan perhitungan yang sangat matang.

Jika Gorontalo serius ingin melangkah ke arah itu, maka langkah pertama yang paling mendesak adalah penyusunan feasibility study (studi kelayakan) secara mendalam, melibatkan ahli perbankan, akademisi, dan praktisi bisnis.

Mimpi Bank Gorontalo tetap mungkin diwujudkan. Namun jalan menuju kesana memerlukan komitmen, kecermatan, dan keberanian mengambil keputusan besar — dengan segala konsekuensinya.

Pada akhirnya, pertanyaan besarnya adalah: apakah Gorontalo sudah cukup siap?

Oleh: Dr. Endi Rahman, SE., MM., CTFAIA – (Akademisi dan Pemerhati Perbankan)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 536
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Tunis Tidak Pernah Usai

    Tunis Tidak Pernah Usai

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Di sebuah pagi yang bergerak perlahan di jantung Jakarta, Aula Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal tidak sekadar menjadi aula pertemuan. Ia berubah menjadi semacam ruang ingatan—tempat waktu tidak berjalan lurus, melainkan berputar, mempertemukan yang dulu pernah berangkat dengan yang baru saja pulang ke tanah air. Ahad, 12 April 2026, sekitar 80 orang berkumpul di aula […]

  • Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

    Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo telah digelar pada 27 Oktober 2022 di Asrama Haji Gorontalo. Dalam proses pelaksanaannya, sejumlah catatan prosedural sempat menjadi perbincangan di kalangan internal. Namun tulisan ini tidak bermaksud mengurai seluruh polemik tersebut. Catatan ini lebih merupakan ajakan kepada para nahdliyin untuk membaca arah perjalanan NU Gorontalo lima tahun […]

  • Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengungkap alasan di balik keputusan mencadangkan Lionel Messi saat menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026. Ternyata, keputusan tersebut bukan karena masalah kebugaran, melainkan atas permintaan sang kapten sendiri. Argentina menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Dalam pertandingan itu, Messi tidak tampil sebagai […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

  • Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sebuah negara bisa merdeka secara politik, memiliki bendera, konstitusi, dan pemerintahan sendiri. Namun, kemerdekaan tidak selalu berarti rakyatnya terbebas dari praktik-praktik yang dahulu menjadi ciri kolonialisme. Penjajahan memang telah berakhir sebagai sistem pemerintahan, tetapi cara kerjanya bisa tetap hidup dalam bentuk yang lebih halus. Ia berpindah dari medan perang ke ruang-ruang kebijakan, dari moncong senapan […]

expand_less