Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 100
- print Cetak

Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial - Doc. Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (16/1/2025), dan dicanangkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penguatan spiritual ASN sekaligus bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Gorontalo. Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Gorontalo.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum ini harus menjadi sarana konsolidasi diri untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus etos kerja ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang kedisiplinan, keikhlasan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang harus tercermin dalam etos kerja ASN sehari-hari,” ujar Gusnar.
Pada kesempatan tersebut, Gusnar juga mencanangkan gerakan membaca Al-Qur’an di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai upaya membumikan nilai-nilai keislaman dalam birokrasi. Ia mengimbau ASN agar meluangkan waktu secara rutin untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an di tengah kesibukan kerja.
“Luangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari, bisa setelah salat Isya atau pada waktu lain yang memungkinkan, untuk membaca Al-Qur’an,” imbaunya.
Gusnar menegaskan bahwa gerakan membaca Al-Qur’an ini bersifat ajakan moral tanpa paksaan. Namun demikian, ia berharap gerakan tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang berdampak pada peningkatan integritas, kejujuran, serta keikhlasan ASN dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, penguatan spiritual merupakan fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang berakhlak, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan spiritualitas yang kuat, ASN diharapkan mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Kita ingin suasana kerja yang lebih baik, penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam melayani masyarakat Gorontalo,” tutup Gusnar.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar