Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 317
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jean Baudrillard memberi kacamata yang tajam untuk membaca situasi ini. Dalam logika simulacra, realitas tidak lagi diukur dari apa yang sungguh terjadi, melainkan dari bagaimana ia ditampilkan. Kebijakan publik berubah menjadi pertunjukan. Yang penting bukan lagi apakah program bekerja, tetapi apakah ia terlihat bekerja. Klarifikasi berfungsi sebagai simulasi keberhasilan—menutup kegagalan dengan citra, mengganti kenyataan dengan narasi.

Akibatnya, pemborosan tak hanya bersifat anggaran, tetapi juga makna. Dana publik tersedot untuk mengelola persepsi, bukan memperbaiki substansi. Anggaran yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas gizi anak-anak justru tergerus untuk menjaga “wajah” kebijakan agar tetap tampak mulus di ruang publik.

Dalam istilah agama ini bisa dibaca sebagai riya’ birokrasi: bekerja agar terlihat bekerja. Negara tampak sibuk, tetapi kesibukan itu kehilangan niat pengabdian. Ketika yang dijaga adalah wibawa kekuasaan, bukan efektivitas kebijakan, maka pemborosan menjadi kebiasaan, bahkan sistem.

Sialnya lagi Pola Negeri Tiba-Tiba hanya akan melahirkan kelelahan kolektif. Publik dipaksa terus menyesuaikan diri dengan kejutan-kejutan kebijakan yang rapuh fondasinya. Ruang dialog menyempit, kritik dianggap gangguan, dan klarifikasi menjelma monolog kekuasaan.

Negara yang mapan seharusnya tidak perlu terlalu banyak menjelaskan. Ia cukup bekerja dengan tenang, terukur, dan terbuka pada koreksi. Seperti puasa, kekuasaan juga perlu belajar menahan diri—menahan diri dari godaan tampil serba cepat dan mendadak. Tanpa itu, setiap rupiah dari kantong rakyat hanya akan habis sebagai bahan bakar mesin citra yang bising, alih-alih benar-benar menjelma manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 361
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Provinsi Gorontalo resmi menetapkan calon terpilih dan calon cadangan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo untuk periode 2026–2029. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-68 yang digelar Senin (29/12/2025). Tujuh nama ditetapkan sebagai komisioner terpilih KPID 2026–2029, yakni: Suci Priyanti Kartika Sari Abdulrazak Babuntai Hasanuddin Djadin Jitro Paputungan Fahrudin F. […]

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

  • Budak Ambisi

    Budak Ambisi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri. Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia […]

  • DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja […]

  • Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya menjaga iklim politik yang sejuk, harmonis, serta memperkuat sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo di Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (3/1/2026). Dalam sambutannya, Idah menyampaikan apresiasi kepada […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Menurut Ahmad Tholabi, imam masa depan harus mampu mengintegrasikan keilmuan keislaman dengan kompetensi sosial, digital, dan wawasan kebangsaan agar dapat menjawab kebutuhan umat di era transformasi. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI, Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., menambahkan bahwa penguatan kualitas imam merupakan investasi strategis bagi pembangunan bangsa. Ia mengatakan […]

expand_less