PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat
- account_circle Sakti
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 43
- print Cetak

Suasana rapat evaluasi PBB P2 yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati Maros. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondilon.com, MAROS – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menggelar rapat evaluasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) per 26 November 2025. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, digelar di ruang rapatnya, Senin (1/12/2025), dan memaparkan capaian terkini realisasi PBB-P2 di 14 kecamatan.
Hingga akhir November, realisasi penerimaan PBB-P2 Maros telah mencapai Rp40,675 miliar atau 84,19 persen dari target Rp46,08 miliar. Kecamatan Camba mencatatkan capaian tertinggi dengan 98,75 persen, disusul Mallawa sebesar 92,65 persen dan Mandai sebesar 91,93 persen. Tiga kecamatan lainnya—Cenrana, Bantimurung, dan Simbang—juga berada pada kategori capaian tinggi.
Namun, capaian berbeda terlihat di beberapa wilayah. Moncongloe menjadi kecamatan dengan realisasi terendah, baru mencapai 38,71 persen dari ketetapan Rp3,88 miliar. Diikuti Tompobulu yang baru menyentuh 50 persen serta Tanralili dengan capaian 51 persen.
Optimisme Pemkab Menjelang Akhir Tahun
Wakil Bupati Muetazim Mansyur menyatakan pihaknya tetap optimistis dapat menutup tahun dengan capaian 100 persen. Ia menyebut masih ada potensi wajib pajak yang biasanya melakukan pelunasan di akhir tahun.
“Kita masih sangat optimis bisa mencapai target karena memang ada beberapa wajib pajak yang melunasi di akhir tahun. Kita butuh sekitar Rp2,5 miliar untuk mencapai 100 persen,” ujarnya.
Muetazim juga menjelaskan rendahnya capaian Moncongloe dipicu kendala administratif di kawasan perumahan. Banyak sertifikat rumah yang belum balik nama dari pengembang ke penghuni, sehingga warga tidak bisa melakukan pembayaran PBB.
“Banyak wajib pajak belum bisa membayar karena sertifikat masih atas nama pengembang. Ini cukup berpengaruh, tapi langkah percepatan sudah kami ambil,” ujarnya.
Bapenda Buka Layanan hingga Hari Libur
Kepala Bapenda Maros, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka layanan pembayaran PBB meskipun di hari libur. Langkah ini diambil sebagai upaya mempermudah masyarakat dan mendorong percepatan capaian.
“Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis target bisa tercapai,” katanya.
Ferdi juga mengungkapkan bahwa Bapenda telah memberikan insentif kepada camat dan kolektor yang berhasil mencatat capaian minimal 75 persen. Insentif tambahan akan diberikan setelah realisasi mencapai 100 persen.
“Kami sudah cairkan insentif untuk yang melewati 75 persen. Sisanya akan menyusul setelah 100 persen, mulai dari camat hingga kepala dusun atau kelurahan,” tutupnya.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar