Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- visibility 39
- print Cetak

Menurut Prasetyo, rencana tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang ingin rutin mengunjungi daerah terdampak bencana, minimal satu kali dalam sepekan. FOTO : ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menghabiskan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
“Direncanakan begitu (tahun baru ke Sumatra),” ujar Prasetyo Hadi, seperti dikutip dari Kompas.com.
Menurut Prasetyo, rencana tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang ingin rutin mengunjungi daerah terdampak bencana, minimal satu kali dalam sepekan. Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu perkembangan kondisi di lapangan.
“Rencananya begitu. Sedang direncanakan, sedang dilihat. Karena tentunya kita harus mengikuti kondisi di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan niat tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia menegaskan pentingnya pemantauan langsung terhadap penanganan bencana di daerah.
“Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu, untuk memantau perkembangan,” kata Prabowo.
Presiden berencana mengunjungi tiga provinsi di Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor besar, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mengungkapkan telah beberapa kali mengunjungi wilayah tersebut, namun tetap ingin kembali memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
“Saya sudah ke sana beberapa kali, ke Aceh sudah tiga kali, ke Sumatra Utara dua kali, ke Sumatra Barat satu kali. Dan rencananya saya akan segera ke sana lagi,” ujarnya.
Sementara itu, di Jakarta, persiapan perayaan malam tahun baru tetap berlangsung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perayaan pergantian tahun akan digelar tanpa pesta kembang api, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap daerah yang tengah dilanda bencana.
Perayaan Tahun Baru 2026 di Ibu Kota akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan hiburan musik dari band D’Masiv. Band tersebut secara khusus akan membawakan lagu “Jangan Menyerah” tepat pada detik-detik pergantian tahun, atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Melansir TribunJakarta.com, Pramono menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bertujuan menyampaikan pesan dukungan moril dan harapan kepada masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.
“Karena untuk memesan lagu seperti ini kan enggak gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun,” ujar Pramono.
Selain pertunjukan musik, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kepedulian nasional.
“Semua agama akan ada di tempat itu, karena apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua,” kata Pramono.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar