Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

  • account_circle Dr. Mansur Basir
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana dan kapan pun sebuah agama itu mendiami suatu tempat (living). Dan di saat yang bersamaan pula,manusiarisalah akan kehilangan jati dirinya sebagai manusia sejati jika doktrin fitrah ini tidak terimplementasi secara efektif. Dalam kerangka inilah, maka setiap agama memiliki instrument dan cara-cara berbeda untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan kinerja doktrinnya. 

Dalam Doktrin Islam, manusia sebelum lahir ke dunia ini masing-masing telah memegang erat perjanjian dan kesepakatan (consensus) antara dirinya dengan Tuhan- Nya. Janji itu isinya sangat singkat tetapi mengandung makna yang amat luas dan dalam: “Alastu Birabbikum Qaaluu Bala Syahidnaa”,Siapa Tuhanmu,lalu kita menjawab: “Akubersaksi bahwa Engkau Allah Tuhanku”. Kalimat itulah yang disebut “fitrah manusia”karena semua yang lahir secara fitrah pasti beriman kepada Allah. Doktrin puasa sejak dahulu kala telah dilakukan oleh hampir semua nabi dan rasul karena diyakini mampu mengontrol setiap tindakan manusia dan dapat mengembalikan manusia kepada fitrah kesucian sebagaimana janji dahulu. Allah Swt. mengafirmasi ini dalam firman-Nya (Q.S. Surah Ar-Rum: 30).  Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu,tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. bersabda:“Tiap-tiap manusia yang lahir dalam keadaan ‘fitrah”. Penemuan manusia modern telah menemukan sebuah riset ilmiah yang sangat berhubungan dengan konsep fitrah ini. Linas seorang dokter ahli syaraf menemukan dalam otak manusia terdapat gelombang “Osilasi Syaraf 40 Hz”. Ramachandran dan Pesinger menyebut gelombang osilasi syaraf ini sebagai “Titik Tuhan” (God Spot) atau “modul Tuhan” (God module). Inilah penemuan paling canggih manusia di abad modern. Inilah pembuktian ilmiah kebenaran agama Islam dan keagungan Al-Quran di abad teknologi serba canggih ini. Jika “titikTuhan” ini dikaitkan dengan “Osilasi Syaraf 40 Hz” seperti gelombang radio, maka ditemukan bukti ilmiah bahwa:“Otak manusia merupakan pusat seluruh kecerdasan baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual”.Dengan kecerdasan spiritual (God Spot) inilah manusia mampu mengenal Allah. Kecerdasan spiritual inilah yang berfungsi mengatur hati nurani kita agar selalu berada dalam bingkai fitrah dan kebenaran.Di dalam otak spiritual inilah Allah Swt memasang satelit pengintai atau signal sehingga dimanapun manusia berada, apapun kebaikan atau kejahatan yang dikerjakannya walau sebesar biji sarra pasti Allah Swt langsung mengetahuinya sebagaimana firmannya dalam Q.S. Luqman Ayat 16:Artinya: “Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi yang kamu lakukan, kemudian kamu sembunyikan dari batu atau di langit atau di dalam perut bumi,niscaya Allah akan mengetahuinya”

Pada titik tertentu, orang yang melakukan puasa berada pada posisi tidak berdaya,dan lemah karena jasmaninya tidak diberi asupan makanan dan minuman pada jam tertentu dalam kurun waktu cukup lama (a month) sembari terus melakukan ritual keagamaan seperti dzikir, shalat, baca quran dll akan mengasah kecerdasan batin (spiritual) pada level tertinggi. Maka manusia yang cerdas spiritual akan mampu melihat manusia lain secara sama, dan tidak lagi membeda-bedakan yang pada akhirnya melahirkan konsep kesetaraan(egaliter), konsep persamaan (equality), bahkan konsep persaudaraan sejati (brotherhood) bahwa kita adalah mereka dan mereka adalah kita seperti filosofi masyarakat Sulawesi Utara Torang Samua Basudara.

Selain itu, puasa juga memberi predikat the best terhadap pelaku puasa yang mampu berbagi dengan orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw.” Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berbuka puasa itu”. Doktrin ini pun mengajarkan pelaku puasa untuk cinta berbagi dengan sesama, mampu merasakan penderitaan saudara- saudaranya yang lain (sense of crisis).Latihan berbagi pada level sosial seperti ini sesungguhnya akan melahirkan perasaan cinta sesama untuk rela berkorban.Si kaya akan lebih arif memahami kebutuhan si miskin,dan si miskin pun akan tumbuh perasaan respek. 

Orang yang berpuasa dengan penuh kehati-hatian adalah buah dari fitrah keimanannya yang kokoh dan kuat laksana akar pohon yang menghujam ke dalam tanah sehingga tidak mudah tumbang dengan hempasan angin. Dengan fitrah keimanan yang kuat dan kokoh inilah, syaitan laknatullah tidak mampu mendekati dan menggoda orang yang berpuasa. Syaitan akan terhempas oleh derasnya arus iman di hati seperti manusia terlempar ketika tersengat aliran listrik. Inilah salah satu makna hadits Rasulullah Saw bahwa “Di bulan suci ramadhan syaitan dibelenggu,pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka…” Dengan demikian yang membelenggu syaitan sebenarnya adalah kekuatan iman orang-orang berpuasa itu sendiri. Syaitan berada dimana-mana, bisa saja dia tidur bersama kita, syaitan bisa saja berjalan bareng dengan kita, syaitan bisa saja makan bersama dengan kita, syaitan bisa berada di ruang kerja kita atau berada di pasar senggol dan supermarket. Dengan konsepsi seperti ini maka orang berpuasa akan menjaga dirinya untuk tidak menyakiti saudaranya baik secara lisan (hate speech) maupun perbuatan. 

Pada akhirnya, jika puasa dilakukan secara baik, konsisten dan penuh keikhlasan, maka the final destination adalah la’allakum tattaquun sebuah predikat yang sangat tinggi dari Tuhan yang Maha Perkasa. Keberadaan orang-orang yang bertaqwa ini akan selalu memberi kebaikan dan kedamaian di manapun dia berada.Karena orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah mereka dalam golongan manusia paripurna, keimanannya mendekati level para nabi dan Rasul, dan ketaatannya setara dengan para waliyullah. Itulah sebabnya,ganjaran orang-orang yang berpuasa adalah surga.

Orang yang dihatinya ada surga,maka hidupnya akan senantiasa dalam kedamaian,menebar kebaikan terhadap sesama dan memperlakukan orang lain seperti dirinya tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan. Dalam bahasa kekinian, jika dia bukan saudara kita dalam keyakinan (ukhuwah islamiyah),maka dia mungkin saudara kita dalam sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah),jika pun mereka bukan saudara kitasebangsa dan setanah air, dia pasti saudara kita dalam kemanusiaan (ukhuwah insaniyah).Inilah kontribusi doktrin cinta kasih agama pada level kemanusiaan yang sangat tinggi yang memandang other secara holistic

  • Penulis: Dr. Mansur Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada Senin, 9 Februari 2026. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Sebelum bergabung dalam jajaran […]

  • Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginginkan penerima bantuan sosial dievaluasi secara berkala progresnya. Menurutnya, bantuan sosial, UMKM dan banyak lagi perlu dipantau dampaknya bagi penerima. “Sampai saat ini kita belum bisa memetakan secara baik UMKM mana yang layak dikembangkan. Kita beri bantuan, lalu selesai. Padahal kalau dimonitor kualitasnya bisa meningkat,” ujar Gubernur Gusnar saat Rapat Paripurna […]

  • Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi photo_camera 7

    Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 125
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Daerah secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Kabupaten Pohuwato. Perda ini diproyeksikan menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, terukur, dan terintegrasi hingga level desa dan kelurahan. Abdullah K. Diko, […]

  • Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Saat ini, sedang ramai soal fenomena kekinian yang sedang menjadi perdebatan publik terkait dengan Goyang THR. Ada yang berpendapat “ini kan cuma hiburan”, “bolo samua ngoni mo protes”, “kalo suka beken”, dan “ngga beda ini torang pe niat dengan goyang lo Yahudi yang ngoni tuduhkan”. Ada juga sebagian kalangan berpendapat berbeda dan terkesan tidak menyetujui […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

expand_less