Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Ilusi Stabilitas Demokrasi

  • account_circle Suko Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 280
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan sejatinya mengajarkan integritas yang tidak bergantung pada sorotan publik. Puasa melatih manusia untuk jujur dalam kesunyian, taat tanpa pengawasan manusia. Nilai ini relevan bagi kehidupan politik. Stabilitas yang kokoh tidak lahir dari pengelolaan persepsi, melainkan dari konsistensi antara simbol dan realitas. Kejujuran yang tidak dipentaskan justru menjadi sumber legitimasi yang paling kuat.

Tantangan demokrasi Indonesia saat ini bukan semata soal mekanisme elektoral atau desain kelembagaan. Tantangannya adalah bagaimana mengubah stabilitas prosedural menjadi stabilitas substantif. Stabilitas substantif berarti rakyat merasakan keadilan, bukan hanya melihat ketertiban. Ia berarti hukum dipahami sebagai pelindung, bukan ancaman. Ia berarti kritik tidak dipersepsi sebagai gangguan, melainkan sebagai bagian dari dinamika sehat
demokrasi.

Publik Indonesia kian kritis. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan digital yang memungkinkan mereka membandingkan janji dan realisasi secara cepat. Mereka tidak hanya menilai apa yang dikatakan pemimpin, tetapi juga apa yang dilakukan. Dalam situasi ini, politik pencitraan memiliki batas efektivitas. Ketika realitas tidak sejalan dengan narasi, kepercayaan sulit dipertahankan.

Kita tidak sedang berada dalam krisis terbuka yang mengguncang sendi negara. Namun gejala sinisme publik tidak bisa diabaikan. Sinisme muncul ketika rakyat merasa suaranya kurang didengar atau ketika kebijakan dinilai jauh dari kebutuhan nyata. Dalam jangka panjang, sinisme dapat menggerus partisipasi politik dan melemahkan kualitas demokrasi.

Ramadhan memberi kesempatan untuk melakukan muhasabah kolektif. Bukan hanya individu yang bertanya tentang kualitas ibadahnya, tetapi juga negara yang merefleksikan kualitas kebijakannya. Apakah stabilitas yang ada telah diiringi keadilan yang dirasakan. Apakah simbol kesalehan telah diikuti keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

  • Penulis: Suko Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 578
    • 0Komentar

      Cecep menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan astronomi (hisab), pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 07 menit 52 detik. Sementara itu, elongasi hilal berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat […]

  • Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

    Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo.com
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Nulondalo.com-Makassar. Suasana Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun ini terasa berbeda. Meski tidak semua kader hadir secara fisik dalam perayaan, semangat kebersamaan tetap bergema di ruang-ruang digital. Status WhatsApp, unggahan Instagram, hingga cuitan di Twitter menjadi tanda bahwa kader HMI di seluruh penjuru tanah air ikut menyemarakkan momentum bersejarah ini. Kebanggaan sebagai kader tampak nyata. […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan internasional dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam acara penyerahan bantuan oleh Branch Singapore Aid kepada 150 keluarga berisiko stunting di Kota Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global

    IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PP IPIM), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa imam masjid memiliki peran strategis sebagai agen transformasi masyarakat, bukan sekadar memimpin salat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) dan MTQ Imam Masjid Provinsi […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

expand_less