Breaking News
light_mode
Trending Tags

Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 111
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah.

Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang meledak.  Fenomena ini menunjukkan bahwa kita sedang hidup di dunia hyper-reality—dunia yang melipatgandakan realitas, di mana realitas kedua terasa lebih realistic ketimbang realitas pertama. Realitas asli sering kali kalah oleh representasi digitalnya sendiri. Inilah dunia kita, saat ini.

Dunia hyper-reality ini menantang kita untuk memikirkan ulang konsep kebenaran, kepercayaan, dan interaksi manusia. Di satu sisi, potongan digital memungkinkan informasi menyebar cepat, memobilisasi opini publik, dan memberi suara bagi mereka yang sebelumnya tak terdengar. Pesan yang singkat, video berdurasi beberapa detik, atau potongan teks dapat memunculkan empati, solidaritas, bahkan aksi kolektif yang nyata—sesuatu yang sulit dicapai melalui komunikasi tradisional.

Di sisi lain, dunia digital menciptakan ruang di mana kesalahan interpretasi, manipulasi, dan distorsi menjadi mudah tersebar, dan sering kali lebih berdampak daripada fakta itu sendiri. Algoritma memperkuat konten yang menimbulkan reaksi emosional, sehingga yang dramatis sering kali lebih didengar daripada yang benar. Sebuah potongan informasi bisa menimbulkan persepsi publik yang salah, memecah opini, atau memprovokasi konflik—meski kenyataannya jauh berbeda. Dalam konteks ini, kebenaran tidak lagi bersifat absolut, melainkan dipengaruhi oleh ritme viralitas, kekuatan representasi, dan persepsi kolektif.

Fenomena ini memaksa kita, sebagai subjek digital, untuk lebih sadar akan fragmen yang kita konsumsi dan bagikan. Setiap klik, setiap komentar, dan setiap share adalah bagian dari cara kita membentuk realitas bersama. Menjadi subjek digital berarti tidak hanya hadir, tetapi hadir dengan kesadaran—memahami fragmentasi informasi, menyadari bias dan manipulasi, dan tetap berupaya menemukan keseluruhan.

Ini adalah kemampuan untuk tidak sekadar bereaksi, tetapi melihat keseluruhan; tidak sekadar percaya pada viralitas, tetapi mempertanyakan apa yang membentuknya. Subjek digital yang harus menyadari bahwa setiap potongan konten adalah bagian dari narasi yang lebih besar, bahwa setiap opini yang menyebar adalah representasi yang dipilih dan dikurasi, bukan cerminan penuh dari realitas.

Lebih dari itu, dunia digital membentuk identitas kita. Dalam ruang ini, siapa kita bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita diinterpretasikan. Identitas menjadi cair, persepsi menjadi cepat dan luas, dan kita menjadi pemain dalam simulasi kolektif di mana realitas asli dan representasinya saling melengkapi sekaligus bertentangan.

Dunia digital tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga cara kita berpikir, merasa, dan menilai. Ia membentuk ruang di mana makna, kebenaran, dan realitas tidak lagi linear, tetapi fragmentaris, simultan, dan terdistribusi.

Menjadi subjek digital berarti memahami fragmentasi ini, mampu membaca potongan-potongan informasi yang bertebaran, dan tetap mencari keseluruhan narasi di baliknya. Kapasitas subyek digital yang dibutuhkan: mampu menilai, membedakan, dan menahan diri sebelum bereaksi. Menjadi subjek digital berarti tetap reflektif, kritis, dan manusiawi—tidak larut dalam viralitas instan, tetapi mampu menempatkan diri dalam konteks, memahami niat, dan mempertimbangkan dampak sebelum berbagi atau menilai.

  • Penulis: Pepi al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan bantuan sosial. Kali ini, giliran tiga kecamatan di Kabupaten Boalemo yang menjadi titik penyaluran bantuan pada Selasa (1/7/2025), yakni Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, turun langsung menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G), […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.” PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi […]

  • Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 83
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini terinsiprasi dari sambutan Menteri Agama, Prof AGH Nazarudin Umar dalam acara peluncuran buku tafsir ayat-ayat ekologi: membangun kesadaran ekoteologis berbasis Alquran yang dilaksanakan di Gedung Bayt Alquran, TMII oleh LPMQ (Lajnah Pentashih Mushaf Quran). Dalam epistemologi Islam, ayat bukan sekadar rangkaian kalimat dalam kitab suci. […]

  • GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik. Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, […]

  • DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Gorontalo menyatakan dukungan penuh dan memastikan kehadiran dalam agenda nasional tersebut. RAPIMNAS Tani Merdeka Indonesia akan digelar di Gedung Kementerian, Jakarta, pada 27–28 Agustus 2025. Forum ini menjadi ajang strategis konsolidasi nasional untuk memperkuat peran petani dalam […]

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

expand_less