Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tumbilotohe, Tradisi Gorontalo Sarat Makna Menjelang Idulfitri

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap daerah tentu berbeda ketika menyambut lebaran idulfitri. Di Gorontalo ada tradisi yang berbalut kental adat dan islami saat menyambut Idulfitri setiap tahun. Ada tradisi tumbilotohe atau malam pasang lampu yang digelar warga ketika masuk pada malam ke 27 Ramadan.

Konon, tradisi tumbilotohe ada sejak abad ke-15 masehi. Dahulu, warga yang datang ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih dan membayar zakat, butuh penerangan atau lampu yang terbuat dari getah damar. Lampu tradisional ini mampu bertahan lama saat dinyalakan.

Namun, seiring perkembangan zaman, lampu berbahan getah damar ini diganti dengan lampu padamala yang berbahan minyak kelapa, air dan kapas. Dan biasanya, lampu tradisional itu diberi pewarna sehingga terlihat indah ketika ditempatkan dalam cangkir.

Tumbilotohe Tradisi Penghargaan

Tumbilotohe tidak hanya tradisi sarat nilai adat, tapi ia juga adalah tanda bagi warga muslim di Gorontalo yang hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saatnya, akan berpisah dengan bulan yang mulia dan penuh berkah.

Bagi kalangan Nahdliyin di Gorontalo, tumbilotohe merupakan tradisi penghargaan yang dalam atas dedikasi dan keteguhan para sahabat Nabi yakni 4 khulafaur rasyidin. Tepat di malam 27 Ramadan, saat menyalakan lampu, diiringi dengan penyebutan 4 sahabat nabi secara berurutan dan membaca surah al-Qadr.

Lampu tradisional tersebut dipasang di depan rumah atau di pinggir jalan, bahkan di tanah lapang. Untuk warga sendiri, jumlah lampu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada. Tak hanya itu, biasanya warga Gorontalo memasang alikusu tepat di pintu gerbang masuk rumah.

Alikusu ini berbentuk kerangka mengikuti gerbang depan rumah lalu dihiasi patodu (pohon tebu), lambi (pohon pisang berbuah). Alikusi memiliki makna simbolik yang diartikan sebagai tempat hidup atau tempat tinggal karena lampu-lampu yang diletakkan dalam keadaan menyala itu bermanfaat memberi penerangan agar tidak tersesat.

Selain itu, secara filosofis, alikusu juga diartikan sebagai tempat berkumpulnya roh dan jasad para nenek moyang. Lampu diartikan sebagai jasad, sedangnya cahaya lampu diartikan sebagai rohnya.

Tumbilotohe Adalah Tradisi Keberkahan

Tumbilotohe diyakini warga Gorontalo sebagai tradisi yang syarat dengan harapan demi mendapat keberkahan pada malam Lailatul Qadr atau pada 10 malam hari terakhir di bulan Ramadan. Kian kemari, perayaan tradisi tumbilotohe dilaksanakan saat penghujung Ramadan.

Pada malam tumbilotohe, biasanya akan selalu ada orang-orang Gorontalo yang akan meminta zakati (uang) dari rumah ke rumah penduduk. Warga Gorontalo meyakini bahwa pada malam itu akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Selain lampu damar dan padamala, dalam tradisi tumbilotohe, warga biasanya menggunakan Moronggo (obor) yang terbuat dari bambu kuning berdiameter kecil, sedang atau besar yang diisi dengan minyak tanah dan sumbu yang terbuat dari kain atau sabut kelapa kering.

Ada juga tonggolo’opo atau lampion bambu yang terbuat dari bambu besar yang ujungnya dibelah sesuai dengan besarnya bambu dan di dalamnya di letakkan batok kelapa sehingga membentuk jari-jari yang nantinya akan diisi dengan kertas warna warni dan di dalamnya di pasang lampu botol.

Saat malam tumbilotohe, biasanya kemacetan terjadi. Orang-orang memadati setiap titik untuk melihat ribuan tohetutu (lampu botol berisi minyak tanah) dipasang di tepi jalan dan tanah lapang. Jalan terasa sesak. Setiap kendaraan berjalan lambat membuat kemacetan. Ini bisa terasa jika menyusuri jalan-jalan di Kota Gorontalo.

Tumbilotohe Tradisi Bermuhasabah

Tumbilotohe juga digelar bukan sekedar bersukacita setelah berjuang keras menahan lapar dan dahaga, akan tetapi, tradisi ini adalah momentum muhasabah di tiga malam terakhir di bulan Ramadan.

Di India, tradisi tumbilotohe seperti festival Diwali. Penduduk India akan merayakan tradisi ini dengan menyalakan lampu minyak di kediamannya. Tradisi ini layaknya juga di Dieng atau Jogjakarta ketika menjelang tahun baru. Tapi di Gorontalo, pelaksanaan ini ada ketika masuk di penghujung Ramadan.

Di Tahun 2007, tumbilotohe tercatat dalam rekor MURI. Warga berhasil menyalakan 5 juta lampu saat itu. Tradisi ini bagi warga Gorontalo di rantau, adalah magnet tersendiri untuk mudik dan tak ingin ketinggalan momen tumbilotohe.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ketua SEMA-HABAR (Sentral Mahasiswa Halmahera Barat), Riwan Basir menyampaikan harapannya kepada Bupati Halmahera Barat, James Uang yang baru terpilih dan baru saja dilantik beberapa hari lalu agar lebih memperhatikan berbagai aspek pembangunan di kabupaten Hal-bar. Ketua Sentral Mahasiswa menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama jalan, sekolah, rumah sakit, transportasi umum, serta pengelolaan pasar yang lebih baik. […]

  • MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 baru-baru ini menuai gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, khususnya dari lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Tayangan tersebut dinilai telah menyudutkan, bahkan melecehkan, posisi pesantren dan kiai dua entitas yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Dalam pernyataan resmi, Ketua MDS Rijalul Ansor Provinsi Gorontalo, […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Map Is Not Territory

    Map Is Not Territory

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Oleh : Pepy Albayqunie (Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah) Dalam kegiatan orientasi atau pelatihan Moderasi Beragama, ada satu latihan sederhana yang sering memantik diskusi selanjutnya. Peserta diminta menggambar denah perjalanan dari rumah menuju lokasi pelatihan. Tidak perlu akurat, tidak […]

  • Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan dan pengamanan oleh berbagai instansi serta institusi terus ditingkatkan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros terkait pengamanan dan ketertiban selama momentum Nataru. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Penjabat (PJ) Kepala Desa Majannang, Syamsir, secara tegas mengimbau […]

expand_less