Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut.

Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan rasa yang kuat. Lalampa terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan, lalu diisi dengan abon ikan yang gurih dan sedikit pedas, kemudian dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan ini menghadirkan aroma khas yang tak bisa ditiru oleh kue sejenis lainnya.

Isian Lalampa umumnya menggunakan ikan cakalang atau tongkol yang disuwir dan dibumbui rempah khas Gorontalo, termasuk bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, dan daun jeruk. Perpaduan ini memberikan sensasi gurih, pedas, dan harum yang begitu menggoda.

Makna Budaya dalam Setiap Gigitan

Lalampa bukan hanya sekadar camilan, tapi juga bagian dari tradisi. Kue ini biasa disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran keluarga, hingga sebagai kudapan saat berkumpul bersama. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa menyajikan Lalampa adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan keluarga.

Proses pembuatan Lalampa juga masih banyak dilakukan secara tradisional, menggunakan alat-alat sederhana dan melibatkan banyak tangan. Hal ini menjadikan kue ini bukan hanya lezat, tapi juga penuh makna kekeluargaan.

Gizi dan Kelezatan yang Menyehatkan

Lalampa mengandung karbohidrat dari ketan, protein dari ikan, dan lemak sehat dari santan, menjadikannya pilihan camilan yang mengenyangkan dan bergizi. Kandungan bumbu dan daun pisang juga memberikan manfaat antioksidan alami.

Kini, Lalampa tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional atau acara keluarga. Berkat geliat industri rumahan dan promosi kuliner daerah, banyak UMKM di Gorontalo yang mulai memproduksi Lalampa dalam versi modern—termasuk lalampa beku (frozen) yang bisa dikirim ke luar daerah dan tinggal dipanaskan saat ingin disantap.

Beberapa inovasi juga mulai bermunculan, seperti lalampa dengan isian ayam suwir, abon sapi, bahkan keju pedas. Namun, versi tradisional dengan ikan tetap menjadi favorit banyak orang.

Lalampa adalah salah satu warisan kuliner Gorontalo yang layak dibanggakan. Di tengah gempuran makanan instan dan modern, Lalampa hadir sebagai pengingat bahwa kelezatan sejati berasal dari resep-resep tradisional yang dibuat dengan ketulusan dan cinta.

Jika Anda berkunjung ke Gorontalo, jangan lupa untuk mencicipi atau membawa pulang Lalampa. Sebab, dalam setiap gigitannya tersimpan cerita panjang tentang budaya, rasa, dan kearifan lokal.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sejarah Islam mengenal banyak kisah tentang keberanian dan kesetiaan. Namun kisah Wahsyi bin Harb agak unik dan rumit. Ia bukan tokoh yang sejak awal berdiri di barisan kaum Muslimin. Ia datang dari Habasyah menjadi budak Jubair ibn Mut‘im. Keahliannya adalah melempar tombak—sebuah keterampilan yang kelak mengubah arah hidupnya dan tercatat dalam sejarah. Dalam Perang Uhud, […]

  • Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Di era digital, perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mencapai financial freedom. Kemajuan teknologi telah mengubah cara bekerja, berbisnis, berinvestasi, hingga mengelola keuangan. Kesempatan yang dahulu hanya dimiliki segelintir orang, kini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan beradaptasi. Namun, kemudahan teknologi juga membawa tantangan. Akses belanja yang semakin praktis, maraknya pinjaman […]

  • PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kabar baik datang bagi tenaga PPPK paruh waktu (PPPK PW) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memastikan bahwa para tenaga PPPK paruh waktu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh atau 100 persen. Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Adhan usai melantik pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo […]

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 532
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

  • Menakar Hari Jadi Molalahu Mulolo (Sebuah Tawaran Interpretatif)

    Menakar Hari Jadi Molalahu Mulolo (Sebuah Tawaran Interpretatif)

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Pada pertemuan komunitas Molalahu Mulolo, Kamis, 2 Juli 2026 di Kantor Desa Molalahu, satu pertanyaan 26 tahun yang lalu kembali muncul dan terasa belum benar-benar selesai, yaitu kapan sebenarnya hari lahir Molalahu? Pertanyaan tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam forum yang sama, pembahasan justru lebih dulu mengarah pada isu yang lebih mendesak, yakni aktivitas tambang tanpa […]

expand_less