Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 119
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya dan juga dari kutipan hadits yang sering ia syarah:

Dalam Tafsir Marah Labid, ketika menafsirkan QS. Al-Isra’ ayat 78:

“Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” – (QS. Al-Isra’: 78)

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat  Subuh disaksikan oleh dua kelompok malaikat, yakni malaikat malam dan malaikat siang. Mereka saling bergantian dan bertemu pada waktu Subuh, menyaksikan dan melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi mengutip hadits Nabi SAW: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Dalam penjelasannya, Syekh Nawawi menegaskan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh) sangat mulia. Nilainya tidak bisa diukur dengan kekayaan dunia, karena ia mendatangkan keridhaan Allah dan keberkahan hidup.

Sementara, dalam Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Nawawi menyebutkan hadits:

“Barang siapa yang shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka ia tidak akan masuk neraka.” – (HR. Muslim)

Beliau menekankan bahwa menjaga shalat Subuh secara berjamaah dan tepat waktu akan menjauhkan seseorang dari api neraka, bahkan menjadi salah satu sebab utama masuk surga.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi menyebut bahwa orang yang melaksanakan  shalat Subuh berada dalam jagaan (dhaman) Allah SWT sepanjang hari.

Hal tersebut merujuk pada hadits: “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi juga menyebutkan bahwa shalat berjamaah Subuh (dan Isya) menjadi penyebab seseorang mendapat cahaya pada hari kiamat:

“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Syekh Nawawi menafsirkan bahwa shalat Subuh berjamaah di masjid, yang dilakukan dalam keadaan gelap sebelum matahari terbit, adalah bukti keimanan yang kuat dan akan dibalas dengan nur (cahaya) yang menyinari jalan mereka di akhirat.

Bagi Syekh Nawawi al-Bantani, shalat Subuh bukan hanya ibadah rutin, tetapi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan umat Islam untuk tidak melalaikannya, baik yang wajib maupun sunnahnya (qabliyah), terutama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

“Shalat Subuh adalah cahaya hati, penjaga ruhani, dan pelindung jasmani,” demikian petuah hikmah yang sering dikutip dari ulama-ulama sejalan dengan pemikiran Syekh Nawawi.

Shalat Subuh Berjamaah: Cahaya Sempurna dan Penjaga dari Kemunafikan

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima shalat wajib yang ditetapkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun, di antara shalat-shalat tersebut, Subuh dikenal sebagai ibadah yang paling berat dijalankan, terutama secara berjamaah. Hal ini bukan karena substansinya lebih sulit, tetapi karena waktu pelaksanaannya bersamaan dengan waktu istirahat mayoritas manusia, yakni menjelang pagi.

Kesulitan ini menjadi ujian tersendiri bagi keimanan seorang  hamba. Namun, justru dalam kesulitan itulah terkandung berbagai keutamaan besar bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya secara istiqamah, terutama secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang istiqamah melangkah ke masjid dalam kegelapan Subuh:

“Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad , sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Cahaya ini adalah simbol petunjuk, keselamatan, dan kemuliaan di padang mahsyar kelak, ketika tidak ada cahaya kecuali dari amal shaleh. Shalat Subuh berjamaah menjadi sumber cahaya yang mengantar seorang mukmin menuju Surga.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadits sahih berikut:

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia seperti orang yang melakukan shalat malam sepanjang malam.”- (HR. Muslim)

Shalat Subuh berjamaah tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi dianalogikan seperti qiyamul lail penuh, meskipun hanya berlangsung dua rakaat. Ini menunjukkan kedudukan agung Subuh berjamaah dalam timbangan amal.

Shalat secara berjamaah pada dasarnya lebih utama dibandingkan shalat sendirian. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala shalat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Maka, ketika shalat Subuh dilakukan berjamaah, keutamaannya berlipat lebih besar, karena waktu dan cara pelaksanaannya sama-sama bernilai tinggi.

Rasulullah juga sangat menekankan pentingnya dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh). Dalam hadits dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid juga menekankan betapa agungnya nilai dua rakaat ini. Ia bukan hanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang luar biasa untuk mengawali hari seorang mukmin.

Shalat Subuh dan Isya berjamaah menjadi indikator keimanan. Dalam hadits yang sangat tegas, Rasulullah  bersabda:

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak…”- (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan, Rasulullah mengungkapkan keinginannya untuk membakar rumah orang yang tidak mau datang shalat berjamaah tanpa uzur. Ini menunjukkan betapa pentingnya berjamaah dalam pandangan syariat Islam, terlebih pada waktu Subuh.

Dari berbagai hadits dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa shalat Subuh bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan indikator sejati keimanan dan keistiqamahan seorang Muslim.

Melaksanakannya secara berjamaah akan mendatangkan pahala besar, perlindungan Allah sepanjang hari, serta cahaya yang menyelamatkan di hari Kiamat. Di dalamnya juga terkandung pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta terhadap Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga shalat Subuh berjamaah, meraih cahaya sempurna, dan dijauhkan dari sifat munafik. Aamiin.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

    Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Negeri ini kian sering bekerja dengan cara tiba-tiba. Kebijakan lahir mendadak, diumumkan gegap gempita, lalu dijalankan sambil tergesa. Ketika tersandung di lapangan—yang sebenarnya bisa diprediksi sejak awal—negara pun segera masuk ke fase berikutnya: kebisingan klarifikasi. Dua hal ini bukan kebetulan. Negeri Tiba-Tiba dan Klarifikasi yang Ribut adalah pasangan serasi dalam politik kita hari ini. Ambil […]

  • Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara 82 orang masih dalam proses pencarian hingga pukul 15.00 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Bencana dipicu hujan dengan […]

  • Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan jaringan narkotika kelas kakap yang dikendalikan Erwin Iskandar alias Ko Erwin mulai terendus aparat. Setelah melakukan penyelidikan senyap selama berbulan-bulan, tim dari Bareskrim Polri akhirnya berhasil menangkap satu figur kunci dalam rantai distribusi sabu, Patrisius, kurir kepercayaan yang selama ini bergerak di bawah radar. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah kontrakan di kawasan […]

  • Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program […]

  • Kronologi Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar

    Kronologi Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bahtiar Baharuddin resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Penetapan tersangka tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Kejati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, di kantor Kejati Sulsel di Makassar pada Senin malam, 9 Maret 2026. Berikut kronologi pengungkapan kasus tersebut: Proyek Pengadaan Bibit […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

expand_less