Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya dan juga dari kutipan hadits yang sering ia syarah:

Dalam Tafsir Marah Labid, ketika menafsirkan QS. Al-Isra’ ayat 78:

“Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” – (QS. Al-Isra’: 78)

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat  Subuh disaksikan oleh dua kelompok malaikat, yakni malaikat malam dan malaikat siang. Mereka saling bergantian dan bertemu pada waktu Subuh, menyaksikan dan melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi mengutip hadits Nabi SAW: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Dalam penjelasannya, Syekh Nawawi menegaskan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh) sangat mulia. Nilainya tidak bisa diukur dengan kekayaan dunia, karena ia mendatangkan keridhaan Allah dan keberkahan hidup.

Sementara, dalam Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Nawawi menyebutkan hadits:

“Barang siapa yang shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka ia tidak akan masuk neraka.” – (HR. Muslim)

Beliau menekankan bahwa menjaga shalat Subuh secara berjamaah dan tepat waktu akan menjauhkan seseorang dari api neraka, bahkan menjadi salah satu sebab utama masuk surga.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi menyebut bahwa orang yang melaksanakan  shalat Subuh berada dalam jagaan (dhaman) Allah SWT sepanjang hari.

Hal tersebut merujuk pada hadits: “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi juga menyebutkan bahwa shalat berjamaah Subuh (dan Isya) menjadi penyebab seseorang mendapat cahaya pada hari kiamat:

“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Syekh Nawawi menafsirkan bahwa shalat Subuh berjamaah di masjid, yang dilakukan dalam keadaan gelap sebelum matahari terbit, adalah bukti keimanan yang kuat dan akan dibalas dengan nur (cahaya) yang menyinari jalan mereka di akhirat.

Bagi Syekh Nawawi al-Bantani, shalat Subuh bukan hanya ibadah rutin, tetapi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan umat Islam untuk tidak melalaikannya, baik yang wajib maupun sunnahnya (qabliyah), terutama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

“Shalat Subuh adalah cahaya hati, penjaga ruhani, dan pelindung jasmani,” demikian petuah hikmah yang sering dikutip dari ulama-ulama sejalan dengan pemikiran Syekh Nawawi.

Shalat Subuh Berjamaah: Cahaya Sempurna dan Penjaga dari Kemunafikan

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima shalat wajib yang ditetapkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun, di antara shalat-shalat tersebut, Subuh dikenal sebagai ibadah yang paling berat dijalankan, terutama secara berjamaah. Hal ini bukan karena substansinya lebih sulit, tetapi karena waktu pelaksanaannya bersamaan dengan waktu istirahat mayoritas manusia, yakni menjelang pagi.

Kesulitan ini menjadi ujian tersendiri bagi keimanan seorang  hamba. Namun, justru dalam kesulitan itulah terkandung berbagai keutamaan besar bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya secara istiqamah, terutama secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang istiqamah melangkah ke masjid dalam kegelapan Subuh:

“Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad , sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Cahaya ini adalah simbol petunjuk, keselamatan, dan kemuliaan di padang mahsyar kelak, ketika tidak ada cahaya kecuali dari amal shaleh. Shalat Subuh berjamaah menjadi sumber cahaya yang mengantar seorang mukmin menuju Surga.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadits sahih berikut:

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia seperti orang yang melakukan shalat malam sepanjang malam.”- (HR. Muslim)

Shalat Subuh berjamaah tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi dianalogikan seperti qiyamul lail penuh, meskipun hanya berlangsung dua rakaat. Ini menunjukkan kedudukan agung Subuh berjamaah dalam timbangan amal.

Shalat secara berjamaah pada dasarnya lebih utama dibandingkan shalat sendirian. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala shalat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Maka, ketika shalat Subuh dilakukan berjamaah, keutamaannya berlipat lebih besar, karena waktu dan cara pelaksanaannya sama-sama bernilai tinggi.

Rasulullah juga sangat menekankan pentingnya dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh). Dalam hadits dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid juga menekankan betapa agungnya nilai dua rakaat ini. Ia bukan hanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang luar biasa untuk mengawali hari seorang mukmin.

Shalat Subuh dan Isya berjamaah menjadi indikator keimanan. Dalam hadits yang sangat tegas, Rasulullah  bersabda:

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak…”- (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan, Rasulullah mengungkapkan keinginannya untuk membakar rumah orang yang tidak mau datang shalat berjamaah tanpa uzur. Ini menunjukkan betapa pentingnya berjamaah dalam pandangan syariat Islam, terlebih pada waktu Subuh.

Dari berbagai hadits dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa shalat Subuh bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan indikator sejati keimanan dan keistiqamahan seorang Muslim.

Melaksanakannya secara berjamaah akan mendatangkan pahala besar, perlindungan Allah sepanjang hari, serta cahaya yang menyelamatkan di hari Kiamat. Di dalamnya juga terkandung pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta terhadap Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga shalat Subuh berjamaah, meraih cahaya sempurna, dan dijauhkan dari sifat munafik. Aamiin.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Maros, AKP Ilham Yuliani, mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Camba dan Mallawa dalam pertemuan terpisah di Aula Polsek Camba dan Polsek Mallawa, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). […]

  • Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 105
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil. Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat […]

  • Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Fajrullah
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Menjelang Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi), umat Islam di Indonesia berpotensi kembali dihadapkan pada perbedaan penetapan awal puasa. Kali ini, pemicunya adalah fenomena astronomis unik: Sang Bulan Baru (Hilal) sejatinya belum lahir saat tanggal 29 Syakban 1447 H. Penentuan awal Ramadan akan berpusat pada Selasa, 17 Februari 2026 (29 Syakban). Kunci perdebatan ada pada waktu […]

  • Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, menegaskan bahwa olahraga harus diposisikan sebagai investasi strategis dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), 27 Februari 2026, di Jakarta. Forum tersebut […]

  • 793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan sapi kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo. Kegembiraan masyarakat terlihat saat menerima bantuan sapi dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kamis (23/10/2025). Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan ternak sapi di tiga kecamatan, yaitu Limboto Barat, Limboto, dan Telaga Biru. Total ada sebanyak 793 ekor sapi akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo sebagai bagian […]

  • Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang ringan, kuat, dan praktis menjadikannya pilihan utama dalam berbagai aktivitas manusia. Namun di balik kemudahan tersebut, sampah plastik justru menyimpan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Sebagai negara […]

expand_less