Breaking News
dark_mode
Trending Tags

UNUSIA Bersama PPATK Tolak Tindak Pidana Pencucian Uang

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar kegiatan Diskusi Kontemporer GEMA APUPPT (Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) pada Kamis, 6 November 2025, di Kampus UNUSIA Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan lembaga negara untuk memperkuat literasi keuangan dan menolak segala bentuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta pendanaan terorisme (TPPT) di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini menghadirkan enam pembicara dari berbagai bidang. Rafi Febrianto, Marketing Bisnis Kelembagaan Area Bogor, membuka diskusi dengan penjelasan tentang pentingnya berinvestasi secara aman dan cerdas. Ia memperkenalkan produk-produk keuangan legal seperti tabungan emas dan cicil emas dari PT Pegadaian yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta mengingatkan agar masyarakat menghindari investasi ilegal yang marak menawarkan keuntungan cepat tanpa dasar hukum.

Selanjutnya, Dr. Ahsanul Minan, M.H, Dosen Fakultas Hukum UNUSIA, memberikan perspektif hukum dan etika atas kejahatan finansial. Ia menjelaskan bahwa TPPU bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk penyimpangan moral karena menyamarkan harta yang berasal dari kejahatan. Dalam pandangan Aswaja, menjaga kehalalan harta (Hifdz al-Maal) adalah bagian dari ibadah sosial, sehingga pencegahan pencucian uang merupakan tanggung jawab moral bersama.

Dari PPATK, hadir dua pejabat utama: Supriadi, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, dan Sri Bagus Arrosyid, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Barang dan Jasa, dan Profesi Lainnya PPATK. Keduanya menyoroti peran strategis PPATK dalam mendorong kolaborasi lintas sektor — termasuk perguruan tinggi — untuk memperkuat sistem anti pencucian uang. Mereka juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar menjadi agen perubahan dalam membangun budaya integritas finansial di era digital.

Turut memberikan paparan dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D., Plt. Rektor UNUSIA, yang menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam menghadapi ancaman pencucian uang. Ia menyatakan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga benteng moral yang menanamkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial. “Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi, bukan korban dari sistem keuangan yang disalahgunakan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sementara itu, Yulia, Senior Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengajak mahasiswa memahami dunia investasi secara benar dan beretika. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus pencucian uang berawal dari penipuan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Yulia menekankan pentingnya memverifikasi legalitas perusahaan investasi dan tidak tergoda oleh promosi menyesatkan di media sosial.

Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang aktif berdiskusi mengenai pencegahan TPPU, mekanisme pelaporan transaksi mencurigakan, hingga dampak sosial kejahatan keuangan. Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Fatkhu Yasik, M.Pd, Wakil Rektor II UNUSIA, yang menegaskan komitmen kampus untuk menjadi pelopor gerakan literasi keuangan berbasis nilai-nilai keislaman.

Melalui sinergi antara UNUSIA dan PPATK, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang melek finansial, berintegritas, dan berani menolak segala bentuk praktik pencucian uang. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan moral dan hukum bangsa di tengah tantangan keuangan digital yang kian kompleks.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Pada awal tahun 2000-an, di tubuh Nahdlatul Ulama, muncul satu arus pemikiran penting yang digerakkan terutama oleh anak-anak muda NU di level kultural, yang kemudian dikenal sebagai Postradisionalisme Islam. Gerakan pemikiran ini lahir dan tumbuh dari ruang-ruang intelektual dan kebudayaan yang relatif cair. LKiS di Yogyakarta dan Desantara di Jakarta menjadi dua simpul penting yang […]

  • KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) periode 2022–2026. Delapan tersangka tersebut yakni SK selaku Wakil Menteri Imipas tahun 2025–2026 yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, SMG selaku Pelaksana […]

  • Budak Ambisi

    Budak Ambisi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri. Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia […]

  • Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 327
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam laporan tahunan 2025 yang mendorong pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode memicu perdebatan luas. Isu ini bukan sekadar teknis organisasi, tetapi menyentuh jantung relasi antara negara, partai politik, dan kualitas demokrasi di Indonesia. Di satu sisi, KPK melihat tata kelola partai sebagai salah […]

  • KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bone Bolango menggelar Rembuk Pemuda bertema “Kolaborasi Pemuda dalam Membangun Daerah” pada Sabtu, (15/11/2025) , di Resto Onato by Swiss 18. Kegiatan ini menjadi ruang temu dan dialog bagi berbagai elemen pemuda untuk memperkuat peran strategis mereka dalam pembangunan daerah. Rembuk pemuda tersebut dihadiri oleh seluruh unsur kepemudaan, mulai […]

  • Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). “Kami mencatat sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 51 orang,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, saat memaparkan […]

expand_less