Breaking News
light_mode
Trending Tags

Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – KH. Abdullah Aniq Nawawi menegaskan bahwa ijtihad ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam bidang sosial-politik terus berkembang untuk menjawab kebutuhan zaman, termasuk menghadirkan peradaban yang berkeadilan gender. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi Halaqah Fiqih Peradaban PBNU bertajuk; Ijtihad Ulama NU dalam bidang sosial-politik untuk peradaban yang berkeadilan gender, yang digelar tahun lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Gorontalo dan mantan Rais Syuriyah PCNU Maroko tersebut menjelaskan bahwa fikih peradaban (fikih al-hadlarah) merupakan bagian dari fikih muamalah yang bertujuan membawa pengalaman umat Islam menjadi percakapan global. Dengan prinsip dasar al-muamalah al-ashliyah al-ibahah, umat Islam diberi ruang berekspresi dan melakukan terobosan keilmuan selama tidak bertentangan dengan syariat.

Namun ia mengingatkan bahwa terobosan keilmuan dalam fikih peradaban tetap berlandaskan lima pondasi: keadilan, kebebasan, kesetaraan, musyawarah, dan kontrol umat (raqabatul ummah). “Inilah nilai-nilai yang mengawal arah ijtihad dalam pembangunan peradaban Islam,” ujarnya.

Peran Sayyidah Khadijah dalam Fase Awal Kenabian: Bukti Kontribusi Perempuan dalam Peradaban

Gus Aniq sapaan akrab, membuka pemaparan dengan kisah dalam Sahih Bukhari saat Rasulullah SAW pertama kali menerima wahyu. Pada momen tersebut, sosok yang menguatkan psikologis Nabi secara berkelanjutan adalah Sayyidah Khadijah.

Beliau menyoroti penggunaan kata zammiluni yang bermakna jamak maskulin ketika Nabi meminta perlindungan kepada Khadijah, meski konteksnya ditujukan kepada satu perempuan. Mengutip penjelasan Syekh al-Syanwani, penggunaan redaksi tersebut menunjukkan kapasitas keilmuan dan keteguhan Sayyidah Khadijah yang setara dengan beberapa laki-laki. “Ini menjadi pondasi penting dalam khazanah kita mengenai bagaimana Rasulullah memandang perempuan,” terangnya.

Kitab-kitab Politik Islam Membentuk Cara Pandang Ulama Nusantara

Gus Aniq juga menyinggung temuan penelitian yang menunjukkan bahwa karya-karya etika politik seperti at-Tibr al-Matsbuk fi Nashihat al-Muluk karya Imam al-Ghazali turut membentuk DNA berpikir ulama Nusantara. Dalam kitab tersebut, Imam al-Ghazali menyebut dua unsur yang memungkinkan peradaban bertahan lama: keadilan dan kesetaraan.

“Prinsip-prinsip ini sejalan dengan gagasan NU dalam membangun relasi gender yang berkeadilan,” jelasnya.

Gus Aniq  memaparkan dua keputusan penting NU yang menjadi fondasi diskursus keadilan gender: Munas 1997 Kedudukan perempuan mulia dalam Islam; perempuan memiliki hak yang sama mengabdi pada agama, bangsa, dan negara; perlunya meninjau ulang pandangan yang merendahkan perempuan akibat distorsi budaya. Kedudukan perempuan mulia dalam Islam; perempuan memiliki hak yang sama mengabdi pada agama, bangsa, dan negara; perlunya meninjau ulang pandangan yang merendahkan perempuan akibat distorsi budaya.

Muktar NU ke-30 1999, Relasi gender tidak adil adalah penyimpangan dari spirit Islam; penghalang keadilan gender terdiri dari aspek teologi, budaya, dan politik; solusi melalui penafsiran ulang ajaran agama, pembacaan kritis budaya, dan perombakan praktik politik diskriminatif.

Menurutnya, gagasan yang dikembangkan PBNU hari ini merupakan kelanjutan dari amanah kedua forum keulamaan tersebut. “Apa yang sedang dilakukan NU, khususnya Fatayat NU, adalah upaya menerjemahkan mandat besar Munas 1997 dan Muktamar 1999 ke dalam konteks kekinian,” ucapnya.

Di akhir pemaparan, Gus Aniq menekankan pentingnya ijtihad berkelanjutan dalam menawarkan pandangan fikih yang relevan dengan realitas sosial modern. Sebagai contoh, terdapat pendapat ulama kontemporer yang menilai bahwa dalam konteks negara modern, sistem negara dapat berfungsi sebagai mahram bagi perempuan yang melakukan perjalanan, selama aspek keamanan terpenuhi.

“Di sinilah fikih hadir sebagai solusi peradaban, bukan sebagai penghalang kemajuan,” tutupnya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil […]

  • Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas photo_camera 3

    Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Parepare — Upaya pengurangan sampah plastik di kawasan permukiman mendapat angin segar melalui kegiatan inovatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin. Bertempat di Kelurahan Bukit Indah, para mahasiswa menggelar pelatihan pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Muh Zulfahmi Malik selaku penanggung jawab program kerja. Kegiatan yang berlangsung penuh partisipasi ini […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Opini ini saya tulis di sela perjalanan panjang, di ruang tunggu Bandara Cengkareng, Jakarta. Waktu seakan berhenti sejenak di antara pengumuman keberangkatan dan langkah-langkah penumpang yang tergesa. Saya dan seorang sahabat—sesama PNS, sama-sama dipercaya mengemban amanah pada penugasan kali ini mendampingi Wakil Walikota Gorontalo Bapak Indra Gobel — sedang bersiap menunggu penerbangan menuju Aceh Tamiang, […]

  • Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Barira adalah seorang perempuan yang hidup di Madinah pada masa Nabi. Ia bukan berasal dari keluarga terpandang. Ia adalah seorang budak milik salah satu keluarga Anshar. Hidupnya pada awalnya berada dalam keterbatasan. Ia tidak bebas menentukan arah hidupnya sendiri. Namun kisahnya kemudian menjadi penting dalam sejarah Islam karena beberapa peristiwa yang melibatkan dirinya melahirkan penegasan […]

  • Menggeser Stigma Negatif Wanita Bercadar

    Menggeser Stigma Negatif Wanita Bercadar

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Wanita bercadar kembali menjadi isu nasional setelah peristiwa penangkapan seorang wanita bersenjata oleh aparat keamanan di Istana Negara, pada Selasa, 26 Oktober 2022.  Berita ini viral di semua media cetak maupun media online. Oleh karena  wanita bersenjata ini mengenakan cadar dalam penampilannya, maka simbol “cadar” kembali menjadi sorotan yang mengiringi pemberitaan. Di media terdapat dua […]

expand_less