Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di bawah rimbun pepohonan Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025), suasana kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi saksi pertemuan penuh makna. Bukan sekadar forum temu warga, Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama (NU) kali ini menjelma ruang keprihatinan sekaligus harapan, tempat nilai-nilai jam’iyyah dirawat di tengah polemik PBNU.

Dengan mengusung tema “Mengembalikan NU kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam”, para warga, jamaah, serta muhibbin NU dari berbagai daerah berkumpul dalam ikhtiar kolektif. Mereka datang membawa satu kegelisahan yang sama: bagaimana memastikan NU tetap berpijak pada khidmah umat, bukan larut dalam dinamika elite yang menyita energi organisasi.

Dalam pernyataan sikapnya, warga NU menegaskan kembali jati diri NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, organisasi keagamaan sekaligus sosial—yang memiliki tanggung jawab besar menjaga Islam moderat, merawat persatuan, dan memuliakan martabat manusia. Lebih dari itu, NU dipandang memiliki kewajiban moral untuk berpihak pada kaum mustadl’afin dan merawat kelestarian alam sebagai amanah keagamaan.

Isu lingkungan menjadi salah satu sorotan penting dalam musyawarah tersebut. Warga NU menegaskan komitmen terhadap prinsip fiqh al-bi’ah, sebuah kerangka berpikir keislaman yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian dari kemaslahatan umat. Dalam konteks ini, mereka menyerukan agar konsesi tambang yang diberikan kepada NU dikembalikan kepada negara, sejalan dengan spirit Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.

“Kerusakan ekologis selalu berkelindan dengan penderitaan rakyat kecil,” demikian salah satu pokok sikap yang mengemuka. Karena itu, keberpihakan kepada kaum mustadl’afin tidak bisa dipisahkan dari keberanian NU bersuara dalam persoalan lingkungan dan keadilan sosial.

Musyawarah Besar ini juga menyampaikan keprihatinan atas dinamika yang berkembang di tubuh PBNU akhir-akhir ini. Warga menilai konflik internal berpotensi menjauhkan NU dari tugas-tugas utamanya, seperti penguatan pendidikan, pemberdayaan sosial, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta konsolidasi jam’iyyah melalui musyawarah yang sehat.

Sebagai jalan keluar, warga NU menyatakan dukungan penuh kepada para masyâyikh dan syaikhât, baik di jajaran Mustasyar PBNU maupun pesantren, khususnya hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU di Lirboyo. Dukungan tersebut diarahkan pada upaya resolusi konflik, pemulihan keteduhan jam’iyyah, serta pengembalian NU kepada jamaah sebagai fondasi kemaslahatan bangsa.

Demi mencegah mafsadat yang lebih besar, warga NU mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dengan landasan hukum yang kuat dan disepakati bersama. Jika hal itu belum memungkinkan, pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai AD/ART NU dipandang sebagai jalan musyawarah yang konstitusional dan bermartabat.

Di akhir musyawarah, seruan pun disampaikan kepada seluruh struktur NU, baik dari PWNU hingga ranting agar tetap menjaga ukhuwah nahdliyyah dan tidak larut dalam ketegangan elite. Ketenteraman jamaah di akar rumput ditegaskan sebagai benteng utama keutuhan NU.

Dari Ciganjur, pesan moral itu mengalir sederhana namun dalam: NU akan tetap besar selama ia setia pada jamaah, berpihak pada yang lemah, dan menjaga alam sebagai titipan generasi masa depan.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPD FKPR Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Jangan jadi pelindung kode etik

    Ketua DPD FKPR Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Jangan jadi pelindung kode etik

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua DPD Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Kota Gorontalo, Ikbal Ka’u, kembali menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataannya, ia menilai BK DPRD seolah-olah menjalankan fungsi pengawasan etik secara tebang pilih. Ikbal menyampaikan apresiasi bahwa BK DPRD mampu menyelesaikan persoalan terkait ucapan kontroversial anggota DPRD, Wahyu Moridu, […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 179
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 167
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    oleh : Suci Priyanti Kartika Chanda Sari., S.H.,M.H. Bagi sebuah provinsi kepulauan seperti Gorontalo, transportasi udara bukanlah kemewahan, melainkan urat nadi esensial yang menyambungkan denyut ekonomi, sosial, dan bahkan spiritual warganya dengan seluruh nusantara. Jalur udara adalah jembatan bagi para perantau untuk kembali ke pelukan keluarga, koridor bagi pelajar untuk menimba ilmu, kanal bagi pelaku […]

  • Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Dua orang nelayan tradisional menempuh lebih dari 200 kilometer pada pertengahan Februari 2025 melalui jalur laut. Mereka berangkat dari kampung halamannya Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo menuju Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, untuk berburu ikan tuna. Dua nelayan tradisional tersebut bernama Aten Rauf 53 tahun dan […]

expand_less