Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Nama Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah pantun lama yang menyebut nama penyanyi Aura Kasih viral di media sosial. Pantun-pantun tersebut kemudian memicu spekulasi warganet terkait hubungan personal antara keduanya.

Isu ini mencuat setelah akun-akun gosip mengunggah jejak digital Ridwan Kamil yang beberapa kali menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, baik di acara resmi maupun unggahan media sosial, sepanjang periode 2021 hingga 2023. Salah satu pantun yang ramai dibicarakan berbunyi:

“Aura Kasih nampang di baliho.
Konser Jumat di Cibiru.
Terima kasih kami ucapkan ke Pak Nugroho.
Sukses dan sehat di tempat yang baru.”

Pantun tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam konteks acara resmi, bukan pernyataan personal. Namun demikian, pengulangan nama Aura Kasih dalam beberapa pantun berbeda memunculkan tafsir liar di ruang publik.

Pantun sebagai Gaya Komunikasi

Ridwan Kamil dikenal luas sebagai figur publik yang kerap menggunakan pantun sebagai gaya komunikasi khasnya, baik saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat maupun dalam berbagai forum publik lainnya. Dalam sejumlah kesempatan, ia sering memakai nama tokoh populer, artis, atau istilah yang sedang dikenal luas untuk menyesuaikan rima dan menarik perhatian audiens.

Pengamat komunikasi publik menilai, penggunaan nama figur publik dalam pantun lazim dilakukan demi keluwesan rima dan kedekatan dengan audiens. Nama artis seperti Aura Kasih dinilai memiliki bunyi yang mudah dirangkai dan sudah dikenal luas, sehingga efektif digunakan dalam pantun spontan di atas panggung.

Belum Ada Pernyataan Resmi soal Isu Pribadi

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Ridwan Kamil maupun Aura Kasih yang mengonfirmasi adanya hubungan khusus di luar konteks profesional atau pertemanan. Dugaan yang beredar di media sosial masih sebatas spekulasi warganet yang mengaitkan potongan peristiwa lama tanpa klarifikasi langsung dari pihak terkait.

Sejumlah pihak mengingatkan publik agar tidak menarik kesimpulan berlebihan dari konten pantun atau jejak digital lama, terlebih jika tidak disertai pernyataan resmi dan bukti yang terverifikasi.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, para pengamat kembali menekankan pentingnya sikap kritis dan kehati-hatian dalam menyikapi isu yang menyangkut kehidupan pribadi figur publik.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerindra Gorontalo Klaim ‘Banjir’ Intelektual, Tarmizi Abbas: Siapakah Intelektual Itu?

    Gerindra Gorontalo Klaim ‘Banjir’ Intelektual, Tarmizi Abbas: Siapakah Intelektual Itu?

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Benarkah Gerindra lagi panen tokoh intelektual serupa ciutan Juru Bicara Gerindra Gorontalo, Wahidin Ishak, di beberapa kanal media online 9 Maret 2025, baru-baru ini? Apa model dan bentuk intelektual yang dimaksud Wahidin itu juga tidak dijelaskan. Yang pasti, Jubir itu bilang: “Biasa-biasa jo. Mungkin karena Ketua GERINDRA cukup pintar maka para intelektual banyak yang ke […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ai Dila Umul Hidayah
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Klaim efisiensi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp204,4 triliun sekilas terdengar meyakinkan. Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, penghematan dalam jumlah besar tentu dianggap sebagai langkah rasional. Namun, di balik angka tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah efisiensi ini benar-benar mencerminkan akuntabilitas, atau justru hanya menjadi ukuran keberhasilan yang terlalu […]

  • Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam

    Festival Jagat 2026 Dorong Agama Jadi Kekuatan Gerakan Pelestarian Alam

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Jaringan GUSDURian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) di Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada 29–30 Agustus 2026. Festival tersebut mengangkat tema “Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan.” Agenda ini menjadi ruang konsolidasi lintas agama, akademisi, aktivis lingkungan, dan […]

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

expand_less