Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hirarki Pengabdian Gus Dur

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 333
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan berakar. Gus Dur adalah sosok dengan pandangan keagamaan yang pluralistik, demokratis, dan berpijak kokoh pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia memberi ruang luas bagi kebebasan berpikir, memperlakukan semua agama secara setara, mengakui Konghucu sebagai agama, serta menempatkan keindonesiaan sebagai fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Salah satu penjelasan paling jernih tentang arah hidup Gus Dur disampaikan oleh putrinya, Alissa Wahid, dalam salah satu peringatan haul Gus Dur. Ia mengungkapkan pesan Gus Dur tentang **hirarki pengabdian hidupnya**: agama (keislaman), Indonesia (keindonesiaan), NU, dan terakhir keluarga. Hirarki ini bukan sekadar pilihan personal, melainkan cerminan etika pengabdian seorang tokoh publik. Gus Dur meletakkan kepentingan yang lebih luas di atas kepentingan yang sempit, tanpa menafikan tanggung jawab personalnya sebagai individu dan kepala keluarga. Keislaman yang diprioritaskan Gus Dur bukanlah Islam yang eksklusif atau sektarian. Islam baginya adalah agama dengan visi universal—melampaui batas primordialisme—yang menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai nilai utama. Dari sinilah keberpihakan Gus Dur kepada kelompok minoritas menemukan dasar etik dan teologisnya, meski sering disalahpahami. Dalam konteks Indonesia, keislaman Gus Dur menemukan bentuk praksisnya melalui gagasan *pribumisasi Islam*. Islam, menurut Gus Dur, tidak harus tampil dalam wajah Arab, tetapi dapat hidup dan berkembang melalui budaya lokal Nusantara. Pendekatan ini menjadikan Islam lebih membumi, mudah diterima, dan berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Pemikiran keislaman yang inklusif dan kontekstual ini tidak lahir dari ruang hampa. Gus Dur ditempa oleh tradisi pesantren klasik—Tebuireng, Krapyak, hingga Tegalrejo—yang memberinya kedalaman dalam fiqh, tafsir, hadis, tasawuf, dan ilmu bahasa. Pada saat yang sama, ia memperkaya wawasannya dengan ilmu-ilmu modern seperti sosiologi dan antropologi melalui pengembaraan intelektualnya di Timur Tengah dan Eropa. Setelah Islam, Indonesia menempati posisi sentral dalam pengabdian Gus Dur. Ia mewarisi semangat kebangsaan para pendiri NU yang memandang nasionalisme sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Bagi Gus Dur, menjaga Indonesia yang plural dan berkeadilan adalah bentuk nyata dari pengamalan ajaran agama. Negara harus hadir melindungi semua warga tanpa diskriminasi, sebagaimana dijamin oleh konstitusi. NU kemudian menjadi ruang praksis intelektual dan kultural Gus Dur. Di bawah kepemimpinannya, NU tidak hanya kokoh secara tradisi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan pemikiran. Gus Dur meletakkan fondasi intelektual yang melahirkan banyak kader muda NU dengan pandangan moderat, wawasan kebangsaan yang luas, serta kemampuan menjembatani tradisi dan modernitas. Hari ini, NU menikmati kelimpahan kader dengan kualitas tersebut. Tantangannya adalah memastikan bahwa warisan pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai nostalgia, tetapi terus hidup dalam praksis keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Jika itu terjaga, maka “Gus Dur-Gus Dur muda” akan terus lahir, dan NU akan tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. (Bumi Pambusuang, Januari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    nulondilon.com, Maros – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menggelar rapat evaluasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) per 26 November 2025. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, digelar di ruang rapatnya, Senin (1/12/2025), dan memaparkan capaian terkini realisasi PBB-P2 di 14 kecamatan. Hingga akhir November, realisasi penerimaan PBB-P2 Maros […]

  • Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, menyampaikan pesan khusus Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), kepada jajaran pengurus dan kader PKB Gorontalo saat memimpin Rapat Formatur Pembentukan dan Penetapan Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Provinsi Gorontalo Masa Bhakti 2026–2031 di Grand […]

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

  • Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Dedi Mulyadi, nama gubernur baru Jawa Barat. Orang-orang sudah lama memanggilnya Kang Dedi Mulyadi (KDM). Namanya mencuat karena gaya kepemimpinan yang berbeda. Ia kerap turun langsung dan memulai harinya dengan sapaan khas yang begitu membumi, “Kumaha damang?”—bagaimana kabar kalian? Sapaan itu meluncur begitu saja, tanpa protokol, tanpa sekat, hanya dengan senyum lebar dan mata yang […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

expand_less