Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan imbauan resmi kepada jemaah umrah untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif, dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Ribuan Jemaah Berpotensi Terdampak
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, rata-rata keberangkatan jemaah umrah Indonesia pada periode awal Ramadan mencapai 8.000–10.000 orang per pekan. Dengan adanya imbauan penundaan ini, diperkirakan sedikitnya 15.000 hingga 20.000 calon jemaah yang telah terjadwal dalam dua pekan ke depan berpotensi terdampak.
Sementara itu, sekitar 12.000 jemaah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan terus dipantau melalui koordinasi dengan otoritas setempat serta perwakilan RI di Arab Saudi.
Reaksi PPIU
Sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah. Ketua Umum asosiasi PPIU nasional menyebutkan pihaknya tengah melakukan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan tanpa membebani biaya tambahan kepada jemaah.
“Kami memahami ini situasi force majeure. Fokus utama kami adalah keselamatan jemaah. Kami sedang berkoordinasi dengan maskapai dan hotel untuk mengatur ulang jadwal tanpa penalti,” ujar perwakilan PPIU.
Namun, beberapa biro perjalanan mengakui penundaan ini berpotensi mengganggu arus kas, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang sudah melakukan pembayaran tiket dan akomodasi di muka.
Dampak Ekonomi ke Industri Travel
Analis industri pariwisata memperkirakan penundaan keberangkatan umrah dapat berdampak signifikan terhadap sektor travel religi. Pada 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai lebih dari 1,5 juta orang per tahun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar umrah terbesar di dunia.
Nilai ekonomi industri umrah diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 triliun per tahun, mencakup tiket penerbangan, akomodasi, konsumsi, serta layanan pendukung lainnya. Penundaan massal dalam beberapa pekan saja berpotensi menahan perputaran dana miliaran rupiah.
Selain itu, maskapai penerbangan yang melayani rute ke Jeddah dan Madinah juga berpotensi mengalami penyesuaian jadwal dan tingkat keterisian kursi (load factor).
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M belum terdampak dan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap kondisi segera normal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Dahnil.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar