Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ukasyah bin Mihshan: Sahabat Yang Menuntut Balas Kepada Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #15)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ukasyah bin Mihshan adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad  yang dikenal karena keberanian, kesetiaan, dan kedekatannya dengan Rasulullah dalam berbagai peperangan serta kehidupan sehari-hari. Ia berasal dari suku Bani Asad.

Biografi lengkapnya tidak banyak tercatat, tetapi riwayat sejarah menunjukkan bahwa Ukasyah ikut serta dalam berbagai ekspedisi militer penting, termasuk Perang Badr, Uhud, dan Khandaq. Ia dikenal sebagai prajurit yang berani sekaligus sahabat yang selalu berada di sisi Nabi.

Selain keperwiraannya di medan perang, Ukasyah juga memiliki kedekatan khusus dengan Nabi. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad mendoakannya agar termasuk golongan yang masuk surga tanpa hisab, sebuah penghormatan yang menegaskan kedudukannya sebagai sahabat yang dikasihi dan dipercaya oleh Rasulullah. Karakter Ukasyah dikenal tegas, jujur, dan penuh rasa hormat, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran.

Peristiwa paling dikenal tentang Ukasyah terjadi menjelang akhir hayat Nabi. Saat itu Nabi memanggil para sahabat ke Masjid Nabawi dan memberikan kesempatan bagi siapa pun yang merasa pernah dirugikan olehnya untuk menyampaikan hal itu. Tujuannya adalah agar semua hubungan yang mungkin tersisa dengan perasaan berat atau ganjalan hati terselesaikan sebelum Hari Kiamat. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian, namun semua sahabat terdiam. Mereka merasa tidak ada yang pernah dirugikan oleh Nabi.

Di tengah keheningan itu, Ukasyah bin Mihshan berdiri. Ia mengingatkan kepada nabi suatu peristiwa. Saat itu, Nabi sedang mengatur untanya atau barisan sahabat dalam suatu perjalanan. Tanpa disengaja, cambuk yang dipegang Nabi mengenai tubuh Ukasyah. Dan, Ukasyah bin Mihsan meminta untuk melakukan hal yang sama sebagai pembalasan, hari ini.

Nabi tidak menolak. Beliau memberikan izin agar Ukasyah menegakkan qishash. Sahabat lain, yang hadir saat itu seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali, bahkan menawarkan diri agar mereka yang dicambuk. Hasan dan Husain pun menawarkan tubuh mereka untuk menggantikan Nabi. Namun Ukasyah menolak dan tetap ingin menegakkan qishash kepada Nabi.

Ketika Ukasyah bersiap untuk melakukan qishash, suasana hening dan haru menyelimuti masjid. Yang hadir tegang. Mereka tidak tega melihat Nabi akan dicambuk oleh Ukasyah. Namun, Ketika nabi membuka baju dan Bersiap untuk dicambuk, Ukasayah melepaskan cemetinya dan memeluk tubuh nabi sembari menangis. Tidak mungkin dia tega mencambuk nabi, itu hanya caranya agar bisa memeluk nabi. Suasana tegang berubah menjadi suasana haru.

Kisah ini menggambarkan hubungan yang sangat dekat antara Nabi dan sahabatnya, yang tidak bersifat formal semata, tetapi penuh keterusterangan, penghormatan, dan kasih sayang.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mengantisipasi berkurangnya jumlah dukungan terhadap Pancasila di Kota Gorontalo, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo gelar Ngaji Kebangsaan dengan tema ‘Pancasila Sebagai Living Ideologi Bangsa.’ Narasumber kegiatan tersebut, KH. Abdul Rasyid Kamaru (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Gotontalo), Alim Niode M.Si (Budayawan) dan DR Sastro Wantu […]

  • PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai   

    PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai  

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Meski Pemilu masih cukup lama, namun kesiapan-kesiapan harus dimantapkan partai Politik jika ingin meraih kemenangan. Salah satu strategi yang penting untuk dilakukan adalah terus mengkonsolidasikan struktur partai hingga akar rumput. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Salah satu strategi partai besutan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar itu dengan mensosialisasikan […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

  • Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan sosial secara produktif, bukan konsumtif. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bahan pokok dalam program BLP3G di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, Rabu (2/7/2025). Selain program BLP3G, Idah menjelaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memiliki berbagai skema bantuan lainnya, salah satunya adalah Usaha […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

expand_less