Breaking News
light_mode
Trending Tags

IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada 50 anak yatim yang bekerja sama dengan Masjid Istiqlal.

Ketua Umum PB IKAMI, Andi In’amul Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi momentum memperkuat solidaritas diaspora Sulawesi Selatan di perantauan.

“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, mempertemukan generasi senior dan junior IKAMI Sulsel. Kita ingin memperkuat nilai kekeluargaan, solidaritas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sarasehan Ramadan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Moh Ridwan Andreas (Ketum Partai Berkarya Indonesia), Syamsul Zakaria (Ketua KKSS DKI Jakarta), Dr. Andi Jamaro Dulung (Ketua MPO PB IKA PMII), Dr. Mulawarman Hannase (Kabid Diklat Masjid Istiqlal), dan Dr. Muhammad Aras Prabowo (Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia).

Dalam sesi refleksi inspiratif, Dr. Muhammad Aras Prabowo membagikan kisah perjalanan hidupnya yang mengundang semangat para peserta, khususnya mahasiswa perantau.

“Saya anak petani, kedua orang tua saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), tapi bisa menghasilkan anak dengan gelar Doktor di bidang Ilmu Akuntansi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari nilai-nilai budaya Bugis yang terus dipegang teguh dalam kehidupan perantauan.

“Saya anak perantau dan memegang teguh prinsip Siri’ dan Pesse. Siri’ mengandung nilai lempu (integritas), tongeng (kebenaran), getteng (konsistensi), asitinajang (profesionalitas), dan amaccang (kompetensi). Sedangkan Pesse adalah sikap kolektif seperti sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipatokkong (saling menolong),” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai tempat.

“Ini adalah karakter orang Bugis Makassar yang membuatnya bisa hidup di manapun di perantauan. Kita memiliki kekuatan silaturahim lintas suku dan sikap kolektif yang kuat,” katanya.

Sebagai akademisi, Dr. Aras juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak tercerabut dari akar budaya.

“Saya punya prinsip keberpihakan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai budaya Bugis. Dari S1 hingga doktoral di bidang akuntansi, karya ilmiah saya selalu menyandingkan ilmu akuntansi dengan nilai-nilai budaya Bugis. Alhamdulillah saya menyelesaikan S3 di usia 30 tahun dan menjadi salah satu doktor muda di bidang ilmu akuntansi di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan, mempertemukan lintas generasi dalam semangat kebersamaan Ramadan. Undangan kegiatan yang disampaikan oleh panitia juga menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum mempererat silaturahmi.

“Ramadan waktuna saling mempererat silaturahmi. Iyami waktuna kita berkumpul, saling sapa, saling menguatkan, sambil berbagi keberkahan Ramadan,” demikian pesan undangan PB IKAMI Sulsel.

Dengan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan komunitas terletak pada persaudaraan, saling menghargai, dan semangat berbagi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros sukses digelar di Gedung IP-DDI Maros, Sabtu, 25 Januari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kaderisasi. Dalam forum tersebut, M. Alif Al Isra resmi terpilih sebagai Ketua Umum PMII Cabang Maros periode 2026–2027, […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 100
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Tarawih Tanpa Manipulasi

    Tarawih Tanpa Manipulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena tahunan yang menarik untuk diamati dengan kacamata akuntansi: masjid penuh, saf rapat, parkir meluber, dan sandal kadang tertukar sebuah metafora kecil tentang risiko pengendalian internal. Namun yang paling menarik adalah tarawih: ibadah malam yang khusyuk, sekaligus ladang potensial “manipulasi spiritual”. Dalam dunia akuntansi, manipulasi bisa terjadi ketika laporan keuangan disusun bukan […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

expand_less