Breaking News
light_mode
Trending Tags

IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 163
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada 50 anak yatim yang bekerja sama dengan Masjid Istiqlal.

Ketua Umum PB IKAMI, Andi In’amul Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi momentum memperkuat solidaritas diaspora Sulawesi Selatan di perantauan.

“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, mempertemukan generasi senior dan junior IKAMI Sulsel. Kita ingin memperkuat nilai kekeluargaan, solidaritas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sarasehan Ramadan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Moh Ridwan Andreas (Ketum Partai Berkarya Indonesia), Syamsul Zakaria (Ketua KKSS DKI Jakarta), Dr. Andi Jamaro Dulung (Ketua MPO PB IKA PMII), Dr. Mulawarman Hannase (Kabid Diklat Masjid Istiqlal), dan Dr. Muhammad Aras Prabowo (Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia).

Dalam sesi refleksi inspiratif, Dr. Muhammad Aras Prabowo membagikan kisah perjalanan hidupnya yang mengundang semangat para peserta, khususnya mahasiswa perantau.

“Saya anak petani, kedua orang tua saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), tapi bisa menghasilkan anak dengan gelar Doktor di bidang Ilmu Akuntansi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari nilai-nilai budaya Bugis yang terus dipegang teguh dalam kehidupan perantauan.

“Saya anak perantau dan memegang teguh prinsip Siri’ dan Pesse. Siri’ mengandung nilai lempu (integritas), tongeng (kebenaran), getteng (konsistensi), asitinajang (profesionalitas), dan amaccang (kompetensi). Sedangkan Pesse adalah sikap kolektif seperti sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipatokkong (saling menolong),” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai tempat.

“Ini adalah karakter orang Bugis Makassar yang membuatnya bisa hidup di manapun di perantauan. Kita memiliki kekuatan silaturahim lintas suku dan sikap kolektif yang kuat,” katanya.

Sebagai akademisi, Dr. Aras juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak tercerabut dari akar budaya.

“Saya punya prinsip keberpihakan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai budaya Bugis. Dari S1 hingga doktoral di bidang akuntansi, karya ilmiah saya selalu menyandingkan ilmu akuntansi dengan nilai-nilai budaya Bugis. Alhamdulillah saya menyelesaikan S3 di usia 30 tahun dan menjadi salah satu doktor muda di bidang ilmu akuntansi di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan, mempertemukan lintas generasi dalam semangat kebersamaan Ramadan. Undangan kegiatan yang disampaikan oleh panitia juga menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum mempererat silaturahmi.

“Ramadan waktuna saling mempererat silaturahmi. Iyami waktuna kita berkumpul, saling sapa, saling menguatkan, sambil berbagi keberkahan Ramadan,” demikian pesan undangan PB IKAMI Sulsel.

Dengan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan komunitas terletak pada persaudaraan, saling menghargai, dan semangat berbagi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhirnya Anjing Masuk Surga

    Akhirnya Anjing Masuk Surga

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Dr. Hi. Mansur Basie
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kalau ada hewan atau binatang yang berterima kasih (numpang viral) karena hiruk pikuk social media dua hari terakhir ini, maka binatang itu adalah anjing. Betapa tidak, tanpa diminta “persetujuannya”, ia disebut dan diviralkan oleh mungkin dari lebih separuh penduduk negeri +62. Berdasarkan laporan We Are Social dari situs dataIndonesia.com, jumlah pengguna aktif media sosial di […]

  • Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya mempertahankan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebagai lembaga mandiri, menyusul wacana peleburan dengan Dinas Sosial. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan FGD percepatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Selasa (1/6/2025). Dalam sambutannya, Wagub Idah […]

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

  • Gerakan Kebudayaan, Titik Akupuntur dalam Krisis Demokrasi

    Gerakan Kebudayaan, Titik Akupuntur dalam Krisis Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    (Catatan naratif peta loop Komisi Media, Budaya, dan Masyarakat Sipil pada Sarasehan Gerakan Nurani Bangsa, 8 Juni 2025) Demokrasi Indonesia sedang mengalami paradoks . Secara prosedural, mekanisme demokrasi berjalan—pemilu dilaksanakan, lembaga negara berfungsi—namun secara substansial, demokrasi mengalami defisit. Kebebasan sipil menyusut, ruang berpikir kritis menyempit, dan masyarakat sipil kehilangan pijakan simbolik untuk mendorong perubahan. Dengan […]

  • Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Dorongan itu disampaikan oleh Tim Direktorat Pesantren Kemenag RI, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda di […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Anwar Sanjaya mendadak menjadi sorotan tajam publik setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi merekomendasikan sanksi atas penampilannya dalam program televisi selama Ramadan 1447 Hijriah. Sosok yang selama ini dikenal sebagai presenter jenaka dan menghibur itu kini justru menuai kritik karena dinilai melampaui batas etika penyiaran. Dalam laporan hasil pemantauan siaran Ramadan […]

expand_less