Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

  • account_circle Dr. Mansur Basir
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana dan kapan pun sebuah agama itu mendiami suatu tempat (living). Dan di saat yang bersamaan pula,manusiarisalah akan kehilangan jati dirinya sebagai manusia sejati jika doktrin fitrah ini tidak terimplementasi secara efektif. Dalam kerangka inilah, maka setiap agama memiliki instrument dan cara-cara berbeda untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan kinerja doktrinnya. 

Dalam Doktrin Islam, manusia sebelum lahir ke dunia ini masing-masing telah memegang erat perjanjian dan kesepakatan (consensus) antara dirinya dengan Tuhan- Nya. Janji itu isinya sangat singkat tetapi mengandung makna yang amat luas dan dalam: “Alastu Birabbikum Qaaluu Bala Syahidnaa”,Siapa Tuhanmu,lalu kita menjawab: “Akubersaksi bahwa Engkau Allah Tuhanku”. Kalimat itulah yang disebut “fitrah manusia”karena semua yang lahir secara fitrah pasti beriman kepada Allah. Doktrin puasa sejak dahulu kala telah dilakukan oleh hampir semua nabi dan rasul karena diyakini mampu mengontrol setiap tindakan manusia dan dapat mengembalikan manusia kepada fitrah kesucian sebagaimana janji dahulu. Allah Swt. mengafirmasi ini dalam firman-Nya (Q.S. Surah Ar-Rum: 30).  Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu,tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. bersabda:“Tiap-tiap manusia yang lahir dalam keadaan ‘fitrah”. Penemuan manusia modern telah menemukan sebuah riset ilmiah yang sangat berhubungan dengan konsep fitrah ini. Linas seorang dokter ahli syaraf menemukan dalam otak manusia terdapat gelombang “Osilasi Syaraf 40 Hz”. Ramachandran dan Pesinger menyebut gelombang osilasi syaraf ini sebagai “Titik Tuhan” (God Spot) atau “modul Tuhan” (God module). Inilah penemuan paling canggih manusia di abad modern. Inilah pembuktian ilmiah kebenaran agama Islam dan keagungan Al-Quran di abad teknologi serba canggih ini. Jika “titikTuhan” ini dikaitkan dengan “Osilasi Syaraf 40 Hz” seperti gelombang radio, maka ditemukan bukti ilmiah bahwa:“Otak manusia merupakan pusat seluruh kecerdasan baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual”.Dengan kecerdasan spiritual (God Spot) inilah manusia mampu mengenal Allah. Kecerdasan spiritual inilah yang berfungsi mengatur hati nurani kita agar selalu berada dalam bingkai fitrah dan kebenaran.Di dalam otak spiritual inilah Allah Swt memasang satelit pengintai atau signal sehingga dimanapun manusia berada, apapun kebaikan atau kejahatan yang dikerjakannya walau sebesar biji sarra pasti Allah Swt langsung mengetahuinya sebagaimana firmannya dalam Q.S. Luqman Ayat 16:Artinya: “Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi yang kamu lakukan, kemudian kamu sembunyikan dari batu atau di langit atau di dalam perut bumi,niscaya Allah akan mengetahuinya”

Pada titik tertentu, orang yang melakukan puasa berada pada posisi tidak berdaya,dan lemah karena jasmaninya tidak diberi asupan makanan dan minuman pada jam tertentu dalam kurun waktu cukup lama (a month) sembari terus melakukan ritual keagamaan seperti dzikir, shalat, baca quran dll akan mengasah kecerdasan batin (spiritual) pada level tertinggi. Maka manusia yang cerdas spiritual akan mampu melihat manusia lain secara sama, dan tidak lagi membeda-bedakan yang pada akhirnya melahirkan konsep kesetaraan(egaliter), konsep persamaan (equality), bahkan konsep persaudaraan sejati (brotherhood) bahwa kita adalah mereka dan mereka adalah kita seperti filosofi masyarakat Sulawesi Utara Torang Samua Basudara.

Selain itu, puasa juga memberi predikat the best terhadap pelaku puasa yang mampu berbagi dengan orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw.” Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berbuka puasa itu”. Doktrin ini pun mengajarkan pelaku puasa untuk cinta berbagi dengan sesama, mampu merasakan penderitaan saudara- saudaranya yang lain (sense of crisis).Latihan berbagi pada level sosial seperti ini sesungguhnya akan melahirkan perasaan cinta sesama untuk rela berkorban.Si kaya akan lebih arif memahami kebutuhan si miskin,dan si miskin pun akan tumbuh perasaan respek. 

Orang yang berpuasa dengan penuh kehati-hatian adalah buah dari fitrah keimanannya yang kokoh dan kuat laksana akar pohon yang menghujam ke dalam tanah sehingga tidak mudah tumbang dengan hempasan angin. Dengan fitrah keimanan yang kuat dan kokoh inilah, syaitan laknatullah tidak mampu mendekati dan menggoda orang yang berpuasa. Syaitan akan terhempas oleh derasnya arus iman di hati seperti manusia terlempar ketika tersengat aliran listrik. Inilah salah satu makna hadits Rasulullah Saw bahwa “Di bulan suci ramadhan syaitan dibelenggu,pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka…” Dengan demikian yang membelenggu syaitan sebenarnya adalah kekuatan iman orang-orang berpuasa itu sendiri. Syaitan berada dimana-mana, bisa saja dia tidur bersama kita, syaitan bisa saja berjalan bareng dengan kita, syaitan bisa saja makan bersama dengan kita, syaitan bisa berada di ruang kerja kita atau berada di pasar senggol dan supermarket. Dengan konsepsi seperti ini maka orang berpuasa akan menjaga dirinya untuk tidak menyakiti saudaranya baik secara lisan (hate speech) maupun perbuatan. 

Pada akhirnya, jika puasa dilakukan secara baik, konsisten dan penuh keikhlasan, maka the final destination adalah la’allakum tattaquun sebuah predikat yang sangat tinggi dari Tuhan yang Maha Perkasa. Keberadaan orang-orang yang bertaqwa ini akan selalu memberi kebaikan dan kedamaian di manapun dia berada.Karena orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah mereka dalam golongan manusia paripurna, keimanannya mendekati level para nabi dan Rasul, dan ketaatannya setara dengan para waliyullah. Itulah sebabnya,ganjaran orang-orang yang berpuasa adalah surga.

Orang yang dihatinya ada surga,maka hidupnya akan senantiasa dalam kedamaian,menebar kebaikan terhadap sesama dan memperlakukan orang lain seperti dirinya tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan. Dalam bahasa kekinian, jika dia bukan saudara kita dalam keyakinan (ukhuwah islamiyah),maka dia mungkin saudara kita dalam sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah),jika pun mereka bukan saudara kitasebangsa dan setanah air, dia pasti saudara kita dalam kemanusiaan (ukhuwah insaniyah).Inilah kontribusi doktrin cinta kasih agama pada level kemanusiaan yang sangat tinggi yang memandang other secara holistic

  • Penulis: Dr. Mansur Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai […]

  • Akuntansi Kemenangan

    Akuntansi Kemenangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Di republik yang gemar membuat laporan ini, segala sesuatu rasanya perlu diaudit. Dari laporan keuangan negara sampai laporan perasaan mantan—semuanya ingin disusun rapi, kalau perlu dengan catatan kaki. Maka ketika Ramadhan tiba dan Idul Fitri menjelang, saya membayangkan satu hal: bagaimana kalau kemenangan spiritual juga kita perlakukan seperti laporan keuangan? Apakah kita layak mendapat opini […]

  • Satu Liter Bensin

    Satu Liter Bensin

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Suhu udara siang itu cukup panas. Membuat dahi penuh peluh. Tapi aku harus menerjangnya. Siang itu aku pulang ke rumah. Selesai belanja snack kesukaan istri aku langsung menuju kamar. Panasnya matahari itu bukan satu-satunya cerita yang kubawa untuknya. Satu cerita, yang agak memilukan juga kubawa masuk ke rumah saat itu. “Tadi aku kan pergi belanja […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta terus memperkuat dukungannya terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya lewat layanan KUPEDES. Produk pinjaman produktif ini dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan proses cepat, bunga ringan, serta skema angsuran fleksibel. Selasa, 2 September 2025. Melalui KUPEDES, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman mulai Rp20 juta hingga […]

expand_less