Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

  • account_circle Dr. Mansur Basir
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
  • visibility 119
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana dan kapan pun sebuah agama itu mendiami suatu tempat (living). Dan di saat yang bersamaan pula,manusiarisalah akan kehilangan jati dirinya sebagai manusia sejati jika doktrin fitrah ini tidak terimplementasi secara efektif. Dalam kerangka inilah, maka setiap agama memiliki instrument dan cara-cara berbeda untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan kinerja doktrinnya. 

Dalam Doktrin Islam, manusia sebelum lahir ke dunia ini masing-masing telah memegang erat perjanjian dan kesepakatan (consensus) antara dirinya dengan Tuhan- Nya. Janji itu isinya sangat singkat tetapi mengandung makna yang amat luas dan dalam: “Alastu Birabbikum Qaaluu Bala Syahidnaa”,Siapa Tuhanmu,lalu kita menjawab: “Akubersaksi bahwa Engkau Allah Tuhanku”. Kalimat itulah yang disebut “fitrah manusia”karena semua yang lahir secara fitrah pasti beriman kepada Allah. Doktrin puasa sejak dahulu kala telah dilakukan oleh hampir semua nabi dan rasul karena diyakini mampu mengontrol setiap tindakan manusia dan dapat mengembalikan manusia kepada fitrah kesucian sebagaimana janji dahulu. Allah Swt. mengafirmasi ini dalam firman-Nya (Q.S. Surah Ar-Rum: 30).  Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu,tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. bersabda:“Tiap-tiap manusia yang lahir dalam keadaan ‘fitrah”. Penemuan manusia modern telah menemukan sebuah riset ilmiah yang sangat berhubungan dengan konsep fitrah ini. Linas seorang dokter ahli syaraf menemukan dalam otak manusia terdapat gelombang “Osilasi Syaraf 40 Hz”. Ramachandran dan Pesinger menyebut gelombang osilasi syaraf ini sebagai “Titik Tuhan” (God Spot) atau “modul Tuhan” (God module). Inilah penemuan paling canggih manusia di abad modern. Inilah pembuktian ilmiah kebenaran agama Islam dan keagungan Al-Quran di abad teknologi serba canggih ini. Jika “titikTuhan” ini dikaitkan dengan “Osilasi Syaraf 40 Hz” seperti gelombang radio, maka ditemukan bukti ilmiah bahwa:“Otak manusia merupakan pusat seluruh kecerdasan baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual”.Dengan kecerdasan spiritual (God Spot) inilah manusia mampu mengenal Allah. Kecerdasan spiritual inilah yang berfungsi mengatur hati nurani kita agar selalu berada dalam bingkai fitrah dan kebenaran.Di dalam otak spiritual inilah Allah Swt memasang satelit pengintai atau signal sehingga dimanapun manusia berada, apapun kebaikan atau kejahatan yang dikerjakannya walau sebesar biji sarra pasti Allah Swt langsung mengetahuinya sebagaimana firmannya dalam Q.S. Luqman Ayat 16:Artinya: “Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi yang kamu lakukan, kemudian kamu sembunyikan dari batu atau di langit atau di dalam perut bumi,niscaya Allah akan mengetahuinya”

Pada titik tertentu, orang yang melakukan puasa berada pada posisi tidak berdaya,dan lemah karena jasmaninya tidak diberi asupan makanan dan minuman pada jam tertentu dalam kurun waktu cukup lama (a month) sembari terus melakukan ritual keagamaan seperti dzikir, shalat, baca quran dll akan mengasah kecerdasan batin (spiritual) pada level tertinggi. Maka manusia yang cerdas spiritual akan mampu melihat manusia lain secara sama, dan tidak lagi membeda-bedakan yang pada akhirnya melahirkan konsep kesetaraan(egaliter), konsep persamaan (equality), bahkan konsep persaudaraan sejati (brotherhood) bahwa kita adalah mereka dan mereka adalah kita seperti filosofi masyarakat Sulawesi Utara Torang Samua Basudara.

Selain itu, puasa juga memberi predikat the best terhadap pelaku puasa yang mampu berbagi dengan orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw.” Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berbuka puasa itu”. Doktrin ini pun mengajarkan pelaku puasa untuk cinta berbagi dengan sesama, mampu merasakan penderitaan saudara- saudaranya yang lain (sense of crisis).Latihan berbagi pada level sosial seperti ini sesungguhnya akan melahirkan perasaan cinta sesama untuk rela berkorban.Si kaya akan lebih arif memahami kebutuhan si miskin,dan si miskin pun akan tumbuh perasaan respek. 

Orang yang berpuasa dengan penuh kehati-hatian adalah buah dari fitrah keimanannya yang kokoh dan kuat laksana akar pohon yang menghujam ke dalam tanah sehingga tidak mudah tumbang dengan hempasan angin. Dengan fitrah keimanan yang kuat dan kokoh inilah, syaitan laknatullah tidak mampu mendekati dan menggoda orang yang berpuasa. Syaitan akan terhempas oleh derasnya arus iman di hati seperti manusia terlempar ketika tersengat aliran listrik. Inilah salah satu makna hadits Rasulullah Saw bahwa “Di bulan suci ramadhan syaitan dibelenggu,pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka…” Dengan demikian yang membelenggu syaitan sebenarnya adalah kekuatan iman orang-orang berpuasa itu sendiri. Syaitan berada dimana-mana, bisa saja dia tidur bersama kita, syaitan bisa saja berjalan bareng dengan kita, syaitan bisa saja makan bersama dengan kita, syaitan bisa berada di ruang kerja kita atau berada di pasar senggol dan supermarket. Dengan konsepsi seperti ini maka orang berpuasa akan menjaga dirinya untuk tidak menyakiti saudaranya baik secara lisan (hate speech) maupun perbuatan. 

Pada akhirnya, jika puasa dilakukan secara baik, konsisten dan penuh keikhlasan, maka the final destination adalah la’allakum tattaquun sebuah predikat yang sangat tinggi dari Tuhan yang Maha Perkasa. Keberadaan orang-orang yang bertaqwa ini akan selalu memberi kebaikan dan kedamaian di manapun dia berada.Karena orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah mereka dalam golongan manusia paripurna, keimanannya mendekati level para nabi dan Rasul, dan ketaatannya setara dengan para waliyullah. Itulah sebabnya,ganjaran orang-orang yang berpuasa adalah surga.

Orang yang dihatinya ada surga,maka hidupnya akan senantiasa dalam kedamaian,menebar kebaikan terhadap sesama dan memperlakukan orang lain seperti dirinya tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan. Dalam bahasa kekinian, jika dia bukan saudara kita dalam keyakinan (ukhuwah islamiyah),maka dia mungkin saudara kita dalam sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah),jika pun mereka bukan saudara kitasebangsa dan setanah air, dia pasti saudara kita dalam kemanusiaan (ukhuwah insaniyah).Inilah kontribusi doktrin cinta kasih agama pada level kemanusiaan yang sangat tinggi yang memandang other secara holistic

  • Penulis: Dr. Mansur Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • Tak Biasa, Gorontalo Gelar Lomba Toilet Terbersih Tiap Bulan

    Tak Biasa, Gorontalo Gelar Lomba Toilet Terbersih Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghadirkan inovasi unik dalam membangun budaya bersih di lingkungan sekolah, yakni melalui lomba “toilet terbersih” yang digelar setiap bulan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar menilai kebersihan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi internal untuk membedah riset mendalam mengenai kondisi Transmigrasi di Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Jum’at (2/1/2026). Agenda pembacaan riset ini merupakan langkah strategis organisasi dalam mematangkan data dan substansi sebelum dibawa ke forum Dialog Publik bersama Pusat Studi Pedesaan […]

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • Bukber oleh Funco Tanipu

    Bukber oleh Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media […]

expand_less