Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 535
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pasca Eid al-Fitr, saya mendapati satu pemandangan yang hampir selalu berulang setiap tahun, orang-orang bergerak menuju tempat-tempat ziarah. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang berombongan dengan tetangga, ada pula yang menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk singgah sebentar, membaca doa, lalu pulang. Salah satu titik yang paling ramai adalah kawasan Masjid Nuruttaubah Imam Lapeo. Tempat ini sejak lama dikenal sebagai ruang spiritual masyarakat Mandar, dan belakangan juga kerap disebut sebagai kawasan wisata religi.

Dari pengamatan itu muncul satu perasaan yang agak janggal. Ketika tidak ikut berziarah, ada semacam rasa bersalah yang sulit dijelaskan. Bukan karena ada kewajiban agama yang secara tegas memerintahkannya, tetapi karena kebiasaan sosial yang sudah mengakar. Seolah-olah setelah Lebaran, ziarah adalah bagian dari ritme kehidupan yang seharusnya dijalani.

Dari situ saya mulai melihat ziarah bukan hanya sebagai praktik ibadah, tetapi juga sebagai peristiwa sosial yang menarik untuk dibaca. Di sekitar Lapeo, kita melihat sebuah fenomena yang tampak sederhana tetapi menyimpan banyak lapisan makna: bagaimana sebuah tradisi lama tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat yang berubah begitu cepat.

Banyak hal di sekitar kita sudah berubah. Cara orang bekerja, berkomunikasi, bahkan memahami agama ikut dipengaruhi oleh teknologi dan arus informasi yang bergerak sangat cepat. Namun praktik ziarah tetap berjalan seperti dulu. Orang datang, membaca doa, memohon keselamatan, lalu pulang dengan harapan hidup terasa lebih ringan.

Di situ terlihat satu ciri khas masyarakat Mandar. Spiritualitas mereka tidak hanya dibentuk oleh ajaran formal agama, tetapi juga oleh ingatan kolektif tentang tokoh-tokoh yang pernah hidup di tengah masyarakat. Ziarah ke makam ulama seperti Muhammad Tahir Imam Lapeo tidak sekadar menjadi ritual doa bagi yang telah wafat. Ia juga menjadi cara masyarakat menjaga hubungan simbolik dengan masa lalu.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Pangkep undercover, Sisi gelap Pangkep Pemerintah dan Aparat tutup Mata

    Pangkep undercover, Sisi gelap Pangkep Pemerintah dan Aparat tutup Mata

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–PANGKEP — Gemerlap lampu hiburan dari sejumlah kafe dan warung kopi di sepanjang Jalan Poros Makassar–Parepare, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi pemandangan yang lazim ketika malam tiba. Namun, di balik aktivitas tersebut, muncul informasi mengenai dugaan praktik yang patut mendapat perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Tim investigasi Perserikatan Journalist Siber Indonesia […]

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Pohuwato kembali melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Kamis (11/6/2026). Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polres Pohuwato, Kapolsek Marisa, serta personel gabungan. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit […]

  • PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 184
    • 0Komentar

    RDP pada 21 Juli 2026 akhirnya berjalan, meski kursi kepolisian tetap kosong. Di ruang rapat itu, warga telah membuka satu demi satu persoalan. Alat berat yang masuk tanpa rasa takut, police line yang ditinggalkan ekskavator, desa-desa di hilir yang menunggu kiriman lumpur, serta pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya berdiri di belakang kegiatan PETI. Namun, persoalannya […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Provinsi Gorontalo, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah memiliki nilai strategis yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan masyarakat (Selasa, 28/10/2025). Menurut dr. Sri Manovita, ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari kesehatan karena keduanya saling menguatkan. “Kesehatan adalah modal dasar produktivitas, […]

expand_less