Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

  • account_circle Multazam. R
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 314
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indikator utama kemajuan sebuah bangsa adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Negara dengan sistem pendidikan yang baik, umumnya memberikan jaminan terhadap mutu proses pembelajaran, masa depan murid, dan menciptakan SDM yang inovatif serta kritis, yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.

Di tengah himpitan arus globalisasi yang bebas nilai, pendidikan di Indonesia masih berkutat pada masalah klasik. Model pendidikan yang mengedepankan hafalan, komunikasi satu arah, dan suasana belajar dialog interaktif yang minim, mengingtkan kita pada model pendidikan banking of education (model pendidikan gaya bank), yang dikritik oleh praktisi pendidikan berkebangsaan Brazil, yakni Paulo Freire.

Kritik atas Model Pendidikan Gaya Bank

Model pendidikan yang ditawarkan Paulo Freire sebagai kritik terhadap banking of education adalah problem based learning (pendidikan berbasis masalah) sangat layak untuk ditelaah. Brazil pada tahun 1960-an, mayoritas penduduknya buta aksara, hak ikut pemilu dikaitkan dengan kemampuan baca-tulis. Sehingga program baca-tulis sering dikaitkan dengan kesadaran politik, meminimalisir masyarakat digunakan sebagai alat kepentingan politik.

Menurutnya, pendidikan tidak pernah lepas dari kepentingan politik, sebab pendidikan menjadi alat untuk merawat ideologi, sebagaimana pemikiran Louis Althusser yang melihat ideologi bekerja melalui Aparatus Ideologis Negara: merawat dan melestarikan ideologi. Dari latar belakang kejadian tersebut, Paulo Freire mengabdikan hidupnya menjadi praktisi pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai proses memanusiakan.

Paulo Freire menolak konsep murid sebagai objek atau rekening kosong yang bebas diisi oleh “nasabah” dalam hal ini guru. Menurutnya, model pendidikan seperti itu bersifat hierakis dan non egaliter, dimana guru berperan sebagai subjek aktif sedangkan murid sebagai objek pasif. Dampaknya, pendidikan sebagai instrumen penting bangsa justru malah menghasilkan lulusan kontraproduktif, tandus, dan konservtif. Dalam model pendidikan berbasis masalah, Paulo Freire memperkenalkan istilah konsientisasi: proses membangun kembali kesadaran kritis untuk mengubah kesadaran individu dari tingkat magis menuju kritis.

Freire menyadari model pendidikan gaya bank justru mengekang kebebasan kreativitas murid, dan menafikkan fitrah yang telah Tuhan berikan kepada manusia dengan potensi yang berbeda-beda. Atau lebih tepatnya, pendidikan model bank adalah bagian dari proses dehumanisasi. Kritiknya mula-mulau terkait hakikat guru dan murid. Murid bukan objek, pihak tidak aktif atau menerima dan guru bukan subjek, pemilik pengetahuan, pihak aktif yang bercerita menyampaikan pelajaran.

Lebih dari itu, guru harus berperan sebagai fasilitator atau mitra bagi murid, yang mengembangkan daya kritis, mengeksplor pengetahuannya, memberi stimulus untuk imajinasi murid, sehingga murid mampu berekspresi berdasarkan pemahamannya.

Menemukan Jalan Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, model pendidikan yang digunakan masih bergaya bank, dengan instrumen hafalan, pola komunikasi satu arah, dan evaluasi berbasis nilai. Selain itu, tenaga pendidik diberikan beban administrasi kurikulum baru, jam kerja banyak, dan ketimpangan distribusi tenaga pengajar yang tidak merata ditambah upah yang rendah. Model dan kebijakan dalam dunia pendidikan Indonesia semakin memperluas kesenjangan jarak antara harapan, cita-cita dengan realitas pendidikan.

Sehingga harapan mencapai bonus demografi tahun 2045, sebagaimana ramalan akademisi dan kaum intelektual menjadi tidak berdasar. Padahal sumber daya alam (SDA) Indonesia sangat melimpah ruah, sisa bagaimana SDM diberikan vitamin melalui mutu pendidikan yang baik.

  • Penulis: Multazam. R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman. Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan […]

  • Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nuruma banyal
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Selama hampir satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Capaian ini sering dijadikan simbol keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Ketepatan waktu penyampaian laporan pun semakin memperkuat kesan bahwa akuntabilitas fiskal berjalan dengan baik. Namun, di balik capaian tersebut, berbagai kritik terhadap kebijakan anggaran tetap bermunculan—mulai dari […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Pemerintah Prabowo Subianto  resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, mulai berlaku Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah bersejarah pertama di tingkat nasional, Rabu(22/10/2025). Penurunan harga tersebut dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor […]

  • Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang ringan, kuat, dan praktis menjadikannya pilihan utama dalam berbagai aktivitas manusia. Namun di balik kemudahan tersebut, sampah plastik justru menyimpan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Sebagai negara […]

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

expand_less