Breaking News
light_mode
Trending Tags

Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

  • account_circle Multazam. R
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indikator utama kemajuan sebuah bangsa adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Negara dengan sistem pendidikan yang baik, umumnya memberikan jaminan terhadap mutu proses pembelajaran, masa depan murid, dan menciptakan SDM yang inovatif serta kritis, yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.

Di tengah himpitan arus globalisasi yang bebas nilai, pendidikan di Indonesia masih berkutat pada masalah klasik. Model pendidikan yang mengedepankan hafalan, komunikasi satu arah, dan suasana belajar dialog interaktif yang minim, mengingtkan kita pada model pendidikan banking of education (model pendidikan gaya bank), yang dikritik oleh praktisi pendidikan berkebangsaan Brazil, yakni Paulo Freire.

Kritik atas Model Pendidikan Gaya Bank

Model pendidikan yang ditawarkan Paulo Freire sebagai kritik terhadap banking of education adalah problem based learning (pendidikan berbasis masalah) sangat layak untuk ditelaah. Brazil pada tahun 1960-an, mayoritas penduduknya buta aksara, hak ikut pemilu dikaitkan dengan kemampuan baca-tulis. Sehingga program baca-tulis sering dikaitkan dengan kesadaran politik, meminimalisir masyarakat digunakan sebagai alat kepentingan politik.

Menurutnya, pendidikan tidak pernah lepas dari kepentingan politik, sebab pendidikan menjadi alat untuk merawat ideologi, sebagaimana pemikiran Louis Althusser yang melihat ideologi bekerja melalui Aparatus Ideologis Negara: merawat dan melestarikan ideologi. Dari latar belakang kejadian tersebut, Paulo Freire mengabdikan hidupnya menjadi praktisi pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai proses memanusiakan.

Paulo Freire menolak konsep murid sebagai objek atau rekening kosong yang bebas diisi oleh “nasabah” dalam hal ini guru. Menurutnya, model pendidikan seperti itu bersifat hierakis dan non egaliter, dimana guru berperan sebagai subjek aktif sedangkan murid sebagai objek pasif. Dampaknya, pendidikan sebagai instrumen penting bangsa justru malah menghasilkan lulusan kontraproduktif, tandus, dan konservtif. Dalam model pendidikan berbasis masalah, Paulo Freire memperkenalkan istilah konsientisasi: proses membangun kembali kesadaran kritis untuk mengubah kesadaran individu dari tingkat magis menuju kritis.

Freire menyadari model pendidikan gaya bank justru mengekang kebebasan kreativitas murid, dan menafikkan fitrah yang telah Tuhan berikan kepada manusia dengan potensi yang berbeda-beda. Atau lebih tepatnya, pendidikan model bank adalah bagian dari proses dehumanisasi. Kritiknya mula-mulau terkait hakikat guru dan murid. Murid bukan objek, pihak tidak aktif atau menerima dan guru bukan subjek, pemilik pengetahuan, pihak aktif yang bercerita menyampaikan pelajaran.

Lebih dari itu, guru harus berperan sebagai fasilitator atau mitra bagi murid, yang mengembangkan daya kritis, mengeksplor pengetahuannya, memberi stimulus untuk imajinasi murid, sehingga murid mampu berekspresi berdasarkan pemahamannya.

Menemukan Jalan Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, model pendidikan yang digunakan masih bergaya bank, dengan instrumen hafalan, pola komunikasi satu arah, dan evaluasi berbasis nilai. Selain itu, tenaga pendidik diberikan beban administrasi kurikulum baru, jam kerja banyak, dan ketimpangan distribusi tenaga pengajar yang tidak merata ditambah upah yang rendah. Model dan kebijakan dalam dunia pendidikan Indonesia semakin memperluas kesenjangan jarak antara harapan, cita-cita dengan realitas pendidikan.

Sehingga harapan mencapai bonus demografi tahun 2045, sebagaimana ramalan akademisi dan kaum intelektual menjadi tidak berdasar. Padahal sumber daya alam (SDA) Indonesia sangat melimpah ruah, sisa bagaimana SDM diberikan vitamin melalui mutu pendidikan yang baik.

  • Penulis: Multazam. R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    PT Pegadaian terus menghadirkan inovasi layanan keuangan yang memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas. Melalui program Promo Cicilan Emas Pegadaian, masyarakat kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi cicil emas dengan lebih hemat, aman, dan praktis melalui aplikasi digital Pegadaian. Promo dengan kode SERUMULIA15 memberikan keuntungan berupa potongan uang muka sebesar Rp 15 ribu per gram dengan maksimal […]

  • PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menghadirkan kompetisi seru bertajuk PES Esport 2025 yang akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di Pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-I, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Turnamen ini menjadi salah satu terobosan kreatif PWNU Gorontalo dalam menggabungkan nilai-nilai syariah […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • Akhirnya Anjing Masuk Surga

    Akhirnya Anjing Masuk Surga

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Dr. Hi. Mansur Basie
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kalau ada hewan atau binatang yang berterima kasih (numpang viral) karena hiruk pikuk social media dua hari terakhir ini, maka binatang itu adalah anjing. Betapa tidak, tanpa diminta “persetujuannya”, ia disebut dan diviralkan oleh mungkin dari lebih separuh penduduk negeri +62. Berdasarkan laporan We Are Social dari situs dataIndonesia.com, jumlah pengguna aktif media sosial di […]

  • BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal di era digital dapat terjadi sangat cepat, mulai dari internet, media sosial, hingga game online, yang kini banyak menyasar generasi Z dan Alpha. “Di era digital, paham-paham radikal ini bisa sangat cepat disebarluaskan. Mereka ada yang terpapar melalui media sosial, ada juga yang […]

  • PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai   

    PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai  

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Meski Pemilu masih cukup lama, namun kesiapan-kesiapan harus dimantapkan partai Politik jika ingin meraih kemenangan. Salah satu strategi yang penting untuk dilakukan adalah terus mengkonsolidasikan struktur partai hingga akar rumput. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Salah satu strategi partai besutan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar itu dengan mensosialisasikan […]

expand_less