Breaking News
dark_mode
Trending Tags

SAKTI Sentil Banyak Mahasiswa di Majannang: Pintar di Luar, Membisu di Kampung Sendiri 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 231
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS – Desa Majannang kembali menjadi sorotan setelah salah satu tokoh pemuda desa, Sakti, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sebagian pemuda di Dusun Taipa, Desa Majannang, yang dinilai mulai kehilangan kepedulian terhadap masa depan desanya sendiri.

Menurut Sakti, banyak pemuda saat ini lebih memilih diam dan acuh terhadap berbagai persoalan sosial di desa. Bahkan, sebagian besar dianggap lebih sibuk dengan permainan game, nongkrong tanpa arah, hingga enggan hadir dalam forum diskusi kepemudaan.

“Kebanyakan pemuda memilih diam dengan alasan tidak tahu atau bodoh amat soal desanya sendiri. Padahal masa depan desa ada di tangan pemuda,” tegas Sakti.

Ia mengaku prihatin melihat minimnya minat generasi muda untuk belajar memahami kondisi desa. Menurutnya, banyak pemuda merasa suara mereka tidak pernah didengar, namun di sisi lain mereka juga tidak memiliki kemauan untuk ikut belajar dan terlibat dalam perubahan.

“Bagaimana mau tahu kalau tidak mau belajar? Ketika dipanggil diskusi, tidak ada yang minat. Lebih penting main game dan nongkrong tidak jelas arahnya mau ke mana,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sakti menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan karena merasa paling pintar, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial pemuda di kampung halamannya. Ia percaya, jika seluruh pemuda bisa bersatu dan meninggalkan ego masing-masing, Desa Majannang dapat berkembang menjadi desa yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

“Saya bukan sok pintar, tapi saya percaya kalau pemuda bersatu membangun desa, maka desa ini bisa berubah. Kita memang berbeda pemikiran, tapi sampai kapan kita terus diam?” katanya.

Tak hanya menyentil pemuda umum, Sakti juga menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Desa Majannang yang dinilai kehilangan jiwa kritis ketika kembali ke kampung halaman. Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang aktif dan berani saat berada di luar daerah, namun memilih bungkam ketika melihat ketidakadilan di desanya sendiri.

“Mirisnya, banyak mahasiswa keluar kampung untuk belajar, tapi datang di kampung jadi cacing. Mereka tahu ada ketidakadilan, tapi tidak ada keberanian untuk bersuara. Di mana jiwa kritisnya?” ucap Sakti.

Ia juga menilai ilmu yang didapat di luar daerah seharusnya bisa dibawa pulang untuk membangun desa sendiri, bukan justru lebih sibuk membangun tempat lain sementara kampung halaman dibiarkan tertinggal.

“Belajar itu penting, tapi ilmu kalian juga harus disumbangkan untuk desa sendiri. Jangan lebih memilih membangun kampung orang daripada kampung sendiri,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Sakti mengajak seluruh pemuda Desa Majannang, khususnya di Dusun Taipa, agar mulai membuka mata terhadap kondisi sosial di lingkungan mereka. Ia berharap generasi muda tidak takut menyuarakan kebenaran dan berani terlibat dalam pembangunan desa.

“Mengetahui ketidakadilan lalu memilih diam adalah bentuk pengkhianatan. Pemuda jangan takut bersuara, karena perubahan desa dimulai dari keberanian anak mudanya sendiri,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Gorontalo Utara, nulondalo.com – Seorang warga Gorontalo Utara, Sandy Syafrudin Nina, menyuarakan keprihatinan serius terhadap aktivitas truk pengangkut kayu bermuatan berlebih (overload) yang kerap melintas di wilayah Tomilito. Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Dalam kesaksiannya, Sandy mengungkapkan bahwa siang hari, jalanan dari arah Tomilito dipenuhi […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 136
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • PCNU Pohuwato Ingatkan PT Pani Gold Project, PWNU Gorontalo Siap Kawal dengan Kajian yang Matang

    PCNU Pohuwato Ingatkan PT Pani Gold Project, PWNU Gorontalo Siap Kawal dengan Kajian yang Matang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang sorotan terhadap aktivitas perusahaan tambang PT Pani Gold Project kembali menguat setelah berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kabupaten Pohuwato. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pohuwato ikut angkat suara. Melalui Sekretarisnya, Risman Ibrahim, PCNU menegaskan bahwa perusahaan tambang harus menyadari posisinya sebagai “tamu” di tanah Pohuwato dan wajib […]

  • Gusdur Dalam Memori  Mbak Yenny dan Gus Mus

    Gusdur Dalam Memori Mbak Yenny dan Gus Mus

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Riski Hidayat
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Oleh: Riski Hidayat, Mahasiswa Pasca Sarjana UAC Mojokerto Tulisan ini Merupakan Refleksi Penulis pada saat Menghadiri Acara Peringatan Haul Gus Dur ke 16 dan Tasyakuran Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional K.H Abdurrahman Wahid di Tebu Ireng Pada 17 Desember 2025. Berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Mbak Yenny Wahid. Apa yang membuat Gus Dur begitu istimewa […]

  • Ritual Rindu Buaya dan Restu Tanah

    Ritual Rindu Buaya dan Restu Tanah

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Masyarakat Pattae di Dusun Kurra, Desa Kurra Mapilli (Kurma), Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, masih teguh merawat tradisi leluhur mereka yang disebut mappande rindu (ritual memberi makan buaya). Tradisi ini berakar pada keyakinan bahwa di antara manusia terdapat sosok yang bersaudara dengan buaya. Karena itu, hubungan dengan hewan tersebut dijaga melalui penghormatan dan persembahan, sebagai wujud kesetiaan […]

  • Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Selain itu, BAZNAS juga menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65.000 per jiwa per hari. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa penetapan tersebut dilakukan setelah […]

expand_less