Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 245
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah satunya, Reset Indonesia. Buku kecil yang membahas hal-hal besar.

Sebagai warga negara yang baik, saya dan mungkin juga anda, pasti pernah berpikir tentang nasib bangsa ini. Nasib kita, anak, dan cucu nanti ke depannya. Meski banyak yang bersuara kegelapan di masa depan, namun para penulis ini memberikan secercah harapan, bahwa yang perlu dilakukan adalah mereset negeri yang kaya ini.

Dari perjalanan selama beberapa tahun mengelilingi Indonesia, mereka berbagi ke dalam buku ini. Tentu dalam hati kecil, saya iri dengan mereka yang punya kesempatan itu. Tapi saya juga merasa lega, dengan adanya buku ini, saya tidak perlu keluar dari daerah saya ini—Provinsi Gorontalo—untuk melihat kondisi realitas di lapangan. Banyak hal yang saya dan anda yang punya keinginan untuk membaca buku ini akan dapatkan dari buku ini. Namun perlu saya garis bawahi, bahwa buku ini sama sekali bukan ajakan untuk makar. Mari saya urai sedikit.

Secara garis besar, buku ini dibagi dalam enam bab. Bab pertama membahas perihal kebijakan-kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi versi pemerintah tentu penuh harapan akan berdampak ke semua masyarakat. Namun kenyataan di lapangan bersuara lain. Salah satu yang dibahas yaitu langkah negara untuk menutupi utang yang kian membengkak.

Pada bab dua diangkat judul “Ada Dunia Lain”. Pembahasan dalam bab ini sangat menarik menurut saya. Farid Gaban, dkk (2025) mengambil contoh kasus lokal, kemudian menggunakan analisis sosial yang membedah kebijakan yang seringkali terlihat sulit, namun dalam penyelesaiannya harusnya bisa sederhana. Salah satunya yang menarik perhatian saya yaitu perihal Universal Basic Income. Secara sederhana, yang saya tangkap dari pembahasan ini yaitu; Universal Basic Income (UBI), adalah hak bagi setiap warga negara.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, Rabu (28/1/2026), di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan energi nasional yang lebih terarah, berdaulat, dan berkelanjutan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, menegaskan […]

  • PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo melakukan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, Kamis (4/9/2025). Pengurus PWNU Gorontalo diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, H. Abdullah Pakaja. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan agenda Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo, yang akan dicanangkan oleh PWNU pada Oktober 2025 mendatang. Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, […]

  • Keutamaan Salat Isya Menurut Imam an-Nawawi

    Keutamaan Salat Isya Menurut Imam an-Nawawi

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Salat Isya adalah salah satu dari lima salat fardhu yang diwajibkan atas setiap Muslim. Waktunya berada di penghujung siang, ketika tubuh manusia telah letih dan condong pada istirahat. Dalam kondisi demikian, syariat tetap mendorong umat Islam untuk tetap menunaikan salat Isya, bahkan dengan jaminan keutamaan yang besar. Ulama besar mazhab Syafi’i, Imam Yahya bin Syaraf […]

  • Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memasuki babak baru. Perubahan status kelembagaan tersebut diikuti dengan penguatan tata kelola dan layanan akademik berbasis teknologi digital. Momentum tersebut ditandai dengan dilantiknya Prof. Dr. Ahmad Faisal sebagai Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo periode 2026–2029. […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Salim S Mengga mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa almarhum wafat akibat sakit, tanpa merinci […]

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 Hijriah secara hisab belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Dengan kondisi tersebut, Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini disampaikan Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep […]

expand_less