Mahasiswa KKN-T Unhas Laksanakan Edukasi Pencegahan PMK Secara Door To Door di Desa Bontomanurung Kecamatan Tompobulu
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM–MAROS–Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ternak, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara door to door di Desa Bontomanurung. Kegiatan ini dipadukan dengan pembagian obat cacing kepada RT, Kepala Dusun, kelompok tani, dan masyarakat yang memiliki ternak.
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Rifqah Nabila Rasyid, Mahasiswa Peternakan Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya
mendukung peningkatan kesehatan ternak di tingkat desa. Pendekatan door to door dipilih agar penyampaian informasi dapat dilakukan secara lebih personal sehingga masyarakat memiliki
kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai permasalahan kesehatan ternak yang mereka hadapi.
Dalam kegiatan sosialisasi, Rifqah menjelaskan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau,
kambing, dan domba. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar karena mengakibatkan penurunan produktivitas ternak, seperti menurunnya nafsu makan serta
berat badan,ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan gejala klinis PMK, cara penularan penyakit dan langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya penerapan biosekuriti di lingkungan peternakan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar masuknya ternak dari luar daerah, melakukan disinfeksi secara
berkala, serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK.
Selain memberikan edukasi, Rifqah turut membagikan Brosur mengenai PMK yang berisi informasi singkat dan mudah dipahami oleh masyarakat. Brosur tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat dibaca kembali oleh para peternak sehingga informasi mengenai pencegahan PMK tetap dapat diingat dan diterapkan dalam kegiatan beternak sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ternak secara menyeluruh, kegiatan ini juga disertai dengan pembagian obat cacing kepada RT, Kepala Dusun, kelompok tani, serta
masyarakat yang memiliki ternak. Pemberian obat cacing bertujuan membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak melalui pengendalian infeksi cacing yang sering menjadi salah satu penyebab menurunnya performa ternak.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias. Selama kunjungan berlangsung, warga aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penanganan awal apabila ternak menunjukkan gejala PMK, pentingnya vaksinasi, hingga cara menjaga kebersihan kandang agar risiko penularan penyakit dapat diminimalkan. Pendekatan secara langsung ke rumah-
rumah dinilai lebih efektif karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara mahasiswa dan masyarakat
edukasi kepada peternak merupakan langkah penting dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular,keberhasilan pengendalian PMK tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan hewan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan praktik pemeliharaan ternak yang baik.
Melalui program kerja ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan PMKsemakin meningkat sehingga mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit di lingkungan peternakan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan melalui edukasi,pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan upaya menjaga kesehatan ternak dapat terus berlanjut sehingga produktivitas peternakan di Desa Bontomanurung semakin meningkat dan mampu mendukung kesejahteraan para peternak
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar