Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

  • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 99
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Viral dan sangat viral……ungkapan “Bagaimana Staw, Bagaimana Staw,” yang diucapkan oleh Kesya kepada temannya saat live TikTok dapat dianalisis secara semiotika untuk memahami makna dan implikasi yang terkandung di dalamnya. Saya mengamati dan menonton sampai habis video tersebut yang tidak hanya viral di TikTok tapi juga di Facebook.

Saya mencoba memahami ungkapan “Bagaimana staw” tersebut sebagai tanda yang penuh makna. Ungkapan “Bagaimana Staw” berfungsi sebagai ekspresi keheranan atau kebingungan.

“Bagaimana” menunjukkan pertanyaan yang mendalam tentang suatu fenomena, sedangkan “Staw” menambahkan nuansa informal dan akrab, yang mencerminkan gaya bahasa anak muda.

Dalam konteks ini, Kesya menciptakan kedekatan dengan audiens, menggugah rasa ingin tahu, dan menciptakan suasana yang lebih santai, meskipun topik yang dibahas cukup serius.

Konteks viral dari pernyataan ini menunjukkan bagaimana media sosial menjadi sarana untuk mendiskusikan isu-isu penting. Ketika Kesya mengaitkan ungkapan ini dengan P3K sebagai giveaway (tapi apakah benar itu bersifat giveaway), terdapat implikasi bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda.

Bagi saya ada nuansa kritik yang tersirat, di mana keseriusan sebuah program yang seharusnya berfokus pada pengembangan SDM dan pelayanan publik diperlakukan seakan-akan hanya sebagai tawaran menarik.

Secara semiotika ungkapan “bagaimana staw” ini mencerminkan ironi di mana program yang seharusnya serius dan berfokus pada peningkatan kualitas pegawai pemerintah disajikan dalam bentuk giveaway. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan dan praktik yang dilakukan.

Hal ini bisa ditafsirkan sebagai kritik terhadap cara pemerintah dalam menyampaikan program-program penting, yang dinilai kurang efektif dan terkesan superficial.

Dari perspektif komunikasi, penggunaan ungkapan “bagaimana staw” ini oleh Kesya memperlihatkan bagaimana bahasa dan tanda-tanda dapat membangun koneksi emosional dengan audiens.

Dengan mengadopsi gaya bahasa yang akrab dan santai, Kesya berhasil menarik perhatian banyak orang, membawa isu P3K ke dalam diskusi publik yang lebih luas.

Ini menunjukkan bahwa cara penyampaian informasi dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Dalam analisis semiotika, ungkapan “Bagaimana Staw” oleh Kesya bukan hanya sekadar kalimat, melainkan refleksi dari dinamika antara bahasa, budaya, dan pengelolaan sumber daya manusia di sektor publik.

Ungkapan ini menjadi lebih dari sekadar fenomena viral, tapi mencerminkan tantangan dan peluang dalam komunikasi publik di era digital.

Penulis : Dr. Samsi Pomalingo, MA(Akademisi di Universitas Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Samsi Pomalingo, MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan jaringan narkotika kelas kakap yang dikendalikan Erwin Iskandar alias Ko Erwin mulai terendus aparat. Setelah melakukan penyelidikan senyap selama berbulan-bulan, tim dari Bareskrim Polri akhirnya berhasil menangkap satu figur kunci dalam rantai distribusi sabu, Patrisius, kurir kepercayaan yang selama ini bergerak di bawah radar. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah kontrakan di kawasan […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 27
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • Wajar Tapi Palsu

    Wajar Tapi Palsu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah bilang, “Yang lebih lucu dari politik adalah orang yang menganggap politik itu serius.” Dalam konteks audit negara, barangkali yang lebih lucu dari korupsi adalah keyakinan bahwa WTP berarti pemerintah sudah beres. WTP itu sebenarnya sederhana: laporan keuangan tidak melanggar SAP. Titik. Tapi di negeri ini, WTP diperlakukan seperti air zam-zam—disiramkan ke mana-mana […]

  • GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan resmi merilis pernyataan sikap terkait polemik dugaan penyimpangan kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh kader di daerah tetap berada dalam satu komando yang solid. Ia menyatakan bahwa GP […]

  • Lebaran Dua Versi

    Lebaran Dua Versi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, para santri menyempatkan diri berkumpul di rumah Kyai Saleh setelah Salat Ied. Segala jenis makanan khas Sulawesi Selatan terhidang rapi, menggoda selera. Ada barongko, kue cucur, pisang goreng, dan aneka lontong yang harum. Suasana hangat dan riuh rendah percakapan memenuhi ruang tamu, tapi tetap penuh tertib. Satu per satu, para santri sungkem, […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus […]

expand_less