Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Peserta PKL Ansor Gorontalo Gelar Aksi Bersih Drainase di Limboto

  • account_circle Faisal Husuna
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – LIMBOTO – Peserta Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gorontalo Angkatan IV menggelar aksi kemanusiaan dengan membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase di Jalan Bunthula, Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kompleks Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Limboto tersebut dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi potensi banjir menjelang musim hujan.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gorontalo, Zulkarnain Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta PKL Angkatan IV yang telah melaksanakan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, kaderisasi Ansor tidak semestinya hanya berorientasi pada penguatan kapasitas dan pemahaman organisasi, tetapi juga harus melahirkan kepedulian serta tindakan nyata untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan sahabat-sahabat peserta PKL PW Ansor Gorontalo Angkatan IV hari ini. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang harus terus tumbuh dalam diri setiap kader Ansor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembersihan drainase tersebut merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mengantisipasi genangan dan banjir saat intensitas hujan meningkat.

Pasalnya, berdasarkan keterangan warga setempat, kawasan tersebut kerap mengalami banjir ketika saluran drainase tersumbat oleh sampah dan material lainnya.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di tingkat PW. Hari ini kita memulainya dari PW Ansor Gorontalo, dan ke depan saya ingin gerakan serupa bisa berlanjut hingga ke tingkat Pengurus Cabang (PC), bahkan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan kehadiran kader Ansor,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap proses kaderisasi yang dilaksanakan Ansor perlu dibarengi dengan aksi-aksi sosial.

Dengan demikian, kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial serta mampu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Umi Rauf, seorang pegawai Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja UPTD BLK Limboto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kegiatan tersebut.

Ia menilai, kepedulian para peserta PKL Ansor yang turun langsung membersihkan drainase merupakan langkah positif, terlebih menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian sahabat-sahabat Ansor. Kegiatan ini sangat membantu, apalagi saluran drainase perlu dibersihkan agar air bisa mengalir dengan lancar ketika hujan turun,” tuturnya.

Apresiasi serupa disampaikan Mastin Djafar, warga Kelurahan Tilihuwa.

Ia mengucapkan terima kasih kepada peserta PKL Ansor yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan mereka.

“Terima kasih banyak kepada sahabat-sahabat Ansor yang sudah datang dan membantu membersihkan drainase. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga, karena kalau saluran tersumbat, biasanya air meluap dan menyebabkan banjir,” ungkap Mastin.

“Ia berharap kegiatan kepedulian lingkungan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin terdorong untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama,” tambahnya

  • Penulis: Faisal Husuna

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Nulondalo.com –  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan. Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat. “Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih […]

  • Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, […]

  • Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmat Hidayat
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di bawah nahkoda Muhammad Afdal saat ini menghadapi persoalan serius dalam aspek kepemimpinan organisasi. Banyak kader menilai bahwa roda organisasi tidak lagi dijalankan dengan semangat tanggung jawab sebagaimana mestinya sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung bagi seluruh cabang PMII di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan yang seharusnya […]

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

expand_less