DPR Ajak Generasi Muda Kawal Kebijakan Lingkungan
- account_circle Abdul Fajar
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyampaikan materi dalam kegiatan Edu Day: Literasi Parlemen Perpustakaan DPR RI di SMAN 3 Kuningan, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUNINGAN, NULONDALO.COM – Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mendorong generasi muda untuk berperan aktif mengawal kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup. Keterlibatan pelajar dinilai penting untuk memastikan persoalan lingkungan menjadi perhatian dalam arah pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Rokhmat saat menghadiri kegiatan Edu Day: Literasi Parlemen Perpustakaan DPR RI di SMA Negeri 3 Kuningan, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Generasi Muda Peduli Lingkungan, Parlemen Mengawal Masa Depan Berkelanjutan tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog antara parlemen dengan kalangan pelajar untuk memperkenalkan fungsi serta peran DPR RI.
Rokhmat mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih SMA Negeri 3 Kuningan, mulai dari bidang olimpiade, lingkungan hidup, hingga pencak silat.
Menurutnya, sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya mengawal kebijakan pemerintah.
“Apalagi ini SMA yang unggulan di bidang lingkungan hidup. Kami punya kepentingan di sini agar bagaimana generasi muda ini mengawal kebijakan pemerintah di bidang lingkungan. Kami juga menerima masukan-masukan yang sangat penting dan sangat berharga,” ujar Rokhmat.
Suhu Indonesia Terus Menjadi Perhatian
Dorongan keterlibatan generasi muda tersebut relevan dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu rata-rata Indonesia pada 2025 mencapai 27,05 derajat Celsius.
Angka tersebut mengalami anomali sebesar 0,38 derajat Celsius dibandingkan suhu normal klimatologis periode 1991–2020 yang sebesar 26,7 derajat Celsius. Berdasarkan catatan pengamatan sejak 1981 hingga 2025, tahun 2025 menempati urutan keenam sebagai tahun terpanas di Indonesia.
Sebelumnya, 2024 bahkan mencatat anomali suhu sebesar 0,8 derajat Celsius dan menjadi tahun terpanas dalam catatan pengamatan BMKG hingga periode tersebut.
Perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan peningkatan suhu, tetapi juga berdampak terhadap pola curah hujan, ketersediaan air, pertanian, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.
Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mengingatkan bahwa perubahan iklim meningkatkan risiko kekeringan, banjir, tanah longsor, serta gangguan produktivitas pertanian. Kondisi tersebut membutuhkan langkah mitigasi dan adaptasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Di tengah tantangan tersebut, Rokhmat mengungkapkan bahwa DPR RI tengah merancang Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Iklim. Karena itu, dialog dengan generasi muda dinilainya penting untuk menghimpun aspirasi sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam penyusunan kebijakan.
“Apalagi kami juga sedang merancang Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim, jadi ini sangat penting sekali pertemuan ini. Luar biasa bisa turut melibatkan anak muda agar semakin kritis dalam berdemokrasi dan mengawasi kebijakan,” ungkapnya.
Pelajar Didorong Aktif Menyampaikan Aspirasi
Lebih lanjut, Rokhmat menekankan pentingnya pengenalan fungsi dan tugas parlemen kepada generasi muda sejak dini. Dengan memahami peran DPR RI, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal lembaga legislatif, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi serta menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Edu Day menjadi salah satu upaya mendekatkan parlemen kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Ruang dialog tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa pengawasan terhadap kebijakan publik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga negara, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah SMAN 3 Kuningan, Nining Cartini, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari budaya yang dibangun di sekolah tersebut.
Komitmen itu diwujudkan melalui penataan lingkungan sekolah yang hijau dan dipenuhi berbagai tanaman. SMAN 3 Kuningan juga menjadi salah satu sekolah percontohan dalam aspek kebersihan.
“Pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa tidak hanya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan,” ungkap Nining kepada Parlementaria.
Rokhmat turut menyampaikan apresiasi kepada SMAN 3 Kuningan, Sekretariat Jenderal DPR RI melalui Perpustakaan DPR RI, serta Bagian Humas dan Museum bersama Bagian Arsip atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap interaksi antara parlemen dan dunia pendidikan dapat terus diperkuat sehingga aspirasi generasi muda turut menjadi perhatian dalam pengawalan kebijakan publik.
Keterlibatan generasi muda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi berkembang menjadi partisipasi nyata dalam menjaga lingkungan, mengawasi pelaksanaan kebijakan, dan mendorong pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan ekosistem.
- Penulis: Abdul Fajar
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar