Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

  • account_circle Nurmawan Pakaya
  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai bangsa, tentang bagaimana negara memperlakukan orang-orang yang sejatinya memutar roda ekonomi setiap hari.

Di tengah riuhnya suara-suara yang menggema di Monas, ada satu pernyataan yang layak dicatat—dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Bukan pernyataan bombastis. Bukan pula janji politik yang dibalut jargon muluk. Tapi ada nada ketulusan ketika ia menyebut bahwa, “pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap persoalan ketenagakerjaan dan akan terus mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.” Ini bukan hanya retorika, tapi pengakuan bahwa persoalan buruh bukan bisa diselesaikan lewat seremonial tahunan, melainkan kerja bersama yang konsisten dan serius.

Salah satu refleksi penting dari pernyataan itu adalah soal keberanian negara membuka ruang dialog. Bukan sekadar membuka meja perundingan, tapi juga mendengar dengan sungguh. Pemerintah, dalam beberapa kesempatan, mulai menunjukkan kesediaan untuk hadir di tengah-tengah persoalan konkret—seperti ketika ribuan pekerja menghadapi ketidakpastian karena pemutusan hubungan kerja. Negara turun tangan. Bukan karena diminta, tapi karena memang seharusnya begitu.

Kita juga tak bisa mengabaikan enam tuntutan utama buruh yang terus bergema setiap tahun: menghapus sistem outsourcing, menolak upah murah, mencabut UU Cipta Kerja, menghapus kontrak kerja eksploitatif, mewujudkan jaminan sosial semesta, dan menegakkan kebebasan berserikat. Tahun ini, yang terasa berbeda adalah bagaimana pemerintah meresponsnya. Tidak dengan defensif atau represi, tapi dengan pengakuan terbuka bahwa “aspirasi pekerja merupakan bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang adil dan inklusif,” begitu kata Mensesneg.

Pernyataan tersebut, tidak lain dan tidak bukan mencerminkan perubahan pendekatan. Bahwa negara tidak lagi melihat buruh sebagai oposisi, melainkan sebagai mitra. “Kita ingin membangun dialog yang sehat dan setara antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Negara hadir bukan sebagai pengatur yang semena-mena, tetapi sebagai penyeimbang,” ujar Mensesneg dalam wawancara singkatnya di Monas. Dan ini bukan hal kecil. Sebab bagaimanapun selama ini, relasi yang terbangun seringkali penuh kecurigaan, bahkan konfrontasi. Dan ketika negara mulai menyapa dengan nada yang lebih setara, bukankah itu adalah tanda yang patut dicatat?

Tentu, masih banyak yang belum selesai. Buruh informal masih terpinggirkan. Upah minimum belum sepenuhnya menjawab kebutuhan hidup layak. Praktik kerja kontrak masih kerap menyisakan ketidakadilan. Tapi arah baru selalu dimulai dari kesediaan mendengar. Dan dalam Hari Buruh tahun ini, suara itu tidak lagi hanya datang dari jalanan, tapi juga dari podium negara.

Sebelum diakhiri, esai ini bukan pujian kosong. Juga bukan rangkuman konferensi pers. Ini catatan kecil dari seorang warga negara yang percaya bahwa keadilan sosial bukan hanya soal angka, tapi juga soal sikap. Dan ketika seorang pejabat tinggi negara mulai bicara tentang buruh sebagai mitra, sebagai rakyat bukankah kita merasa ada alasan untuk tetap berharap. Alih-alih kita bertahan.

Selamat Hari Buruh!

Kita masih punya jalan panjang, tapi setidaknya, kita mulai melangkah ke arah yang lebih adil.

  • Penulis: Nurmawan Pakaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

  • Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Jalan rusak wilayah loloda Utara mengakibatkan mobil yang tumpangi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan ukhra Kasuba mengalami kecelakaan. Diketahui, Kecelakaan tersebut terjadi Desa Supu, kecamatan Loloda Utara, Maluku Utara, pada tanggal 30 November 2025, pukul 16.25 WIT, namun saat ini mobil telah berhasil di evakuasi pada 18.07 WIT. Dari kejadian ini, terlihat […]

  • Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Mahasiswa KKN Tematik Tahap II Desa Boidu melaksanakan program kerja yang memanfaatkan teknologi Climate Smart Agriculture. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Boidu, khususnya Sanggar Tani pada hari Selasa (9/9/2025). Koordinator desa Nabil murtono menyampaikan bahwa Tujuan kegiatan ini di buat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan teknologi untuk mengurangi […]

  • Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui medium seni dan komedi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak semestinya langsung dibawa ke ranah hukum. “Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah […]

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    Ombudsman Periksa Dugaan Pungli di MTsN 3 Gorontalo, Dana Infaq Mulai Dikembalikan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo, Kamis (31/07). Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Masyarakat, Wahiyudin Mamonto, dan menghadirkan sejumlah pihak terkait dalam upaya klarifikasi dan penelusuran kasus. Dalam pemeriksaan itu dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten […]

expand_less