Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Alam Bicara

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 464
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah.

Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 279 dinyatakan hilang. Duka menyelimuti, dan kita kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: alam yang selama ini kita abaikan, kini seolah menagih perhatian.

Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alam biasa. Meski banjir bandang bukan hal baru di negeri ini, kita tak kunjung belajar. Kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia terus terjadi, seolah menjadi bagian dari rutinitas yang tak pernah dipersoalkan secara serius.

Hutan-hutan ditebang tanpa kendali, bukit-bukit digunduli demi tambang dan pembangunan, sungai-sungai tersumbat oleh limbah dan sampah. Lalu ketika bencana datang, kita terkejut, panik, dan mencari kambing hitam.

Sebagian orang menyebut ini sebagai takdir. Namun, benarkah semua ini semata-mata kehendak Tuhan? Atau justru kita sendiri yang menciptakan jalan menuju kehancuran? Ketika alam dieksploitasi tanpa jeda, ketika keseimbangan ekosistem diabaikan, maka bencana hanyalah soal waktu.

Cuaca ekstrem kerap dijadikan alasan utama. Padahal, akar masalahnya lebih dalam: perilaku manusia yang tak kunjung berubah. Kita terlalu sibuk membangun, menggali, dan menebang, tanpa memikirkan dampaknya.

Usulan DPRD setempat untuk menginvestigasi penyebab banjir patut diapresiasi. Namun, mengapa langkah seperti ini selalu datang terlambat, setelah semuanya hancur?

Kita hidup dalam budaya reaktif, bukan preventif. Kesadaran kita baru muncul ketika bencana sudah terjadi. Kita jarang menggunakan imajinasi untuk membayangkan skenario terburuk, apalagi mengambil langkah nyata untuk mencegahnya. Padahal, membayangkan masa depan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

Bencana alam yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera adalah alarm keras yang seharusnya menggugah nurani kita. Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan alam sebagai objek eksploitasi semata. Kita harus mulai memperlakukannya sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan hanya demi hari ini, tetapi demi anak cucu kita kelak.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita mau mendengar dan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi?

Penulis: Suaib Prawono
(Warga biasa; Pekerja Sosial di Jaringan GUSDURian)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 163
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 475
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Selasa (13/1/2026), bertempat di Bandhayo Lo Yiladia (BLY). Rakorev tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekretaris Daerah Ismail Madjid, serta dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan […]

  • Menjelang PorProv Sulsel,IPSI Maros Akan laksanakan Try Out Atlet

    Menjelang PorProv Sulsel,IPSI Maros Akan laksanakan Try Out Atlet

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,MAROS – Menjelang pelaksanaan Try Out Pencak Silat 2026, atlet dari berbagai perguruan se kabupaten maros mulai meningkatkan intensitas latihan melalui latihan rutin dibawah instruksi Ketua bidang pelatih IPSI Maros Khaerul sujarwadi. Latihan ini sudah berlansung selama 3 bulan mulai dari Mei hingga Juli Dan akan berlanjut Hingga Porprov mendatang. Try out yang dijadwalkan berlangsung […]

  • Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa memberikan sambutan dalam Pertemuan Evaluasi Pengelolaan/Pelaporan Limbah Medis dan Sosialisasi Medical Waste In SMILE (ME SMILE) atau Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik yang diselenggarakan secara daring, Rabu (02/07/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan dan pelaporan limbah medis serta mensosialisasikan aplikasi ME SMILE. Dalam sambutannya, […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

expand_less