Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Abdullah bin Ummi Maktum, Muadzin Yang Tunanetra (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #3)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagi umat Islam, biasanya muadzin yang paling diingat oleh sejarah adalah Bilal bin Rabah. Seorang budak bersuara merdu yang dimerdekakan oleh Abu Bakr r.a dikenal sebagai sosok yang teguh memegang iman di tengah tekanan dan siksaan. Kisahnya sangat inspiratif dan banyak diceritakan dalam buku-buku Sejarah bahkan diabadikan dalam film. Tidak sedikit orang Islam yang ketika mendengar kata “muadzin”, yang terbayang pertama kali adalah Bilal. Bahkan, di kampung-kampung Bugis, nama lain dari muadzin adalah bilala’ yang diambil dari nama Bilal.

Tetapi pada masa Nabi, umat Islam sebenarnya memiliki dua muadzin. Selain Bilal, ada pelantun adzan yang lain. Ia sahabat Nabi yang tunanetra. Namanya memang tidak sepopuler Bilal, dan kisahnya tidak terlalu sering diceritakan.

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Ummi Maktum. Ia berasal dari Quraisy, dari Bani ‘Amir bin Lu’ayy. Ayahnya bernama Qais bin Zaid (dalam sebagian riwayat disebut juga ‘Amr), sementara ibunya bernama ‘Atikah binti ‘Abdullah.

Lalu mengapa ia disebut Ibnu Ummi Maktum—“anak dari Ummi Maktum”?

Dalam tradisi Arab, seseorang kadang dinisbatkan kepada ibunya, bukan ayahnya. Ini tidak lazim, tetapi juga bukan hal aneh. Ibu Abdullah dikenal dengan julukan “Ummu Maktum”, yang secara bahasa berarti “ibu dari yang tertutup” atau “yang tertutup (penglihatannya)”. Julukan ini berkaitan dengan kondisi Abdullah yang tunanetra sejak kecil. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan “anak dari Ummu Maktum” daripada dengan nama ayahnya.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budak Ambisi

    Budak Ambisi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri. Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia […]

  • Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Saya terlibat cukup lama dalam kerja-kerja moderasi beragama. Bukan hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga merancang metode pembelajaran yang lebih segar dan kontekstual, menyusun pendekatan-pendekatan baru yang lebih hidup — seperti Klinik Moderasi Beragama, Visiting Class, dan Moving Class. Bersama tim kecil, saya mencoba menyebarkan gagasan moderasi sebagai ruang belajar, bukan sekadar slogan. Tapi, jujur […]

  • UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) tidak bersifat diskriminatif meskipun perlindungan hukum dalam Pasal 8 hanya secara limitatif ditujukan kepada wartawan. Menurut MK, penulis lepas, kolumnis, dan kontributor nonwartawan tetap memiliki payung hukum lain di luar UU Pers. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua MK Saldi Isra […]

  • Akuntansi Kemenangan

    Akuntansi Kemenangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Di republik yang gemar membuat laporan ini, segala sesuatu rasanya perlu diaudit. Dari laporan keuangan negara sampai laporan perasaan mantan—semuanya ingin disusun rapi, kalau perlu dengan catatan kaki. Maka ketika Ramadhan tiba dan Idul Fitri menjelang, saya membayangkan satu hal: bagaimana kalau kemenangan spiritual juga kita perlakukan seperti laporan keuangan? Apakah kita layak mendapat opini […]

  • Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muh. Ersyad Mamonto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Kaligrafi atau dalam Islam biasa dikenal dengan istilah al-khat mempunyai makna yang serupa di antara kedua istilah tersebut yaitu “tulisan indah”. Kaligrafi sangat erat dengan peradaban dunia Islam, selain memang sebagai produk budaya yang digunakan dalam pembakuan mushaf Qur’an, juga adanya pandangan ikonoklasme dalam Islam sehingga menempatkan kaligrafi sebagai sentrum seninya seni rupa Islam. Ikonoklasme […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

expand_less