Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abdullah bin Ummi Maktum, Muadzin Yang Tunanetra (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #3)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebutan ini akhirnya menjadi identitas yang melekat kuat. Dalam banyak riwayat hadis dan kitab sejarah, namanya hampir selalu disebut dengan bentuk itu. Bahkan dalam hadis tentang azan subuh, Nabi menyebutnya dengan nama tersebut: Ibnu Ummi Maktum.

Jadi, “Ummi Maktum” bukan nama ayah atau kabilah, melainkan kunyah (panggilan kehormatan) ibunya yang kemudian menjadi penanda identitasnya. Ini juga menunjukkan bahwa dalam masyarakat Arab saat itu, identitas seseorang bisa terbentuk dari berbagai jalur—tidak selalu dari garis ayah saja.

Meski tunanetra, tetapi Abdullah bin Ummi Maktum sangat peka dengan waktu. Itulah sebabnya dia diberi kepercayaan sebagai muadzin sebagai penanda waktu salat masuk, terutama di subuh hari. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai kalian mendengar azan Ibnu Ummi Maktum.” Ini berarti  apabila Abdullah bin Ummi Maktum sudah azan, waktu subuh benar-benar telah masuk. Tidak boleh lagi makan sahur, pada bulan Ramadhan.

Abdullah bin Ummi Maktum memang tidak berasal dari keluarga besar dan terhormat, tetapi posisinya cukup Istimewa dalam Sejarah Islam. Dia mungkin salah satu dari sedikit sahabat yang menjadi insipirasi turunnya ayat. Jika anda pernah membaca surah abasa. Kisah tentang nabi yang bermuka masam karena munculnya seorang tunanetra dalam pertemuan, orang itu adalah Abdullah bin Ummi Maktum.

Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum ikut dalam Perang Qadisiyah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Pasukan Muslim saat itu dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash. Dalam pertempuran tersebut, Abdullah disebut memegang panji hitam pasukan. Tugas itu bukan tugas ringan. Panji menjadi penanda posisi pasukan di medan perang dan simbol keteguhan barisan. Selama panji tetap berdiri, pasukan dianggap masih kokoh. Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa Abdullah gugur dalam peperangan itu, tetap berada di posisinya hingga akhir.

Dari Abdullah bin Ummi Maktum, kita belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbuat dan berperan dalam ruang sosial.

Penulis : Jamaah Gusdurian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Petugas berjibaku memadamkan api selama beberapa jam hingga akhirnya kebakaran berhasil dikendalikan sekitar tiga jam setelah kejadian. Insiden ini juga mengingatkan kembali pada peristiwa kebakaran besar yang terjadi di lokasi yang sama pada Januari 2026. Saat itu, dua pabrik dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat ledakan di fasilitas pengolahan minyak. Hingga kini, penyebab pasti dari ledakan […]

  • Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    Permohonan Dispensasi Nikah di Gorontalo Tinggi, Dinas PPPA Ajak Pemberdayaan dan Edukasi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Nulondalo.com — Permohonan dispensasi nikah di Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 tercatat ratusan kasus meskipun pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat pencegahan pernikahan usia anak. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo, sampai pertengahan Desember 2025 terdapat total 524 permohonan dispensasi nikah dari seluruh kabupaten/kota di Gorontalo. Jumlah ini menunjukkan bahwa fenomena pernikahan di bawah […]

  • Warga Paguyaman dan Paguyaman Pantai Juga Dapat Bantuan

    Warga Paguyaman dan Paguyaman Pantai Juga Dapat Bantuan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) juga telah dinikmati warga Kecamatan Paguyaman dan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Penyaluran bantuan ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah. Idah Syahidah menjelaskan kuota penerima BLP3G di tahun ini mengalami penyesuaian signifikan. Hal ini imbas dari efisiensi anggaran seluruh pemerintah daerah termasuk Provinsi Gorontalo. “Kalu tahun-tahun sebelumnya penerima bantuan […]

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 324
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Menariknya, para ulama sering menggambarkan proses pembentukan karakter manusia dengan metafora kerja yang penuh kesabaran. Sebagaimana tanah yang harus diolah sebelum ditanami, atau besi yang harus ditempa sebelum menjadi kuat, demikian pula manusia yang harus melalui latihan spiritual agar menjadi pribadi yang matang. Dalam konteks ini, puasa tidak hanya melatih tubuh menahan lapar, tetapi juga […]

  • IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    “Tidak ada perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), hanya satu perusahaan skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan sebanyak 11 perusahaan tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar,” ujarnya. Dari sisi sektoral, pipeline IPO menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sektor consumer non-cyclicals mendominasi dengan tiga perusahaan. Disusul sektor healthcare, infrastructure, dan […]

expand_less