Adab di Atas Algoritma
- account_circle Ahmad Kadir
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 171
- print Cetak

ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Penulis: Ahmad Kadir
- Editor: Djemi Radji

ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Zaman terus bergerak. Teknologi melaju tanpa menunggu siapa pun. Informasi datang bertubi-tubi, nyaris tanpa jeda untuk berpikir. Apa yang dulu dibahas berjam-jam di pesantren, melalui kitab, halaqah-halaqah, dan bimbingan guru namun hari ini kerap hadir dalam potongan video berdurasi tiga puluh detik. Cepat, ringkas, tetapi sering kali tidak utuh.
Di tengah arus itu, santri hidup di ruang yang sama dengan semua orang: media sosial. Timeline menjadi ruang perjumpaan baru, tempat gagasan, emosi, dan opini saling berkejaran. Namun tidak semua yang viral layak dipercaya, dan tidak semua yang ramai mengandung kebenaran.
Hari ini, tidak sedikit santri sebagaimana masyarakat luas, yang terlalu cepat mengambil kesimpulan. Satu potongan video, satu tangkapan layar, satu narasi sepihak; langsung dibagikan, dikomentari, bahkan dijadikan sikap. Padahal, para kiai sejak lama mengingatkan kaidah penting dalam ushul fikih: الحكم على الشيء فرع عن تصوره al-ḥukmu ‘alā asy-syai’ far‘un ‘an taṣawwurih (menilai sesuatu harus diawali dengan pemahaman yang utuh).
Fenomena ini kerap disorot para pendidik dan pengamat sosial. Media sosial membentuk opini dengan kecepatan tinggi, tetapi sering memotong konteks. Yang sampai ke layar bukan kebenaran seutuhnya, melainkan versi yang paling mudah memancing emosi: marah, simpati berlebihan, atau kebencian yang tergesa-gesa. Algoritma bekerja bukan untuk menuntun kebijaksanaan, melainkan untuk mempertahankan atensi.
Di sinilah santri diuji.
Pesantren tidak mendidik santri untuk reaktif, melainkan reflektif. Tidak membiasakan menyimpulkan sebelum tabayyun dan istiqra’ dengan meneliti, menimbang, dan memahami dari berbagai sisi. Tidak mengajarkan bersuara sebelum mempertimbangkan adab, dampak, dan niat di balik setiap sikap.
Santri boleh mengikuti isu. Peduli pada persoalan sosial adalah bagian dari tanggung jawab moral. Namun kepedulian tidak boleh menghilangkan akhlak. Santri boleh kritis, bahkan harus, akan tetapi tidak berubah menjadi kasar. Boleh bersuara, tetapi tidak menjadi penghakim. Sebab yang membedakan santri dengan sekadar orang berilmu bukan pada banyaknya informasi yang dimiliki, melainkan pada cara bersikap di tengah keramaian.
Ilmu tanpa adab mudah terseret emosi. Semangat tanpa kebijaksanaan mudah berubah menjadi kegaduhan. Ketika komentar lebih cepat daripada pikiran, dan membagikan lebih cepat daripada memahami, disitulah nilai-nilai pesantren diuji secara nyata.
Hari ini, tantangan santri bukan lagi soal akses ilmu. Kitab, ceramah, dan diskusi tersedia luas di genggaman. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga arah di tengah banjir informasi. Santri tetap tenang ketika yang lain tergesa-gesa, tetap jernih ketika yang lain sibuk saling menyalahkan.
Maka dimanapun santri berpijak, baik di kampus, di ruang publik dan politik, atau di media sosial sekalipun, ia membawa satu kompas yang sama, yakni adab sebelum bicara, tabayyun dan istiqra’ sebelum menyimpulkan, serta niat lurus dalam bersikap. Zaman dan teknologi boleh berkembang, tetapi santri tidak boleh kehilangan arah.
Tulisan ini sejatinya bukan untuk menunjuk siapa pun, melainkan untuk mengingatkan diri sendiri. Di tengah derasnya informasi dan cepatnya pengambilan sikap, santri dituntut untuk lebih berhati-hati. Kesalahan adalah bagian dari sifat manusia; santri pun tidak luput darinya. Namun yang membedakan bukan pada pernah atau tidaknya salah, melainkan pada kesediaan untuk mengevaluasi, belajar kembali, dan memperbaiki arah.
Pesantren mengajarkan bahwa menjaga marwah santri bukan berarti merasa paling benar, melainkan tetap rendah hati ketika keliru, dan jujur pada diri sendiri saat perlu berbenah. Jatuh itu manusiawi, tetapi bangkit dengan kesadaran dan pembelajaran adalah jalan santri menjaga dirinya agar tidak terjerumus pada kesalahan yang sama.
Refleksi ini tidak hanya ditujukan kepada santri, tetapi kepada siapa pun yang kerap mengambil sikap dengan tergesa-gesa di tengah arus informasi yang deras. Semoga kita semua lebih mampu mencerna, menimbang, dan mengelola setiap isu sebelum menjadikannya kesimpulan dan sikap.
Sebab santri sejati bukan yang paling cepat merespons isu, melainkan yang paling bijak menjaga nilai, lalu menghadirkan ketenangan di tengah kebisingan zaman.
Wallahu’alam
Penulis adalah Santri di Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah Gorontalo
Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling […]
nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]
Pengantar Tulisan ini merupakan respon atas kritik Tarmizi Abbas terhadap sanggahan saya sebelumnya. Ia menulis sangat baik, “Tak Ada Yang Integratif Dari ‘Epistemologi Integratif’ dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya” (10 Januari 2026) di nulondalo.com. Saya tetap mengapresiasi, serta belajar banyak hal dari kritik tersebut. Sebelumnya, diskursus melalui beberapa tulisan dengan Tarmizi Abbas, dipantik dari […]
Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]
DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) perubahan keempat Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) menjadi UU. Hal tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 hari ini, Selasa (18/2). Dalam Rapat Paripuurna tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Doli Kurnia Tanjung […]
nulondalo.com – Ketentuan mengenai larangan ajaran Komunisme dan Marxisme dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menjadi perhatian publik. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 188 KUHP, yang melarang setiap orang mengajarkan, menyebarkan, serta mengembangkan ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme dalam bentuk apa pun. Dalam pasal tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan dimaksud dapat dikenai ancaman pidana […]
Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik. Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, […]
photo_camera 7
nulondalo.com – DPRD Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Daerah secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Kabupaten Pohuwato. Perda ini diproyeksikan menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, terukur, dan terintegrasi hingga level desa dan kelurahan. Abdullah K. Diko, […]
nulondalo.com – Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca di tengah berlangsungnya Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil manajemen The Blues meski performa tim dinilai belum sepenuhnya terpuruk. Saat ini, Chelsea masih menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Namun, jarak 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi […]
Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) melaksanakan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025 di Manna Cafe n Bakery Gorontalo, Kamis 23/10/2025 . Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh pemangku kepentingan di bidang perbenihan, guna menyamakan persepsi dalam mendukung peningkatan produksi dan […]
nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Komisi IV, Muhammad Dzikyan, S.Pd.I, melayangkan protes keras terhadap kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo yang kembali mewajibkan kehadiran guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan seremonial, menyusul pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag awal Januari lalu. Protes tersebut muncul setelah Kanwil Kemenag kembali mengedarkan undangan kegiatan […]
Sebagai seorang alumni, ketika mendengar kabar baik bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo sedikit lagi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo (selanjutnya: UIN Smart), saya kegirangan minta ampun. Saya tahu prosesnya amat lama, melibatkan banyak sekali pihak, dan pekerjaan yang tidak mudah. Pada 17 Oktober 2025, alhasil terbit surat MenPAN-RB kepada presiden tentang Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan […]
Saya mulai dengan mengapresiasi kritik saudara Tarmizi Abbas terhadap tulisan saya tentang “Makuta Ilmu”—belakangan saya rubah jadi “Mahkota Ilmu”—sebagai paradigma keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo nanti. Saya senang sekali dikritisi, sejak kemarin tulisan seperti ini memang ditunggu. Dialektika melalui tulisan belakangan jarang terjadi di lingkungan kampus. Seringkali sebuah gagasan dibalas dengan kalimat singkat satir, sindiran, […]
Tulisan Donald Tungkagi berjudul Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas (9/1) di nulondalo.com., sebagai tanggapan atas tulisan saya (8/1) setidaknya memuat tiga poin utama, yakni: (1) penjelasan historiografis makuta problematik karena tidak cukup valid dalam simbol makuta dalam paradigma epistemologi Makuta Keilmuan; (2) ketegangan antarpilar itu produktif, alih-alih saling menegasikan satu […]
Opini ini saya tulis di sela perjalanan panjang, di ruang tunggu Bandara Cengkareng, Jakarta. Waktu seakan berhenti sejenak di antara pengumuman keberangkatan dan langkah-langkah penumpang yang tergesa. Saya dan seorang sahabat—sesama PNS, sama-sama dipercaya mengemban amanah pada penugasan kali ini mendampingi Wakil Walikota Gorontalo Bapak Indra Gobel — sedang bersiap menunggu penerbangan menuju Aceh Tamiang, […]
Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling […]
nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]
nulondalo.com– Tim Gabungan Jatanras Polresta Gorontalo Kota bersama Unit Reskrim Polsek Kota Utara berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antar provinsi. Dalam operasi pengejaran hingga ke wilayah Sulawesi Utara (Sulut), petugas mengamankan lima unit sepeda motor berbagai merek, Selasa (13/1/2026). Kapolresta Gorontalo Kota melalui Kasat Reskrim AKP Akmal Novian Reza, S.I.K., menjelaskan pengungkapan tersebut […]
nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Selasa (13/1/2026), bertempat di Bandhayo Lo Yiladia (BLY). Rakorev tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekretaris Daerah Ismail Madjid, serta dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan […]
nulondalo.com – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengambil langkah tegas dalam upaya memangkas rantai birokrasi dengan melimpahkan sebagian kewenangan Bupati kepada para Camat. Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (13/1/2026). Bupati Sofyan menegaskan, pelimpahan kewenangan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus menghadirkan pemerintahan […]

Saat ini belum ada komentar