Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, di Indonesia, budaya feodal ini berkelindan erat dengan sikap paternalistik. Ada asumsi tak tertulis bahwa sosok pengajar pasti selalu benar. Akibatnya, muncul rasa sungkan yang berlebihan untuk mendebat, bahkan ketika argumen yang disampaikan dosen atau guru jelas-jelas lemah. Situasi ini makin diperparah oleh sistem birokrasi lembaga pendidikan kita yang kerap kali lebih menghargai kepatuhan administratif ketimbang keberanian intelektual.

Dampaknya cukup fatal karena kita akhirnya mencetak generasi yang takut salah dan gamang setiap kali punya opini berbeda. Mereka lebih memilih mencari jawaban aman demi nilai daripada mengasah argumen. Kita sukses melahirkan penghafal yang hebat, tapi gagap saat diajak berpikir kritis. Dalam jangka panjang, ini adalah lampu kuning bagi masa depan demokrasi kita, sebab demokrasi tidak cuma butuh orang-orang pintar bergelar akademis, melainkan warga negara yang berani berdialog dan kritis terhadap kekuasaan.

Ada kontradiksi yang menggelitik ketika dunia akademik sibuk mengampanyekan inovasi, kreativitas, dan kebebasan akademik, namun di saat yang sama atmosfer ketakutan masih dipelihara. Bagaimana mungkin kreativitas bisa tumbuh kalau ruang kelasnya antikritik, dan bagaimana riset bisa berkembang kalau mahasiswa hanya menjadi pelaksana kehendak dosen pembimbing tanpa ruang diskusi yang setara. Di atas kertas kita bicara modernisasi, tapi dalam praktiknya kita masih merawat hierarki yang kaku.

Tentu saja, menghilangkan feodalisme bukan berarti kita kehilangan rasa hormat kepada guru atau dosen. Menghargai pengajar itu wajib, tapi jangan sampai berubah menjadi pengkultusan yang mematikan nalar. Dalam dunia akademik yang sehat, sebuah argumen harus diuji lewat logika dan data, bukan lewat jabatan atau gelar sosial orang yang menyampaikannya. Sudah saatnya kita membebaskan ruang belajar dari intimidasi simbolik ini agar mahasiswa punya ruang untuk berbeda pandangan tanpa perlu takut dicap tidak sopan, dan sebaliknya, dosen serta guru bisa melihat kritik sebagai bagian dari proses belajar bersama, bukan serangan personal pada harga diri mereka.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar, Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto Mengawali tahun baru kita di suguhi dengan catatan merah oleh Kementerian Agama (Kemenang) dari hasil asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) akhir tahun 2025, menunjukkan data sebanyak 58,26 persen guru agama Islam tingkatan sekolah dasar (SD) di Indonesia belum fasih dalam membaca Al-Qur’an. Temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Maluku Utara sendiri memiliki rekam jejak kasus korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa. Pada pemerintahan sebelumnya, mantan Kepala BPBJ pernah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus serupa. Terkait Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2025 yang disebut-sebut menjadi dasar dugaan monopoli dan pengondisian proyek pengadaan barang dan jasa, Maruli menyatakan KPK masih melakukan pendalaman. […]

  • Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat terlibat perselisihan dengan istrinya. Pertengkaran tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari. Perselisihan diduga dipicu oleh rencana korban yang ingin menggadaikan ponsel milik istrinya. Adu mulut pun tidak terhindarkan hingga membuat suasana rumah tangga memanas. “Setelah terjadi pertengkaran, korban sempat keluar […]

  • Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Pak Teguh dan Mas Botok, melakukan sujud syukur di Alun-Alun Pati setelah dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pati pada Kamis, 5 Maret 2026. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, keduanya terlihat bersujud syukur di […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

expand_less