Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, di Indonesia, budaya feodal ini berkelindan erat dengan sikap paternalistik. Ada asumsi tak tertulis bahwa sosok pengajar pasti selalu benar. Akibatnya, muncul rasa sungkan yang berlebihan untuk mendebat, bahkan ketika argumen yang disampaikan dosen atau guru jelas-jelas lemah. Situasi ini makin diperparah oleh sistem birokrasi lembaga pendidikan kita yang kerap kali lebih menghargai kepatuhan administratif ketimbang keberanian intelektual.

Dampaknya cukup fatal karena kita akhirnya mencetak generasi yang takut salah dan gamang setiap kali punya opini berbeda. Mereka lebih memilih mencari jawaban aman demi nilai daripada mengasah argumen. Kita sukses melahirkan penghafal yang hebat, tapi gagap saat diajak berpikir kritis. Dalam jangka panjang, ini adalah lampu kuning bagi masa depan demokrasi kita, sebab demokrasi tidak cuma butuh orang-orang pintar bergelar akademis, melainkan warga negara yang berani berdialog dan kritis terhadap kekuasaan.

Ada kontradiksi yang menggelitik ketika dunia akademik sibuk mengampanyekan inovasi, kreativitas, dan kebebasan akademik, namun di saat yang sama atmosfer ketakutan masih dipelihara. Bagaimana mungkin kreativitas bisa tumbuh kalau ruang kelasnya antikritik, dan bagaimana riset bisa berkembang kalau mahasiswa hanya menjadi pelaksana kehendak dosen pembimbing tanpa ruang diskusi yang setara. Di atas kertas kita bicara modernisasi, tapi dalam praktiknya kita masih merawat hierarki yang kaku.

Tentu saja, menghilangkan feodalisme bukan berarti kita kehilangan rasa hormat kepada guru atau dosen. Menghargai pengajar itu wajib, tapi jangan sampai berubah menjadi pengkultusan yang mematikan nalar. Dalam dunia akademik yang sehat, sebuah argumen harus diuji lewat logika dan data, bukan lewat jabatan atau gelar sosial orang yang menyampaikannya. Sudah saatnya kita membebaskan ruang belajar dari intimidasi simbolik ini agar mahasiswa punya ruang untuk berbeda pandangan tanpa perlu takut dicap tidak sopan, dan sebaliknya, dosen serta guru bisa melihat kritik sebagai bagian dari proses belajar bersama, bukan serangan personal pada harga diri mereka.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 65
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

  • Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah. Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya […]

  • Ukasyah bin Mihshan: Sahabat Yang Menuntut Balas Kepada Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #15)

    Ukasyah bin Mihshan: Sahabat Yang Menuntut Balas Kepada Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #15)

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Nabi tidak menolak. Beliau memberikan izin agar Ukasyah menegakkan qishash. Sahabat lain, yang hadir saat itu seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali, bahkan menawarkan diri agar mereka yang dicambuk. Hasan dan Husain pun menawarkan tubuh mereka untuk menggantikan Nabi. Namun Ukasyah menolak dan tetap ingin menegakkan qishash kepada Nabi. Ketika Ukasyah bersiap untuk melakukan qishash, […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Salarang, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengecoran pembangunan Masjid Nurul Akhlak yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi pembangunan masjid. Dengan penuh antusias, mereka bahu-membahu […]

  • Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    “Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan guna mencegah kejadian serupa. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera […]

expand_less