Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Aset Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 425
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat perlunya reposisi paradigma. Ramadhan bukan hanya periode akselerasi ibadah, tetapi momen restatement laporan hidup. Kita menilai kembali aset mana yang benar-benar produktif. Apakah jabatan? Apakah popularitas? Atau justru doa ibu yang selama ini kita abaikan? Dalam neraca langit, bisa jadi doa ibu itu adalah aset terbesar yang selama ini tidak pernah kita appraisal.

Humor Gus Dur mengingatkan kita: jangan merasa paling suci hanya karena rajin ibadah. Bisa jadi orang yang kita anggap biasa justru punya deposito pahala lebih besar. Dalam akuntansi, kita diajarkan prinsip materialitas. Jangan meremehkan transaksi kecil. Dalam hidup, senyum kepada tetangga mungkin terlihat remeh, tapi di laporan langit bisa sangat material.

Ramadhan juga mengajarkan pengendalian internal. Puasa adalah sistem kontrol atas nafsu. Tanpa kontrol, perusahaan bisa fraud. Tanpa puasa, jiwa bisa over budget dalam hal amarah dan syahwat. Maka, puasa itu seperti audit internal tahunan—membersihkan potensi penyimpangan sebelum diperiksa lebih jauh.

Pada akhirnya, “Aset Langit” bukan soal berapa banyak amal yang kita tampilkan, tetapi seberapa tulus kita mengelolanya. Akuntansi mengajarkan akuntabilitas. Ramadhan mengajarkan pertanggungjawaban. Keduanya bertemu pada satu titik: integritas.

Maka, mari kita susun laporan keuangan batin dengan jujur. Kurangi manipulasi niat. Tingkatkan transparansi amal. Dan yang paling penting, jangan lupa bahwa laba terbesar bukanlah yang diumumkan di RUPS, melainkan yang diterima di hadapan Allah.

Kalau boleh sedikit bercanda ala pesantren: jangan sampai kita kaya aset dunia tapi miskin aset langit. Nanti di akhirat kita sibuk mencari nota yang hilang, padahal dari awal tidak pernah dicatat.

Selamat mengaudit diri di bulan suci. Semoga setelah Ramadhan, neraca hidup kita lebih seimbang—antara dunia dan langit.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Zaenuddin Endy
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; […]

  • Dari Dapur ke Masjid: Maulid Nabi, Walima, dan Ingatan Kepemimpinan Gorontalo dari Masa ke Masa

    Dari Dapur ke Masjid: Maulid Nabi, Walima, dan Ingatan Kepemimpinan Gorontalo dari Masa ke Masa

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Husin Ali
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Ada sebuah pertanyaan yang terus mengikuti saya sejak senin sore kemarin: siapa sebenarnya yang menggerakkan Walima? Pertanyaan itu muncul ketika saya melihat seorang anak sekolah berlari kecil menuju warung. Di tangannya ada uang seadanya. Ia membeli beberapa butir telur untuk direbus. Tidak jauh dari situ, seorang ibu berjalan menuju warung lain. Ia membeli bahan untuk […]

  • PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Persoalan ratusan Surat Keputusan (SK) pengurus cabang yang sempat mandek akhirnya mulai menemukan titik terang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan percepatan penyelesaian SK melalui Rapat Harian Tanfidziyah yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, mengatakan bahwa percepatan ini menjadi agenda utama dengan tetap berpegang pada […]

  • Antara Tadarus dan Transferan

    Antara Tadarus dan Transferan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Taqwa, dalam konteks ini, adalah kemampuan mengendalikan preferensi jangka pendek demi kemaslahatan jangka panjang. Dalam istilah akuntansi, taqwa adalah prinsip kehati-hatian (prudence). Tidak semua yang mampu dibeli harus dibeli. Tidak semua yang diskon harus dimenangkan. Humor ala Gus Dur seringkali menyentil tanpa menyakiti. Bayangkan jika beliau melihat fenomena THR hari ini. Mungkin beliau akan tersenyum […]

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

  • 793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan sapi kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo. Kegembiraan masyarakat terlihat saat menerima bantuan sapi dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kamis (23/10/2025). Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan ternak sapi di tiga kecamatan, yaitu Limboto Barat, Limboto, dan Telaga Biru. Total ada sebanyak 793 ekor sapi akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo sebagai bagian […]

expand_less