Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Aset Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 495
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat perlunya reposisi paradigma. Ramadhan bukan hanya periode akselerasi ibadah, tetapi momen restatement laporan hidup. Kita menilai kembali aset mana yang benar-benar produktif. Apakah jabatan? Apakah popularitas? Atau justru doa ibu yang selama ini kita abaikan? Dalam neraca langit, bisa jadi doa ibu itu adalah aset terbesar yang selama ini tidak pernah kita appraisal.

Humor Gus Dur mengingatkan kita: jangan merasa paling suci hanya karena rajin ibadah. Bisa jadi orang yang kita anggap biasa justru punya deposito pahala lebih besar. Dalam akuntansi, kita diajarkan prinsip materialitas. Jangan meremehkan transaksi kecil. Dalam hidup, senyum kepada tetangga mungkin terlihat remeh, tapi di laporan langit bisa sangat material.

Ramadhan juga mengajarkan pengendalian internal. Puasa adalah sistem kontrol atas nafsu. Tanpa kontrol, perusahaan bisa fraud. Tanpa puasa, jiwa bisa over budget dalam hal amarah dan syahwat. Maka, puasa itu seperti audit internal tahunan—membersihkan potensi penyimpangan sebelum diperiksa lebih jauh.

Pada akhirnya, “Aset Langit” bukan soal berapa banyak amal yang kita tampilkan, tetapi seberapa tulus kita mengelolanya. Akuntansi mengajarkan akuntabilitas. Ramadhan mengajarkan pertanggungjawaban. Keduanya bertemu pada satu titik: integritas.

Maka, mari kita susun laporan keuangan batin dengan jujur. Kurangi manipulasi niat. Tingkatkan transparansi amal. Dan yang paling penting, jangan lupa bahwa laba terbesar bukanlah yang diumumkan di RUPS, melainkan yang diterima di hadapan Allah.

Kalau boleh sedikit bercanda ala pesantren: jangan sampai kita kaya aset dunia tapi miskin aset langit. Nanti di akhirat kita sibuk mencari nota yang hilang, padahal dari awal tidak pernah dicatat.

Selamat mengaudit diri di bulan suci. Semoga setelah Ramadhan, neraca hidup kita lebih seimbang—antara dunia dan langit.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Julkifli Gadeang
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Masalahnya, generasi muda sebagai kelompok paling aktif di ruang digital sering kali tanpa sadar menjadi agen reproduksi viralitas tersebut. Aktivitas membagikan informasi kerap didorong oleh respons emosional, bukan refleksi kritis. Tombol share menjadi lebih cepat ditekan dibanding proses verifikasi. Di titik inilah dominasi viralitas menemukan momentumnya. Opini publik tidak lagi terbentuk melalui proses pertimbangan kolektif […]

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Rasulullah SAW pun bertanya kepada Nu’aiman, “Bukankah engkau menghadiahkan ini kepadaku?” Nu’aiman dengan santai menjawab bahwa ia memang berniat memberikannya, tetapi ia sendiri tidak punya uang untuk membayar, sehingga beliau boleh saja membayar. Pendek cerita, ulah Nu’aiman yang lucu itu membuat Nabi SAW dan para sahabatnya tersenyum atau tertawa. Dalam versi lain dari tradisi populer, […]

  • Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    “Hal-hal sederhana seperti mencabut colokan listrik sebelum keluar rumah itu penting untuk mencegah risiko kebakaran,” jelasnya. Sekda Ismail juga menyampaikan keprihatinan pemerintah daerah atas musibah yang dialami warga, seraya berharap para korban diberikan ketabahan. Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berdoa agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Kota Gorontalo. Melalui momentum ini, […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

  • PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    PBNU Percepat Penyelesaian SK, Prioritaskan Cegah Kevakuman Pengurus Cabang

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Persoalan ratusan Surat Keputusan (SK) pengurus cabang yang sempat mandek akhirnya mulai menemukan titik terang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan percepatan penyelesaian SK melalui Rapat Harian Tanfidziyah yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, mengatakan bahwa percepatan ini menjadi agenda utama dengan tetap berpegang pada […]

expand_less