Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 57
- print Cetak

Foto bersama seluruh peserta FGD , Kamis (6/11/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025).
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Wahyudin menegaskan bahwa riset yang dilakukan pemerintah saat ini tidak lagi cukup berhenti pada riset dasar, melainkan harus berorientasi pada hasil yang dapat diimplementasikan.
“Bidang riset dan inovasi tidak hanya melakukan riset dasar, tapi lebih dari itu. Kita di pemerintahan tidak lagi banyak di riset, tapi lebih ke kerja sama dengan peneliti atau perguruan tinggi untuk melaksanakan riset yang bisa diterapkan,” ungkap Wahyudin.
Ia berharap hasil FGD ini mampu menghasilkan kajian implementatif yang tidak hanya membahas aspek sosial ekonomi, tetapi juga menyinggung kondisi fisik wilayah, infrastruktur, serta sarana dan prasarana di perkotaan Gorontalo.
“Kajian ini penting karena akan memperlihatkan faktor-faktor sosial ekonomi dan pembentuknya, terutama dalam penataan kembali wilayah dua bebas perkotaan Gorontalo,” lanjutnya.
Menurut Wahyudin, kegiatan ini strategis untuk memperkuat peran akademisi dalam memberikan masukan objektif bagi kebijakan pemerintah.
“Pemerintah dan akademisi harus bisa saling memberi pertimbangan dan mempengaruhi opini publik yang lebih objektif. Kebijakan pemerintah seharusnya didasarkan pada opini yang dibangun oleh akademisi dan praktisi, bukan semata oleh politik,” tegasnya.
Ia juga berharap kajian ini dapat melahirkan rekomendasi terkait peran kota dan struktur wilayah dalam memperkuat aktivitas sosial ekonomi sekaligus memperhatikan gejala-gejala lingkungan yang muncul akibat perkembangan wilayah.
“Kota memiliki peran penting dalam aktivitas sosial ekonomi dan juga dapat mempengaruhi gejala-gejala masalah lingkungan. Karena itu, hasil kajian ini akan sangat berguna dalam merumuskan arah pembangunan wilayah kita ke depan,” tutup Wahyudin.
FGD ini menghadirkan peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait yang turut memberikan masukan dalam perumusan strategi penataan wilayah aglomerasi di Provinsi Gorontalo.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar