Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

  • account_circle Apriyanto Rajak
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dua orang nelayan tradisional menempuh lebih dari 200 kilometer pada pertengahan Februari 2025 melalui jalur laut. Mereka berangkat dari kampung halamannya Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo menuju Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, untuk berburu ikan tuna.

Dua nelayan tradisional tersebut bernama Aten Rauf 53 tahun dan Tahir Rajak 52 tahun. Mereka menggunakan perahu fiber memiliki panjang 9 meter, tinggi 70 centimeter dan lebar 60 centimeter. Menggunakan mesin merk Yamaha berkekuatan 15 PK. Melaut ikan tuna di Bolsel mereka telah lakukan berulang kali yang dimulai sejak puluhan tahun lalu. Perjalanan sebelumnya yang paling dekat adalah pada awal tahun 2023.

“Sejak masih usia muda kawasan perairan Tolondadu, Molibagu dan Pinolosian, sangat akrab dengan kami, tempat kami melaut ikan tuna,” kata Tahir.

Tiga desa yang disebutkan Tahir ini berada di Kecamatan Bolaang Uki dan Pinolosian, Kabupaten Bolsel; sebuah daerah yang mekar pada 2008 silam. Di wilayah ini masyarakat bersuku Gorontalo bisa dikatakan mayoritas. Memang sejak zaman dahulu, banyak masyarakat Gorontalo berdiaspora ke Bolsel, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Ada yang kembali pulang ke kampung halaman, ada pula yang menetap. Mudah sekali kita menemukan masyarakat ‘suku’ Gorontalo, antara lain di Desa Tolondadu, Tabilaa, Ilomata, Linawan dan Pinolosian.

Dalam skripsi yang ditulis Muhammad Taufik Lakoro, dengan judul: “Diaspora Etnis Gorontalo di Bolaang Mongondow Selatan (Studi Penelitian di Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki)” menyebutkan, masyarakat Gorontalo melakukan diaspora atau mobilitas ke Desa Tolondadu dimulai sejak tahun 1920-an, 1946, 1957, 1966, 1971, 1975, 1978, 1982 hingga 1999.

Contoh lain dari diaspora adalah saya sendiri. Bapak, Ibu, Kakek dan Nenek saya baik sebelah-menyebelah merupakan masyarakat yang bersuku Gorontalo. Berdasarkan penuturan orang tua saya, di wilayah Bolsel ini, kualitas tanahnya sangat subur, begitu juga hasil tangkapan ikan yang melimpah menjadi daya tarik ke daerah ini. Barangkali, hal demikian pula menjadi alasan oleh sebagian besar masyarakat Gorontalo ketika datang awal kali.

Melaut di Bolsel

Aten dan Tahir memiliki pengalaman puluhan tahun di kawasan laut Bolsel. Selain itu, mereka memiliki keluarga yang telah berdiaspora di daerah itu. Dengan demikian, sebelum melakukan perjalanan “jauh” ke Bolsel mereka harus memastikan terlebih dahulu apakah ikan tuna sudah mudah ditemui di perairan tersebut. Sebab, umumnya diketahui tuna merupakan jenis ikan perenang tercepat yang tidak berhenti berenang dan melakukan migrasi hingga ribuan kilometer.

“Sebelum ke Bolsel, kami hubungi dulu keluarga kami di sana, apakah ikan tuna so ba sandar?,” kata Aten.

“Ba sandar” yang dimaksudkan Aten ialah bahasa umum yang biasa digunakan oleh para nelayan terutama di daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo, yang memiliki arti bahwa ikan tuna telah mudah ditemui di sejumlah rakit atau rompong dengan adanya para nelayan setempat yang mendapat hasil tangkapan ikan tuna.

Aten dan Tahir sama seperti nelayan tradisional penangkap ikan tuna pada umumnya, yang sebelum berangkat ke rakit atau rompong harus memastikan bahan dasar untuk menangkap ikan tuna tersedia: mulai dari tali nilon ukuran bervariasi antara lain nomor 20 sampai 100; kemudian bekal selama melaut seperti beras, rica atau acara; selanjutnya ialah bahan bakar bensin.

“Kami biasanya dalam sekali melaut harus menyiapkan bensin minimal 25 liter. Sebab jarak rakit dari daratan ke laut di atas dari 10 mil,” ucap Aten.

Hampir dua bulan lebih Aten dan Tahir berada di Bolsel, hasil tangkapan tuna yang diperoleh masih jauh dari harapan; masing-masing dari mereka hanya memperoleh dua ekor tuna dengan berat mencapai kurang lebih 50-60 kilogram.

Padahal, kata Aten perairan Bolsel sejak dahulu terkenal dengan perikanannya yang melimpah terutama ikan tuna. Tetapi kini telah menurun. Dengan alasan ini dia dan Tahir kembali ke kampung halaman pada Rabu 9 April 2025. Mereka berangkat pukul 05.30 pagi dan tiba di Biluhu Barat 17.00 wita. Sempat singgah di Desa Manggadaa, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel, sekitar sejam untuk mengistirahatkan mesin perahu.

Fluktuasi Tangkapan Tuna

Data statistik yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) melalui website resminya menjelaskan, sepanjang lima tahun terakhir mulai dari 2019-2023 menunjukkan fluktuasi produksi perikanan tangkap tuna di Kabupaten Bolsel.

Pada tahun 2019: Tuna sirip kuning; madidihang mencapai 3.483,6 ton. Sedangkan tuna mata besar 870,9 ton. Berikutnya tahun 2020 mengalami penurunan: Tuna sirip kuning; madidihang 2.593,99 ton. Sementara tuna mata besar 349,56 ton.

Penurunan tangkapan tuna kembali terjadi pada tahun 2021: Tuna sirip kuning; madidihang 1.313,82 ton. Sementara untuk tuna mata besar di tahun ini tidak ada hasil tangkapan. Berikutnya pada 2022 mengalami kenaikan signifikan: Tuna sirip kuning; madidihang 5.630,42 ton. Sedangkan tuna mata besar 1.716,9 ton.

Sementara itu, pada 2023 data yang paling mutakhir dirilis oleh KKP RI menjelaskan mengalami penurunan tangkapan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni: Tuna sirip kuning; madidihang 3.391,48 ton. Sedangkan tuna mata besar 228,21 ton.

Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan bahwa produksi tangkapan tuna tidak pernah stabil; adakalanya mengalami penurunan yang signifikan demikian juga sebaliknya. Hal ini pula yang dirasakan Aten dan Tahir selama puluhan menjadi seorang nelayan tuna. Itulah mengapa mereka tak berdiam di laut Gorontalo, melainkan harus mengembara dan mencari informasi keberadaan tuna di perairan lain.

Sekembalinya di kampung halaman, Aten dan Tahir tentu berharap ikan tuna mulai “ba sandar” di kawasan laut Biluhu, Gorontalo. Sebuah asa untuk terus melanjutkan hidup demi memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka berdua tidak hanya sang penakluk lautan Bolsel, tetapi perburuan tuna pernah dilakukan sampai ke perairan Marisa Kabupaten Pohuwato bahkan Kecamatan Tinombo, Sulawesi Tengah.*

Penulis: Apriyanto Rajak – (Warga di Pesisir Pantai Selatan, Sulawesi Utara)

  • Penulis: Apriyanto Rajak
  • Editor: Apriyanto Rajak

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahaya Gambar Telanjang Palsu Buatan AI: Netizen Perlu Waspada

    Bahaya Gambar Telanjang Palsu Buatan AI: Netizen Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka banyak peluang positif dalam dunia digital. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga menghadirkan ancaman serius terhadap privasi dan martabat manusia. Salah satu bentuk penyalahgunaan yang kini menjadi sorotan global adalah pembuatan gambar telanjang palsu atau berpakaian minim menggunakan AI, tanpa persetujuan subjeknya. Isu ini kembali […]

  • Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Suasana penuh kebersamaan mewarnai penutupan Pekan Ekonomi Syariah (PES) PWNU Gorontalo 2025 yang digelar sejak 28 Oktober 2025 sampai dengan Kamis 30 Oktober 2025 di pelataran kantor PWNU Gorontalo. Penutupan diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya digelar, termasuk Lomba Da’i Cilik dan Lomba Mobile Legends bertema ekonomi syariah. Kedua lomba […]

  • Gorontalo Berhasil Dalam Program Tiga Juta Rumah

    Gorontalo Berhasil Dalam Program Tiga Juta Rumah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo meraih peringkat kedelapan nasional dukungan pemerintah daerah pada program tiga juta rumah. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Dinas PUPR-PKP Mohamad Iqbal Hasan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (07/07/2025). “Di Kementerian ada program 3 juta rumah, kami di […]

  • Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros –  Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Pallantikang, Maryam, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan permasalahan pendataan penerima bantuan dan isu pemungutan biaya administrasi bantuan sosial. Klarifikasi ini disampaikan secara terbuka sebagai upaya meredam polemik yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat. Maryam menegaskan bahwa proses pendataan penerima manfaat […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Adhan Dambea melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banthayo Lo Yiladia dan dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama […]

  • Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pintraco Sekuritas hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah bertajuk “Investasi Itu Mudah dan Waspada Investasi Ilegal” yang menjadi bagian dari Pekan Ekonomi Syariah di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, (Rabu 29/10/ 2025) Seminar ini menghadirkan Sugiman, perwakilan Pintraco Sekuritas, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya memahami investasi syariah sebagai […]

expand_less