Breaking News
light_mode
Trending Tags

Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tentu kita semua mengenal Umar bin al-Khattab. Sosok penting dalam sejarah Islam. Sahabat pemberani yang dikenal tegas, bahkan keras. Ia juga orang yang istimewa karena mendapatkan hidayah Islam melalui jalur doa Nabi. Namun jalan Umar menuju Islam tidak dimulai dari pertemuan langsung dengan Rasulullah. Jalan itu justru melewati rumah sederhana milik adik perempuannya sendiri: Fatimah binti al-Khattab.

Pada masa awal dakwah Islam di Mekkah, Umar dikenal sebagai salah satu penentang paling keras. Ia berasal dari keluarga terpandang Quraisy, memiliki watak kuat, dan sangat menjaga tradisi kaumnya. Bagi Umar, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad dianggap mengganggu tatanan yang selama ini dijaga oleh masyarakat Mekkah. Karena itu ia sering berdiri di barisan depan orang-orang yang menentang dakwah Rasulullah.

Sementara itu, tanpa banyak diketahui orang, sebagian kecil penduduk Mekkah mulai menerima ajaran Islam secara diam-diam. Di antara mereka adalah Fatimah binti al-Khattab dan suaminya, Sa’id bin Zayd. Keduanya termasuk orang yang menerima Islam pada masa-masa awal. Tidak banyak kisah dramatis tentang bagaimana mereka pertama kali memeluk Islam. Sumber-sumber sejarah hanya menunjukkan bahwa mereka menerima ajaran Nabi dengan relatif mulus dan kemudian menjalani keimanan itu secara tenang, meski berada dalam lingkungan yang keras menentangnya.

Suatu hari kabar sampai kepada Umar bahwa adiknya sendiri telah mengikuti agama yang dibawa Muhammad. Kabar itu membuatnya sangat marah. Dengan emosi yang memuncak, Umar berjalan menuju rumah Fatimah. Niatnya sederhana: menghentikan hal itu, dengan cara apa pun.

Ketika Umar tiba di rumah itu, Fatimah dan Sa’id sebenarnya sedang mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an bersama seorang sahabat Nabi, Khabbab bin al-Aratt. Mereka sedang membaca lembaran ayat dari Surah Taha. Mendengar langkah Umar mendekat, Khabbab segera bersembunyi.

Namun Umar sudah terlanjur masuk. Suasana tegang langsung terasa. Ia sebelumnya sempat mendengar sesuatu dari dalam rumah dan menuntut penjelasan. Perdebatan pun terjadi. Dalam kemarahan yang memuncak, Umar bahkan memukul Sa’id dan kemudian mengenai Fatimah yang mencoba melindungi suaminya.

Namun pada saat itulah sesuatu yang tidak disangka terjadi.

Fatimah berdiri dengan tegas di hadapan kakaknya. Dengan suara yang tetap tenang, ia mengatakan bahwa dirinya memang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada rasa takut dalam ucapannya. Tidak ada pula keinginan untuk menarik kembali keyakinannya.

Sikap itu membuat Umar terdiam sejenak. Ia melihat darah di wajah adiknya sendiri, tetapi perempuan itu tetap teguh dengan keyakinannya. Kemarahan Umar perlahan berubah menjadi rasa ingin tahu.

Ia lalu meminta agar Fatimah membacakan ayat yang sempat ia dengar tadi.

Fatimah tidak langsung melakukannya. Ia meminta Umar terlebih dahulu membersihkan diri. Setelah Umar melakukannya, barulah ia membacakan ayat-ayat tersebut.

Umar mulai mendengar dengan seksama ayat-ayat dari Surah Taha yang dibaca Fatimah. Kata demi kata yang ia simak perlahan mengubah suasana hatinya. Ayat-ayat itu terdengar berbeda dari apa pun yang pernah ia dengar sebelumnya.

Ketika Fatimah selesai membaca, sesuatu dalam diri Umar berubah. Kemarahan yang tadi membara kini mereda. Ia lalu bertanya di mana Muhammad berada.

Saat itulah Khabbab bin al-Aratt keluar dari persembunyiannya. Ia mengatakan bahwa Nabi sedang berada di rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam bersama para sahabat.

Umar kemudian berjalan ke sana. Pertemuan itu akhirnya mengubah arah hidupnya. Di hadapan Nabi Muhammad, Umar menyatakan keislamannya.

Sejak hari itu, sejarah Islam bergerak ke babak baru. Umar yang sebelumnya menjadi penentang keras justru berubah menjadi salah satu pembela paling kuat bagi Islam. Keberaniannya memberikan kekuatan moral bagi kaum Muslimin yang sebelumnya sering hidup dalam tekanan.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI mengingatkan perusahaan-perusahaan sawit di Sumatera Selatan agar segera memenuhi hak-hak masyarakat dalam konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Jika kewajiban tersebut diabaikan, pemerintah daerah diminta tidak ragu mencabut izin usaha perkebunan (IUP). Peringatan itu disampaikan Ketua BAM […]

  • Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Dunia di abad ke-21 bergerak kian cepat daripada kemampuan manusia untuk merenungkannya. Inovasi teknologi, kecerdasan buatan, dan konektivitas global menciptakan kesan bahwa umat manusia telah melampaui batas-batas lama sejarah. Tapi di balik kemajuan itu, dunia justru menampakkan kerapuhannya dengan telanjang bulat bahwa perang kembali menjadi bahasa politik, krisis kemanusiaan diperlakukan sebagai gangguan statistik, dan lembaga […]

  • DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penetapan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI yang digelar usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin (26/1/2026). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada kesepakatan seluruh […]

  • Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Anggota DPRD Maros, Rahmat Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Maros yang dinilai konsisten dan intens menindak penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut ia sampaikan langsung saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). “Kami sangat mengapresiasi kinerja Polres Maros dan jajarannya atas keberhasilan […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

  • Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Dedi Mulyadi, nama gubernur baru Jawa Barat. Orang-orang sudah lama memanggilnya Kang Dedi Mulyadi (KDM). Namanya mencuat karena gaya kepemimpinan yang berbeda. Ia kerap turun langsung dan memulai harinya dengan sapaan khas yang begitu membumi, “Kumaha damang?”—bagaimana kabar kalian? Sapaan itu meluncur begitu saja, tanpa protokol, tanpa sekat, hanya dengan senyum lebar dan mata yang […]

expand_less