I’tikaf: Kontemplasi dan Reorientasi Diri
- account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Waktu yang ada sebaiknya diisi dengan aktivitas yang mendukung reorientasi, seperti tadarus Al-Qur’an, zikir yang panjang, serta doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap.
Dengan menjaga kebersihan diri dan ketertiban di dalam rumah Allah, suasana tenang yang tercipta akan semakin memudahkan hati untuk menerima hidayah dan inspirasi spiritual.
I’tikaf adalah madrasah ruhaniyah yang menawarkan jalan pulang bagi jiwa-jiwa yang lelah.
Melalui kontemplasi yang jujur dan reorientasi diri yang kuat, i’tikaf mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia.
Ia bukan sekadar ritual tahunan di bulan Ramadan, tetapi sebuah strategi revolusi mental dan spiritual.
Seseorang yang menyelesaikan i’tikaf dengan benar akan keluar dari masjid dengan “baterai” ruhani yang penuh.
Ia kembali ke tengah masyarakat dengan mentalitas yang lebih tangguh, hati yang lebih jernih, dan arah hidup yang lebih jelas.
I’tikaf membuktikan bahwa untuk melangkah lebih jauh ke depan, terkadang kita perlu berhenti sejenak dan menengok ke dalam diri, demi meraih kebahagiaan yang sejati di dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam bish showaab
Penulis : Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo
- Penulis: Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna

Saat ini belum ada komentar