LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 54
- print Cetak

Pemeriksaan Kesehatan oleh LKKNU pada kegiatan Pekan Ekonomi Syariah di Kantor PWNU gorontalo (selasa, 28/10/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Provinsi Gorontalo, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah memiliki nilai strategis yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan masyarakat (Selasa, 28/10/2025).
Menurut dr. Sri Manovita, ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari kesehatan karena keduanya saling menguatkan.
“Kesehatan adalah modal dasar produktivitas, sementara ekonomi syariah menjadi kerangka nilai yang menuntun kita untuk bekerja, berusaha, dan bermuamalah secara adil, beretika, serta berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, umat yang sehat akan lebih siap membangun kemandirian ekonomi, dan ekonomi syariah yang kokoh akan membuka akses lebih luas terhadap layanan kesehatan yang layak.
Melalui kegiatan ini, PWNU Gorontalo menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama sebagai agent of change yang tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan ekonomi. Pekan Ekonomi Syariah di Gorontalo menghadirkan berbagai kegiatan seperti dialog publik, pameran, workshop, dan jejaring antar pelaku usaha berbasis syariah, yang menunjukkan komitmen NU dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, sehat, dan berkeadilan.
LKNU turut memberikan kontribusi melalui perspektif kesehatan dalam pembangunan ekonomi umat.
“UMKM yang tumbuh di bawah payung ekonomi syariah membutuhkan tenaga kerja yang sehat, lingkungan usaha yang bersih, serta pemahaman tentang gizi dan kesehatan keluarga. Tanpa kesehatan yang baik, mustahil roda ekonomi dapat berjalan optimal,” jelas dr. Sri.
Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara bidang kesehatan dan ekonomi syariah agar keduanya dapat tumbuh beriringan.
“Saya meyakini bahwa Pekan Ekonomi Syariah ini akan menjadi titik tolak lahirnya gerakan besar di Gorontalo—gerakan umat yang kuat dalam ibadah, berdaya dalam ekonomi, dan tangguh dalam kesehatan,” tegasnya.
Sebagai penutup, dr. Sri Manovita mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin, untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperluas jejaring ekonomi berbasis syariah.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar