Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menag Pimpin Peningkatan Profesionalisme Pegawai UPQ

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., membuka secara resmi kegiatan Tazkiyatun Nafs: Pembinaan Ruhani dan Profesionalisme Pegawai UPQ yang diselenggarakan Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama pada 10–13 November 2025 di Ciawi, Kabupaten Bogor.

Agenda ini menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia UPQ seiring target besar menjadikan lembaga tersebut sebagai pusat percetakan Al-Qur’an terbesar di Asia Tenggara.

Kepala UPQ, Ismail Nur, Lc., M.Ag., dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan kapasitas pegawai bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga kebutuhan moral dan spiritual.

Menurutnya, pekerjaan mencetak mushaf bukan sekadar aktivitas produksi, melainkan amanah suci yang menuntut integritas, ketelitian, dan keikhlasan. Karena itu, pembinaan ruhani menjadi pilar penting untuk menjaga kualitas kerja sekaligus kualitas jiwa para pegawai.

Kegiatan kemudian diisi oleh paparan Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah. Ia menjelaskan tantangan besar kebutuhan mushaf nasional yang mencapai lebih dari enam juta eksemplar per tahun.

Sementara itu, kapasitas produksi UPQ baru berada di angka 300 ribu mushaf. Arsad menekankan pentingnya transformasi UPQ melalui peningkatan profesionalisme, efisiensi produksi, dan penguatan etos kerja Qurani. Ia juga menyoroti nilai-nilai seperti ikhlas, amanah, itqan, serta kompetisi dalam kebaikan sebagai fondasi etos kerja modern.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Ia mengapresiasi langkah UPQ dalam memperkuat kualitas SDM. Menurutnya, revitalisasi UPQ bukan sekadar proyek teknis percetakan, melainkan agenda strategis negara dalam memastikan ketersediaan mushaf standar yang terjaga kemurniannya.

Abu Rokhmad menambahkan bahwa UPQ perlu menjadi pusat literasi keagamaan dengan jaringan distribusi yang lebih luas dan sistem pengendalian mutu yang lebih ketat.

Puncak kegiatan diisi oleh paparan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan pentingnya hubungan antara takwa, intelektualitas, dan karakter spiritual dalam dunia kerja. Ia menjabarkan konsep relasi takwa sebagai penguatan integritas diri, kedisiplinan, serta kesadaran beribadah dalam setiap tugas.

Menurut Menag, pegawai yang memiliki kualitas takwa akan bekerja bukan hanya untuk target dunia, tetapi juga untuk nilai ibadah dan pengabdian.

Selain narasumber utama, kegiatan ini turut menghadirkan materi penguatan karakter, wawasan kebangsaan, mental tangguh, semangat juang, dan bela negara dari berbagai pembicara: perwira TNI AL, tokoh pembinaan mental, serta pakar tazkiyatun nafs yang memberikan perspektif praktis penyucian jiwa dan etos profesional.

Melalui kegiatan ini, UPQ berharap lahir pegawai yang semakin disiplin, berintegritas, dan bekerja dengan semangat tinggi dalam mengabdi melalui pencetakan mushaf Al-Qur’an, serta siap membawa UPQ menuju lompatan transformasi nasional.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maros Lakukan Kunker ke Bulukumba dan Jeneponto, Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Kinerja Dewan

    DPRD Maros Lakukan Kunker ke Bulukumba dan Jeneponto, Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Kinerja Dewan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mulai diberlakukan, DPRD Kabupaten Maros melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bulukumba dan Jeneponto untuk memastikan sistem penganggaran tetap berjalan efektif dan tidak menghambat fungsi lembaga. Anggota DPRD Maros, Dedy Aryan, menjelaskan bahwa kunker ini dilakukan sebagai langkah antisipatif atas pemangkasan sejumlah kegiatan, termasuk reses dan […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muh. Gifari Bachmid
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Penulis adalah Praktisi Perbankan/ Pengurus Lakpesdam NU Kota Gorontalo Sebelum dihebohkan oleh pemblokiran rekening berstatus dormant oleh PPATK, praktik tersebut ternyata lazim diterapkan didunia perbankan. Rekening yang tidak aktif atau tidak memiliki transaksi dalam kurun waktu 3 sampai 12 bulan maka status rekeningnya akan berubah menjadi status dormant. Jika rekening nasabah berstatus dormant, maka rekening […]

  • Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) kembali memantik perdebatan tajam di Sulawesi Utara. Setelah Muhamad Ersad Mamonto menyampaikan kritik konseptual terhadap fondasi historis dan relasi kuasa dalam wacana P-BMR, penolakan keras juga datang dari Ketua KNPI Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Donal Palandi. Dalam responsnya terhadap tulisan Tyo Mokoagow berjudul: “Dekonstruksi PBMR”, Ersad […]

expand_less