Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenang Kwik Kian Gie

  • account_circle Eka Putra B Santoso
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo)

Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia.

Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara menyeluruh telah  menciptakan State capitalism yang justru berujung pada penghinaan pada Hak Asasi Manusia. Sebaliknya, ia juga menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang terlalu menuhankan mekanisme pasar (liberalisme) akan membuat stuktur keadilan  sumber daya alam berat sebelah.

Tentunya masa Kwik menimba ilmu sejalan dengan pencarian bentuk ideal sistem ekonomi  oleh negara-negara dunia ke-3. Di Indonesia,  pertentangan ideologi antar sosialisme dan kapitalisme termanifestasi dalam  diskusi tahun 70-an. Turunan dari ideologi besar tersebut melahirkan  dua kutub pemikiran. Yang pertama developmentalisme dan yang kedua adalah pemerataan.

Kedua kutub pemikiran itu pada akhirnya memberikan semacam kemenangan yang dominan atas mekanisme pasar yang terus terpakterkkan dalam struktur kebijakan negara. resensi atas hal itu, mendapatkan kritik yang tajam dari Kwik Kian Gie yang secara geneologi mengilhami sisi ekonomi kerakyatan Bung Hatta. Dalam salah satu wawancara 7 tahun yang lalu bersama Jaya Suprana, Kwik menyampaikan pesan Bung Hatta padanya yang pada saat itu sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden. Dialog itu direkam sangat baik oleh Kwik yang mana Bung Hatta menyatakan bahwa hari ini negara kita sedang “dipreteli” atau dijual satu per-satu.

Hipotesis bung Hatta kini menjadi kenyataan. Dominasi asing dalam hal pengelolaan sumber daya alam menjadi ladang besar pembentukan sistem ekonomi di Indonesia. Pasal 33 UUD yang secara eksplisit berisi keberpihakan pada masyarakat kini terdegradasi dengan berbagai kebijakan negara. Dalam tulisannya di Kompas pada tahun 2010, Kwik  memetakan persoalan mendasar ini secara lebih spesifik dengan mengutip data dari berbagai ilmuwan dunia seperti Jeffrey Winters, yang merupakan guru besar pada Northwestern University, Chicago. Pada bukunya  yang berjudul “ Power In Motion” Capital Mobility and the Indonesian State” dituliskan mekanisme pengambilalihan sumber daya alam  Indonesia dilakukan melalui konferensi Jenewa oleh The time life corporation. Beberapa perusahaan besar yang bergerak dibidang perminyakan dan perbankan seperti, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, dan US Steel bertemu dengan para ekonomi Indonesia yang terkenal dengan sebutan “ The Berkeley Mafia

Manajemen pengaturan untuk berbagi sumber daya alam di Indonesia juga didukung oleh infrastruktur hukum yang memudahkan investasi dalam jangka waktu yang panjang. Kita mungkin pernah mendengar ungkapan Mahfud MD yang menyampaikan bahwa sebenarnya kita tersandera oleh produk hukum yang dibuat oleh elit politik kita sendiri. Ia memberikan contoh tentang dokumen undang-undang yang dipegang oleh PT Freeport Indonesia. salah satu klausul dalam regulasi tersebut menyatakan bahwa ‘’ ketika aturan atau regulasi itu dicabut dikemudian hari tidak berlaku bagi Freeport”

Beberapa fakta ini yang Kwik tentang, kebijakan negara yang sangat liberal menjadikan kedaulatan dan nasionalisme kita tidak ada artinya sama sekali. bagi saya yang cukup terlambat mengikuti jejak Kwik, melihat ada praktik nasionalisme yang berbeda dari cara pandang beliau. Doktrin nasionalisme yang Kwik pegang tidak berkutat pada identitas yang chauvinistik, namun lebih pada keadilan ekonomi yang wajib dipertahankan dan diperjuangkan. Hal itu dipraktekkan ketika beliau menduduki kursi Menteri Bappenas di era Presiden Megawati. Kwik saat itu menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Menurutnya, menyesuaikan harga minyak dengan aturan New York mercantile exchange (Nymex) bertentangan dengan UUD.

Tak hanya asumsi, Mahkamah Konsitusi ketika diketuai oleh Jimly Ashidiqi melalui putusannya mengatakan bahwa Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi bertentangan dengan UUD 1945 khususnya pada pasal 28 ayat 2 yang berbunyi ;

“ harga bahan bakar minyak dan gas bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar (artinya mekanisme pasar)”

Namun putusan MK tersebut, malah dijawab oleh pemerintah dengan mengeluarkan Perpres 36 tahun 2004, yang berbunyi ; “Harga BMM dan Gas Bumi diserahkan pada persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan. “

Bagi Kwik, penyesuaian harga dengan doktrin pasar internasional merugikan bangsa karena Pertamina harus membeli kelebihan konsumsi masyarakat dari perusahaan asing yang melakukan eksploitasi migas di Indonesia. Mereka jelas mengenyampingkan perjanjian bagi hasil yang harusnya menjadi hak warga negara tanpa harus menaikkan harga BBM.

Sikap kritisnya pada kapitalisme tidak berhenti sampai disitu, pada rezim pemerintahan Jokowi Kwik sempat mengkritik banyaknya pengusaha yang wara-wiri di media terkait dengan susunan kabinet Presiden saat itu, di salah satu diskusi bahkan beliau mempertanyakan isu 9 naga yang diduga mendukung Jokowi dalam perhelatan Pilpres. Tentang jargon revolusi mental, Kwik tidak absen, ia mempertanyakan konsep yang tidak jelas praktiknya dalam kehidupan berbangsa.

Disalah satu Tv Nasional Kwik membandingkan konsep revolusi mental dan revolusi yang terjadi China. Baginya justru China yang mampu mengikuti doktrin Trisakti Bung Karno secara konsisten sehingga menjadi negara besar seperti sekarang ini. Sementara Indonesia hanya berhenti pada Lipservice dan dalam praktiknya menjadi antek asing dalam hal pengelolaan sumber daya alam.

“Untuk mengakhiri”, banyak hal mengenai Kwik yang tidak tertuliskan, terlalu sedikit memori kita untuk mengingat semua hal yang beliau sumbangkan untuk Indonesia. Sedari kuliah di Roterdam, menjadi mata-mata Indonesia dalam kasus kontrontasi Irian barat di Belanda, hingga kegigihannya dalam memperjuangkan kedaulatan sumber daya alam bangsa ini.

Kini Kwik telah berpulang. Bangsa ini kembali kehilangan sosok intelektual, akademisi dan nasionalis sejati. Mengingatnya seperti mengembalikan Bung Hatta dengan segala konsep ekonomi kerakyatan.

“Kita betul-betul kehilangan”, Kwik kini mengikuti rekan sejawatnya seperti Rizal Ramli, Faisal Basri, Dawam Rahadjo, Sri Edi Sasono , dan Mubyarto. Mereka tokoh bangsa yang penerusnya kini makin jarang kita temui dalam dinamika politik Indonesia.

Selamat Jalan Pak Kwik.

God bless you

  • Penulis: Eka Putra B Santoso
  • Editor: Eka Putra B Santoso

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Si Jago Merah Mengamuk di Kota Gorontalo, Permukiman Padat Penduduk Terbakar photo_camera 11

    Si Jago Merah Mengamuk di Kota Gorontalo, Permukiman Padat Penduduk Terbakar

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Rival
    • visibility 98
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025). Sedikitnya lima rumah warga dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Informasi yang dihimpun redaksi di lokasi kejadian, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga yang saling berdekatan. Warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang-barang […]

  • Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate resmi dilantik pada Senin, 10 Maret 2025. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemilihan pengurus yang telah dilaksanakan bulan Desember 2024. Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Sahjad M. Aksan, yang sekaligus melantik para pengurus baru. termasuk Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema), serta Himpunan […]

  • Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Gorontalo melakukan re-assesment reviu kelas terhadap delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah provinsi tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan delapan direktur rumah sakit terkait penyesuaian kelas rumah sakit tahun 2025. Pelaksanaan re-assesment ini disampaikan oleh Kepala […]

  • IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia Chapter Kota Bandung sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus baru, simposium, serta launching Store of IDE yang digelar di Auditorium Balai Kota Bandung pada 15 Maret 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan sosial di Kota Bandung. Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum IDE […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

expand_less