Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 57
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo menggelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (20/10/2025), di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini diikuti oleh para Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo serta melibatkan OPD teknis terkait, dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan praktisi BLUD SMK.
Workshop ini bertujuan mempercepat penyusunan dan penyempurnaan dokumen administratif agar seluruh SMK di Provinsi Gorontalo dapat segera memperoleh status BLUD secara sah dan efektif. Meski demikian, percepatan tersebut diharapkan tidak mengesampingkan kualitas, karena setiap dokumen yang disusun harus mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik (good governance).
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rusli W. Nusi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan implementasi BLUD di SMK sekaligus memperkuat tata kelola serta kemandirian satuan pendidikan kejuruan di daerah.
“Dokumen yang kita susun nanti harus benar-benar mencerminkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik,” ujar Rusli.
Lebih lanjut, Rusli menguraikan bahwa dari 16 SMK Negeri yang ada di Provinsi Gorontalo, telah terdapat tiga SMK yang berhasil menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD, yakni SMKN 2 Kota Gorontalo, SMKN 1 Limboto, dan SMKN 1 Boalemo, yang masing-masing telah memperoleh Surat Keputusan Gubernur sebagai dasar hukum pelaksanaan BLUD. Ia berharap pelaksanaan workshop ini dapat mempercepat proses legalisasi dan operasionalisasi BLUD di SMK, sekaligus menjadi langkah nyata bersama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
“SMK memegang peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap kerja, sehingga diharapkan SMK menjadi ujung tombak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,”hal ini sejalan dengan salah satu program unggulan Gubernur Gorontalo yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pungkasnya.
Sementara itu, praktisi BLUD SMK Muhajirin, dalam paparannya menekankan bahwa percepatan implementasi BLUD perlu dibarengi dengan penguatan mindset kewirausahaan, inovasi, dan kemandirian satuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa BLUD bukan sekadar mekanisme keuangan, tetapi instrumen untuk mentransformasi SMK menjadi lembaga yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan mampu mencetak lulusan berjiwa wirausaha. Penerapan BLUD, menurutnya, harus diiringi dengan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha, penguatan kapasitas SDM, serta kemitraan berkelanjutan agar SMK dapat berperan sebagai sentra kewirausahaan dan pusat pengembangan ekonomi daerah.
“Tidaklah mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih, melainkan niat yang masih rendah untuk memulai,” tutupnya penuh motivasi.
Kegiatan workshop ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber dari Kemendagri, Nurminda Yurika Hartuti, serta praktisi BLUD, Muhajirin, yang membahas berbagai tantangan teknis dan solusi percepatan penyusunan dokumen BLUD di lingkungan SMK se-Provinsi Gorontalo.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat tata kelola pendidikan vokasi berbasis kemandirian dan kewirausahaan. Melalui implementasi BLUD, diharapkan SMK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang melahirkan generasi terampil, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar