Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 23
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata.
Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial.
Hal ini disampaikan Nalienly Grace Rawung Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo pada diskusi kelompok terpumpun kajian pendidikan yang berjudul strategi penanggulangan anak putus sekolah karena faktor sosial-ekonomi keluarga di Provinsi Gorontalo, Senin (27/10/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung santai di halaman depan kantor Bapppeda ini, Grace Rawung membuka sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian bersama, yaitu perlunya strategi yang komprehensif, dari intervensi sosial seperti program keluarga harapan atau bantuan langsung, hingga kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
“Bapppeda berkolaborasi dengan perguruan tinggi guna memastikan bahwa hasil kajian ini terintegrasi secara efektif ke dalam dokumen perencanaan daerah, baik dalam RPJMD maupun RKPD, melalui program dan penganggaran yang terukur,” kata Grace Rawung.
Dari kajian ini ia berharap dapat melahirkan perencanaan berbasis bukti atau Evidence Based Policy akan tercapai.
“Kepada seluruh peserta FGD, saya berharap diskusi kita hari ini akan berjalan produktif, kritis, dan konstruktif. Kita mengundang Bapak/Ibu untuk memberikan pandangan ilmiah dan model intervensi terbaik, dan kami mengajak OPD terkait untuk menyumbangkan data, pengalaman lapangan, dan perspektif implementasi kebijakan,” ujar Grace Rawung.
Dari kajian ini ia juga mendorong adanya peta jalan (road map) yang jelas dan berkelanjutan, yang memadukan data akurat dengan solusi yang inovatif, sehingga tidak ada lagi anak Gorontalo yang harus melepaskan cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Sebagai narasumber utama dalam kajian ini Ketua Tim Peneliti Kajian Pendidikan Dr Muchtar Ahmad dan guru MAN Insan Cendekia Gorontalo Trisnawati MPd. Pertamuan ini menghadirkan para akademisi, jurnalis, perwakilan sekolah, SKALA Gorontalo, organisasi perangkat daerah terkait. (mcgorontaloprov)
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar