Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puasa dan Neraca Hati

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 243
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan juga mengajarkan konsep materialitas. Dalam audit, sesuatu dianggap material jika memengaruhi keputusan pengguna laporan. Dalam puasa, hal kecil seperti satu teguk air menjadi sangat material. Di luar Ramadhan mungkin kita menyepelekan gosip, fitnah, atau komentar kasar. Namun saat puasa, semua itu menjadi signifikan karena memengaruhi kualitas ibadah. Artinya, standar materialitas moral kita dinaikkan.

Mari kita bicara neraca hati. Aset spiritual kita bertambah melalui zakat, infak, sedekah, dan amal sosial. Tetapi liabilitas batin juga bisa meningkat melalui riya, ujub, dan merasa paling benar. Banyak orang rajin membayar zakat, tetapi lupa mencatat kewajiban sosial lainnya: empati, kejujuran, dan tanggung jawab publik. Dalam bahasa sederhana, jangan sampai saldo pahala kita habis untuk membayar bunga kesombongan.

Humor ala Nahdliyin sering mengingatkan: “Setan diikat, tapi manusia masih kreatif.” Ini sindiran halus namun tajam. Dalam teori fraud triangle, ada tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Ramadhan mengurangi kesempatan karena atmosfer religius meningkat. Namun jika rasionalisasi tetap dipelihara (“ah, semua orang juga begitu”), maka fraud tetap berjalan. Artinya, puasa adalah latihan integritas, bukan sekadar ritual.

Konsep going concern dalam akuntansi mengasumsikan bahwa entitas akan terus beroperasi. Pertanyaannya: apakah ibadah kita juga going concern, atau hanya seasonal seperti diskon Lebaran? Ramadhan sering menjadi bulan “kejar target”, tetapi setelah Syawal, laporan spiritual kita kembali stagnan. Padahal tujuan puasa adalah membangun sustainability takwa, bukan euforia temporer.

Di sisi lain, Ramadhan mengajarkan distribusi kekayaan yang lebih adil. Zakat fitrah, misalnya, bukan hanya kewajiban fikih, tetapi instrumen redistribusi ekonomi. Dalam kacamata akuntansi publik, ini adalah bentuk akuntabilitas sosial. Kita tidak boleh puas dengan laporan surplus pribadi sementara tetangga masih defisit pangan. Neraca hati yang sehat adalah yang seimbang antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

    Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Dunia literasi spiritual Indonesia kembali hidup dengan hadirnya edisi re-born novel Tahajud Sang Aktivis, karya Pepi Al Bayqunie, seorang penulis sekaligus aktivis kebudayaan dan Gusdurian di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan pendekatan Islam progresif dan humanis. Novel ini bukan sekadar fiksi keagamaan. Ia adalah refleksi mendalam tentang perjalanan iman, kegelisahan eksistensial, dan pencarian makna hidup […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

  • Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). Di hadapan para pengelola dan pemangku […]

  • PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan strategi percepatan melalui intensifikasi pajak, termasuk pembaruan basis data dan penagihan aktif terhadap tunggakan. Pengawasan di lapangan juga diperketat guna menutup potensi kebocoran. Digitalisasi menjadi kunci utama. Pemda mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, e-billing, hingga e-retribusi untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara transparan dan akuntabel. Selain itu, pemerintah […]

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gorontalo meresmikan kepengurusan baru periode 2022–2027. Advokat Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC setelah dilantik dalam sebuah upacara yang dipenuhi kekhidmatan di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Selasa (02/12/2025). Momentum pelantikan ini merupakan perayaan regenerasi profesi hukum di […]

expand_less