Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berikut ini adalah salah satu contoh berpikir di ruang yang sempit : Jika ungkapan “Kun Rabbaniyyan Walaa Takun Ramadhaniyyan” ditarik ke wilayah akidah dengan konsep pemurnian tauhid yang diusung oleh kaum puritaniasme dengan pembahasan yang menggunakan patron tekstual dan kaku, maka kesimpulan yang muncul adalah siapa saja yang beribadah karena Ramadhan, maka dapat dikategorikan sebagai pelaku syirik. Alasannya sederhana, Ramadhan bukan Tuhan. Ramadhan adalah waktu. Sedangkan waktu merupakan salah satu bagian dari ciptaan Tuhan. Semua ciptaan Tuhan adalah makhluk. Kesimpulannya, jika waktu adalah makhluk, berarti beribadah karena Ramadhan adalah beribadah kepada makhluk. Bukankah ini syirik ? Inilah yang disebut permainan logika silogisme di ruang yang sempit.

Oleh Karena itu, agar tidak terperangkap pada pemahaman yang ekstrim, tekstual dan kaku, dibutuhkan pemahaman agama yang moderat. Caranya adalah pemahaman terhadap teks harus dibarengi dengan pemahaman terhadap realitas dan fakta yang telah dipraktikan pada masa Nabi, sahabat dan generasi salafush shalih.

Ada beberapa pertanyaan yang dikaitkan dengan ungkapan “Kun Rabbaniyyan Walaa Takun Ramadhaniyyan” yang terkadang dijadikan sebagai dasar untuk menjustifikasi “penyimpangan” ibadah seseorang karena momen tertentu. Ini pertanyaannya :

  • Apakah Nabi SAW yang dalam banyak riwayat disebutkan lebih bersemangat dan lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya di bulan Ramadhan masuk dalam kategori beribadah hanya karena Ramadhan ?
  • Apakah Nabi SAW yang diceritakan lebih dermawan pada bulan Ramadhan yang kedermawanannya melebihi hembusan angin dikategorikan sebagai beribadah karena Ramadhan dan bukan karena Tuhan ?
  • Apakah para Sahabat Nabi yang juga dalam berbagai riwayat disebutkan banyak kali mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan tidak masuk dalam kategori Kun Rabbaniyyan ?
  • Jika semangat beribadah temporal pada bulan Ramadhan dipahami sebagai sesuatu yang mengurangi atau bahkan menghilangkan kualitas ibadah, maka apakah sikap yang diperlihatkan oleh Nabi SAW, para Sahabat dan para Salafush Shalih yang memberi perlakuan khusus terhadap Ramadhan adalah sebuah kesalahan ?
    Sudah pasti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah TIDAK.

Jika demikian, ungkapan ini dipahami tidak lebih dari sekedar upaya untuk mengarahkan seseorang pada niat yang ikhlas dalam beribadah kepada Tuhan dengan memanfaatkan momen Ramadhan yang istimewa.

Oleh karena itu, meskipun tingginya semangat hanya hadir di saat Ramadhan yang melahirkan istilah “semangat temporal”, semangat yang akan redup ketika momen Ramadhan berlalu, namun semangat seperti ini bukanlah suatu kesalahan apalagi kesyirikan

#OriginalIdea
#NoAI

Gorontalo, 03 Ramadhan 1447 H / 21 Februari 2026 M

Penulis : Pemerhati Sosial dan Keagamaan

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatera ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Melalui penggalangan dana yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta aparatur pemerintah desa, Pemkab Bone Bolango berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan pada apel kerja perdana tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Bone Bolango, Jumat (2/1/2026). Aksi […]

  • Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Kepolisian Resor (Polres) Maros resmi menaikkan status dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum personel Polri ke tahap penyidikan. Langkah ini diambil setelah penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan mengantongi alat bukti yang dinilai cukup. Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menangani […]

  • Diduga Belum Memiliki Izin Lokasi, KOPRA INSTITUT Soroti PT. Pangkatan Indonesia

    Diduga Belum Memiliki Izin Lokasi, KOPRA INSTITUT Soroti PT. Pangkatan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Komite Perjuangan Rakyat (KOPRA) INSTITUT, menyoroti PT. Pangkatan Indonesia salah satu perusahan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah desa Tanjung Siram Billah Hulu kabupaten Labuhanbatu. Perusahan ini di duga belum memiliki izin lokasi dan perizinan kebun. Ketua Bidang Kajian Lingkungan KOPRA INSTITUT Julkifli mengungkapkan bahwa berdasarkan data dan informasi yang ia peroleh ada dugaan PT. […]

  • Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Newcastle United meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Manchester United dalam lanjutan Premier League yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026. Bermain di kandang sendiri, Newcastle harus menjalani babak kedua dengan 10 pemain setelah Jacob Ramsey menerima kartu kuning kedua pada menit 45+1 akibat dianggap melakukan diving. Meski dalam kondisi timpang, Newcastle justru mampu […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Adegan Dipersoalkan: Dari Joget Erotis hingga Kekerasan Fisik MUI merinci sejumlah momen yang dianggap bermasalah. Pada 1 Maret 2026 menit 8:56, Anwar disebut melakukan gerakan joget dengan unsur erotis. Keesokan harinya, gerakan serupa kembali muncul dan bahkan dijadikan bahan candaan dalam dialog acara. Tak berhenti di situ, unsur kekerasan fisik juga ditemukan. Dalam salah satu […]

  • Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat Play Button

    Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rais Syuriyah PCNU Bone Bolango sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge atau Guru Helmi, menyampaikan pengajian bertema Keutamaan Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pengajian tersebut menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar amalan lisan, melainkan jalan keselamatan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam […]

expand_less