Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 491
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berikut ini adalah salah satu contoh berpikir di ruang yang sempit : Jika ungkapan “Kun Rabbaniyyan Walaa Takun Ramadhaniyyan” ditarik ke wilayah akidah dengan konsep pemurnian tauhid yang diusung oleh kaum puritaniasme dengan pembahasan yang menggunakan patron tekstual dan kaku, maka kesimpulan yang muncul adalah siapa saja yang beribadah karena Ramadhan, maka dapat dikategorikan sebagai pelaku syirik. Alasannya sederhana, Ramadhan bukan Tuhan. Ramadhan adalah waktu. Sedangkan waktu merupakan salah satu bagian dari ciptaan Tuhan. Semua ciptaan Tuhan adalah makhluk. Kesimpulannya, jika waktu adalah makhluk, berarti beribadah karena Ramadhan adalah beribadah kepada makhluk. Bukankah ini syirik ? Inilah yang disebut permainan logika silogisme di ruang yang sempit.

Oleh Karena itu, agar tidak terperangkap pada pemahaman yang ekstrim, tekstual dan kaku, dibutuhkan pemahaman agama yang moderat. Caranya adalah pemahaman terhadap teks harus dibarengi dengan pemahaman terhadap realitas dan fakta yang telah dipraktikan pada masa Nabi, sahabat dan generasi salafush shalih.

Ada beberapa pertanyaan yang dikaitkan dengan ungkapan “Kun Rabbaniyyan Walaa Takun Ramadhaniyyan” yang terkadang dijadikan sebagai dasar untuk menjustifikasi “penyimpangan” ibadah seseorang karena momen tertentu. Ini pertanyaannya :

  • Apakah Nabi SAW yang dalam banyak riwayat disebutkan lebih bersemangat dan lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya di bulan Ramadhan masuk dalam kategori beribadah hanya karena Ramadhan ?
  • Apakah Nabi SAW yang diceritakan lebih dermawan pada bulan Ramadhan yang kedermawanannya melebihi hembusan angin dikategorikan sebagai beribadah karena Ramadhan dan bukan karena Tuhan ?
  • Apakah para Sahabat Nabi yang juga dalam berbagai riwayat disebutkan banyak kali mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan tidak masuk dalam kategori Kun Rabbaniyyan ?
  • Jika semangat beribadah temporal pada bulan Ramadhan dipahami sebagai sesuatu yang mengurangi atau bahkan menghilangkan kualitas ibadah, maka apakah sikap yang diperlihatkan oleh Nabi SAW, para Sahabat dan para Salafush Shalih yang memberi perlakuan khusus terhadap Ramadhan adalah sebuah kesalahan ?
    Sudah pasti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah TIDAK.

Jika demikian, ungkapan ini dipahami tidak lebih dari sekedar upaya untuk mengarahkan seseorang pada niat yang ikhlas dalam beribadah kepada Tuhan dengan memanfaatkan momen Ramadhan yang istimewa.

Oleh karena itu, meskipun tingginya semangat hanya hadir di saat Ramadhan yang melahirkan istilah “semangat temporal”, semangat yang akan redup ketika momen Ramadhan berlalu, namun semangat seperti ini bukanlah suatu kesalahan apalagi kesyirikan

#OriginalIdea
#NoAI

Gorontalo, 03 Ramadhan 1447 H / 21 Februari 2026 M

Penulis : Pemerhati Sosial dan Keagamaan

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Proyek Jalan Akses Stasiun Ma’rang Disorot, Material Timbunan Diduga Berasal dari Tambang Tak Berizin

    Proyek Jalan Akses Stasiun Ma’rang Disorot, Material Timbunan Diduga Berasal dari Tambang Tak Berizin

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, PANGKEP — Proyek pembangunan Jalan Akses Stasiun Ma’rang dan fasilitas pendukung lainnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi sorotan. Proyek infrastruktur yang berada di bawah Kementerian Perhubungan tersebut diduga menggunakan material timbunan yang berasal dari aktivitas tambang galian C yang belum jelas legalitasnya. Berdasarkan penelusuran di lapangan, dugaan tersebut mencuat setelah seorang penggiat […]

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 354
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

  • Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    Langit Mahal Gorontalo; Harga Tiket Mencekik, Membisu Pemerintah & Sebuah Pertanyaan untuk Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 169
    • 0Komentar

    oleh : Suci Priyanti Kartika Chanda Sari., S.H.,M.H. Bagi sebuah provinsi kepulauan seperti Gorontalo, transportasi udara bukanlah kemewahan, melainkan urat nadi esensial yang menyambungkan denyut ekonomi, sosial, dan bahkan spiritual warganya dengan seluruh nusantara. Jalur udara adalah jembatan bagi para perantau untuk kembali ke pelukan keluarga, koridor bagi pelajar untuk menimba ilmu, kanal bagi pelaku […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Lomba Da’i Cilik pada Pekan Ekonomi Syariah 2025

    PWNU Gorontalo Gelar Lomba Da’i Cilik pada Pekan Ekonomi Syariah 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Lomba Da’i Cilik, sebuah ajang yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat dakwah dan pemahaman nilai-nilai ekonomi syariah sejak usia dini. Kegiatan ini akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi No. 346, Kelurahan Limba U […]

  • IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    “Tidak ada perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), hanya satu perusahaan skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan sebanyak 11 perusahaan tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar,” ujarnya. Dari sisi sektoral, pipeline IPO menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sektor consumer non-cyclicals mendominasi dengan tiga perusahaan. Disusul sektor healthcare, infrastructure, dan […]

expand_less