Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Reformasi Birokrasi ParCok sekedar Retorika dibalik Selubung Patologi Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 272
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam perspektif Louis Althusser, kondisi ini dapat dipahami melalui posisi ParCok sebagai bagian dari repressive state apparatus. Aparatus negara semacam ini bekerja bukan hanya melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui legitimasi simbolik yang menopang kekuasaan. Ketika kekuasaan berada dalam kondisi stabil, ParCok tampil sebagai penjaga ketertiban publik. Namun ketika kekuasaan menghadapi ancaman—baik dari kritik masyarakat, oposisi politik, maupun krisis legitimasi—institusi ini dengan mudah difungsikan sebagai tameng atau instrumen percepatan represi. Relasi ini menunjukkan bahwa problem ParCok tidak semata bersumber dari oknum, melainkan dari keterikatannya yang struktural dengan logika kekuasaan.

Akibatnya, dalam praktik bernegara yang kerap memilukan, ParCok hadir sebagai institusi yang ambigu dan inkonsisten. Ia diharapkan menjadi pelindung warga, tetapi justru kerap tampil sebagai sumber ketakutan. Dalam situasi ini, ParCok bekerja layaknya virus institusional: dari luar menekan ruang demokrasi, dari dalam menggerogoti etos profesional dan integritas aparatnya sendiri. Kepercayaan publik runtuh bukan karena sentimen emosional semata, melainkan karena pengalaman konkret masyarakat yang berulang kali berhadapan dengan wajah negara yang represif dan abai.

Pertanyaan penting yang perlu diajukan bukan sekadar siapa yang bersalah, melainkan bagaimana sistem bekerja membentuk perilaku. Tidak sedikit individu dalam ParCok yang mungkin masuk dengan niat baik dan kesadaran etis, Namun sistem yang menutup ruang kritik, menuntut loyalitas tanpa refleksi, dan mengabaikan akuntabilitas justru secara perlahan merusak daya tahan moral individu-individu tersebut. Dalam struktur semacam ini, kesabaran dan kesadaran personal sering kali kalah oleh tuntutan kepatuhan hierarkis.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Mengusulkan Sistim Pemilu Campuran Demi Perkuat Demokrasi

    DPR Mengusulkan Sistim Pemilu Campuran Demi Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengusulkan untuk diadaptasinya sistem pemilu campuran dalam rangka untuk memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II yang membahas evaluasi Pemilu Serentak 2024 dan penataan sistem pemilu untuk perubahan Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada. RDPU tersebut menghadirkan sejumlah, […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025). Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi […]

  • Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih. Menurutnya, […]

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar pengajian kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2025, bertempat di Masjid At-Taubah, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara. Pengajian diawali dengan pengantar dari Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, […]

  • Modernisasi Sistem Keuangan Pesantren di Era Digital

    Modernisasi Sistem Keuangan Pesantren di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Sutanti Idris, S.E., CMC
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Modernisasi sistem keuangan pesantren menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Modernisasi di sini bukan berarti menghilangkan budaya pesantren yang sederhana dan religius, tetapi justru memperkuat tata kelola agar lebih tertib dan berkelanjutan. Pesantren tetap dapat mempertahankan nilai spiritual dan tradisinya sambil memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Era digital sebenarnya memberikan peluang besar bagi […]

  • Ketika Azan Bersahutan Menjelang Fajar: Rahasia Gorontalo Serambi Madinah yang Masih Terjaga

    Ketika Azan Bersahutan Menjelang Fajar: Rahasia Gorontalo Serambi Madinah yang Masih Terjaga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Husin Ali
    • visibility 263
    • 1Komentar

    Pukul tiga dini hari. Kota Gorontalo masih terbungkus gelap. Jalan-jalan utama yang pada siang hari dipenuhi kendaraan tampak lengang. Lampu-lampu kota memantulkan cahaya kekuningan di antara pepohonan yang diam diterpa angin malam. Dari kejauhan, siluet menara-menara masjid berdiri tenang menembus langit yang masih pekat. Pada jam-jam seperti inilah sebuah daerah memperlihatkan wajahnya yang paling jujur. […]

expand_less