Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa
- account_circle Suaib Pr
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak

Sumber gambar: alamtara.co
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com-Dalam acara buka puasa bersama Partai Nasdem dan anak yatim piatu, KH. Zulfa Mustafa menyampaikan tausiah yang menyoroti makna sabar dan syukur dalam kehidupan orang-orang beriman, termasuk dalam ranah politik.
Mengutip kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, ia menegaskan bahwa iman terdiri dari dua bagian: separuh sabar dan separuh syukur. Menurutnya, kualitas keimanan terimplementasikan melalui kemampuan bersyukur atas anugerah dan bersabar dalam menahan diri.
Zulfa Mustafa mencontohkan sikap politik yang mencerminkan sabar dan syukur. Ia menyebut Surya Paloh dan Puan Maharani yang memilih tidak mengambil jabatan menteri sebagai bentuk sabar. Sebaliknya, PKB yang menerima tawaran kursi menteri setelah mendukung Anies Baswedan di Pilpres, dianggap sebagai wujud syukur.
“Dalam politik, sabar bukan hanya ketika sakit atau diuji, tetapi juga ketika menahan diri dari jabatan. Begitu pula syukur, menerima amanah dengan penuh rasa terima kasih. Keduanya adalah pilihan utama karena iman kepada Allah SWT,” jelas Zulfa Mustafa, di Nasdem Tower, Kamis 19 Februari 2026,
Zulfa Mustafa menutup tausiah dengan menyampaikan apresiasi kepada partai-partai yang memilih jalan sabar maupun syukur. “Kita bangga punya partai seperti Nasdem, PDIP yang tetap memilih sabar, dan kita juga respek kepada PKB yang memilih bersyukur,” katanya.
- Penulis: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar