SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!
- account_circle Sakti
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- visibility 33
- print Cetak

Foto: Roni, ketua bidang PP HPPMI Maros.(Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Maros — Provinsi Sulawesi Selatan adalah Provinsi yang paling strategis di pulau Sulawesi namun menyimpang dalam perbaikan jalan.
Hampir setiap hari sosial media menjadi media kritik namun gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman lamban dalam menangani kritik yang hadir akan daerahnya
Berbeda dengan saudaranya A. Amran Sulaiman selaku menteri Pertanian yang sangat jelas Kinerjanya dari masalah kecil hingga masalah besar yang sampai pada instansinya pasti di tindaklanjuti dengan cepat.
Roni selaku salah satu ketua bidang PP HPPMI Maros mengatakan bahwa “banyak jalan rusak yang kemudian menjadi kewenangan Provinsi tapi gubernur tidak responsif dan tergolong sangat lamban penanganan. Misalnya jalan Poros Moncongloe yang merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi tapi tidak di pedulikan oleh gubernur. Bahkan sempat ada perbaikan tapi cuman di paving. Itu jalan provinsi atau lorong perumahan”
Begitu juga dengan jalan hertasning kota makassar yang sudah lama rusak namun lamban penanganan oleh pemprov. Dilakukan pemeliharaan tapi di paving blok kembali.
jalan Poros bone tanabatua yang menghubungkan kabupaten sinjai yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi tapi seperti jalan yang tidak pernah dilihat oleh pemerintah.
“Mungkin karena naik mobil mahal jadi tidak terasa getarannya oleh gubernur kalau lewat. Itupun kalau lewat disitu ji”
Saya mengajak seluruh organda Sulawesi Selatan agar kiranya memperjuangkan keluhan dan kepentingan masyarakat agar sampai kepada pemerintah. Jangan sampai periode kedua Gubernur Sulawesi Selatan hanya di Isi program jalan santai.
Pesan saya kepada bapak gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Agar kiranya cepat merespon keluhan masyarakat. Belajarlah di saudaranya seperti bapak A. Amran Sulaiman. Kerja nyata itu diukur dari tindakan, bukan di seminarkan atau diceritakan pada saat sambutan.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar