Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”
- account_circle Sakti
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 93
- print Cetak

Menteri Desa, Yandri Susanto bgroud breaking Kopdes Merah Putih di Bonto Matene, Maros. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, Maros– Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, Selasa (2/12/2025).
Kopdes ini dibangun di atas lahan hibah dari pengelola kawasan perumahan, yang dinilai memiliki posisi strategis untuk menunjang pelayanan ekonomi warga. Menteri Yandri menegaskan bahwa keberadaan Kopdes akan menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat sekaligus memperkuat ketahanan desa.
“Lahan ini dihibahkan untuk pembangunan Kopdes agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi kebutuhan pokok masyarakat desa,” ujar Yandri.
Menurutnya, Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar ekonomi baru bagi warga Bonto Matene. Hasil produksi desa nantinya dapat ditampung, diolah, dan dipasarkan kembali oleh koperasi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Hasil desa bisa diambil koperasi untuk dipasarkan kembali, sehingga ekosistem ekonomi desa terbentuk,” tambahnya.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan 20 ribu Kopdes hingga akhir tahun sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Wamenkop Farida: “Kopdes Harus Dimiliki dan Dikelola Masyarakat”
Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, menekankan bahwa keberhasilan Kopdes sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat setempat. Mulai dari pembangunan, manajemen, hingga operasional harus dilakukan secara kolektif.
“Kopdes ini harus menjadi milik masyarakat. Pelaksanaannya harus melibatkan warga dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Farida menjelaskan, Kopdes Bonto Matene dirancang memiliki enam gerai layanan dan satu gudang serbaguna. Layanan tersebut mencakup:
-
Gerai sembako
-
Layanan klinik dan apotek
-
Layanan logistik
-
Simpan pinjam
-
Ruang pemasaran produk lokal
-
Gudang penyimpanan dan pengolahan
Ia juga menyoroti potensi pertanian gabah di wilayah tersebut. Menurutnya, koperasi nantinya dapat berperan sebagai off-taker yang menampung gabah petani untuk dikeringkan, digiling, kemudian dijual kembali dengan harga terjangkau.
Bupati Maros: Sepuluh Kopdes Sudah On Progress
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 10 Kopdes Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai desa dan kelurahan di Maros. Sementara beberapa lokasi masih dalam tahap penyelesaian administrasi lahan.
“Sepuluh sudah on progress, sisanya masih tahap administrasi lahan karena pembangunan perlu kejelasan aset desa,” kata Chaidir.
Adapun lokasi pembangunan Kopdes tersebar di:
-
Desa Bonto Matinggi
-
Desa Baruga
-
KMP Benteng Gajah
-
Desa Pucak
-
Kelurahan Adatongeng
-
Desa Laiya
-
Kelurahan Cempaniga
-
Desa Moncongloe Bulu
-
Desa Mattampapole
-
Desa Bontomattinggi
Chaidir menyebut bahwa satu unit Kopdes membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, dan ditargetkan seluruhnya rampung tahun ini.
“Setelah bangunan selesai, BUMN seperti Pertani dan Pertamina bisa masuk untuk bekerja sama,” pungkasnya.
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene diharapkan menjadi awal penguatan ekonomi desa yang lebih inklusif, modern, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar