Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Maros– Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, Selasa (2/12/2025).

Kopdes ini dibangun di atas lahan hibah dari pengelola kawasan perumahan, yang dinilai memiliki posisi strategis untuk menunjang pelayanan ekonomi warga. Menteri Yandri menegaskan bahwa keberadaan Kopdes akan menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat sekaligus memperkuat ketahanan desa.

“Lahan ini dihibahkan untuk pembangunan Kopdes agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi kebutuhan pokok masyarakat desa,” ujar Yandri.

Menurutnya, Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar ekonomi baru bagi warga Bonto Matene. Hasil produksi desa nantinya dapat ditampung, diolah, dan dipasarkan kembali oleh koperasi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Hasil desa bisa diambil koperasi untuk dipasarkan kembali, sehingga ekosistem ekonomi desa terbentuk,” tambahnya.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan 20 ribu Kopdes hingga akhir tahun sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Wamenkop Farida: “Kopdes Harus Dimiliki dan Dikelola Masyarakat”

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, menekankan bahwa keberhasilan Kopdes sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat setempat. Mulai dari pembangunan, manajemen, hingga operasional harus dilakukan secara kolektif.

“Kopdes ini harus menjadi milik masyarakat. Pelaksanaannya harus melibatkan warga dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Farida menjelaskan, Kopdes Bonto Matene dirancang memiliki enam gerai layanan dan satu gudang serbaguna. Layanan tersebut mencakup:

  • Gerai sembako

  • Layanan klinik dan apotek

  • Layanan logistik

  • Simpan pinjam

  • Ruang pemasaran produk lokal

  • Gudang penyimpanan dan pengolahan

Ia juga menyoroti potensi pertanian gabah di wilayah tersebut. Menurutnya, koperasi nantinya dapat berperan sebagai off-taker yang menampung gabah petani untuk dikeringkan, digiling, kemudian dijual kembali dengan harga terjangkau.

Bupati Maros: Sepuluh Kopdes Sudah On Progress

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 10 Kopdes Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai desa dan kelurahan di Maros. Sementara beberapa lokasi masih dalam tahap penyelesaian administrasi lahan.

“Sepuluh sudah on progress, sisanya masih tahap administrasi lahan karena pembangunan perlu kejelasan aset desa,” kata Chaidir.

Adapun lokasi pembangunan Kopdes tersebar di:

  • Desa Bonto Matinggi

  • Desa Baruga

  • KMP Benteng Gajah

  • Desa Pucak

  • Kelurahan Adatongeng

  • Desa Laiya

  • Kelurahan Cempaniga

  • Desa Moncongloe Bulu

  • Desa Mattampapole

  • Desa Bontomattinggi

Chaidir menyebut bahwa satu unit Kopdes membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, dan ditargetkan seluruhnya rampung tahun ini.

“Setelah bangunan selesai, BUMN seperti Pertani dan Pertamina bisa masuk untuk bekerja sama,” pungkasnya.

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene diharapkan menjadi awal penguatan ekonomi desa yang lebih inklusif, modern, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 149
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Daniel Johan, menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat harus mampu memberikan jaminan ruang hidup, perlindungan hukum, serta memperkuat hak ekonomi masyarakat adat di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Daniel saat mengikuti pendalaman materi dalam Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Ramadan sering dipahami sebagai bulan peningkatan ibadah. Namun sejatinya, Ramadan juga merupakan momentum untuk memperbaiki akhlak dan cara kita menyikapi kehidupan. Salah satu pelajaran penting yang sering terlupakan adalah bagaimana bersikap terhadap kritik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan keputusan yang terasa kurang tepat. Baik itu keputusan atasan di kantor, pimpinan organisasi, maupun keputusan dalam […]

  • Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti SDN 215 Inpres Taipa, Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, saat bangunan sekolah yang telah lama dinantikan akhirnya diresmikan, baru-baru ini. Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., MM, disaksikan para guru se-Kecamatan Maros Baru, jajaran Dinas […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

expand_less